Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi telah mengungkapkan banyak pelanggaran yang dilakukan PT Jaswita Jabar dalam pembangunan Hibisc Fantasy Puncak. Ia menyoroti lokasi wisata yang berada di daerah dengan kemiringan tinggi serta berdekatan dengan aliran sungai yang mengarah ke pemukiman warga.
“Ini daerah kemiringan yang sangat tinggi, terus kemudian di bawahnya ada sungai, airnya mengalir ke kampung itu. Jadi banjir di kampung itu penyebabnya dari sini,” jelas Dedi Mulyadi.
Sebagai langkah penanganan, gubernur memastikan kawasan ini akan dikembalikan ke fungsi awalnya sebagai kawasan hijau. Ia juga telah memerintahkan pendataan karyawan yang terdampak untuk diberikan kompensasi agar mereka bisa kembali ke kampung halaman.
“Saya tidak mau merugikan warga, saya tadi sudah minta mendata para pegawai di sini, pemprov akan memberikan kompensasi bagi mereka untuk bisa pulang kampung yang kebanyakan dari Jateng. Udah dicek satu – satu, sehingga ini ditutup, dibongkar mulai hari ini kemudian nanti menjadi tanah yang dikelola pemprov untuk menjadi hutan,” tukasnya. (tim)












