Heboh! Rumah Jokowi Dinamai Google Maps “Tembok Ratapan Solo”, Jadi Buruan Spot Foto Gen Z

Soal nama "Tembok Ratapan Solo" untuk rumah Jokowi masuk akal sih. Pasalnya setiap hari rumah Jokowi tak sepi dari kedatangan warga dari berbagai daerah yang berbondong-bondong ingin bertemu mantan Presiden itu hanya sekedar melihat atau bisa salaman.

Heboh! Rumah Jokowi Dinamai Google Maps "Tembok Ratapan Solo", Jadi Buruan Spot Foto Gen Z

Jakarta, EDITOR.ID,- Publik digemparkan dengan langkah platform Google Maps yang mendadak melabeli rumah pribadi Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), dengan nama “Tembok Ratapan Solo”. Fenomena unik ini membuat rumah yang berlokasi di Jalan Kutai Utara No. 1, Kelurahan Sumber itu makin ramai dikunjungi warga dan menjadi destinasi wisata di Solo.

Soal nama “Tembok Ratapan Solo” untuk rumah Jokowi masuk akal sih. Pasalnya setiap hari rumah Jokowi tak sepi dari kedatangan warga dari berbagai daerah yang berbondong-bondong ingin bertemu mantan Presiden itu hanya sekedar melihat atau bisa salaman.

Kehebohan makin meluas setelah beredar video seorang pemuda melakukan aksi teatrikal seakan-akan meratap di depan gerbang rumah tersebut. Salah satu unggahan video itu dibagikan akun Instagram @indopium.

Akun Instagram @indopium secara eksplisit memberikan label pada kediaman tersebut sebagai sebuah destinasi yang tengah naik daun atau sedang sangat ‘hype’ di mata generasi muda, khususnya kalangan Gen Z yang memicu rasa penasaran warganet untuk mengunjungi lokasi tersebut baik secara digital maupun fisik

“Tembok Ratapan di Solo kini jadi salah satu spot paling hype buat anak muda Gen Z,” tulis keterangan dalam unggahan tersebut, dikutip Rabu (18/2/2026).

Munculnya penamaan kontroversial yang memicu rasa penasaran luas di kalangan warganet ini lantas mengundang beragam reaksi, mulai dari pihak keamanan hingga publik yang datang berkunjung.

Apa Penyebab Google Menamai Tembok Ratapan Solo

Meski titik lokasi tertandai secara jelas, tampilan visual bangunan rumah tersebut tetap dalam kondisi disensor atau di-blur oleh sistem Google. Selain itu fitur (user-generated content) pada Google Maps dapat memberikan akses bagi publik untuk mengusulkan perubahan atau menambahkan penamaan baru pada suatu titik lokasi secara mandiri, seperti yang terjadi pada rumah Jokowi tersebut.

Identitas pengusul pertama serta alasan di balik pemberian nama unik tersebut hingga saat ini masih belum teridentifikasi, baik oleh otoritas terkait maupun masyarakat umum.

Dilarang Meratap di Rumah Jokowi

Ajudan pribadi Jokowi, AKBP Syarif Fitriansyah, mengaku telah mengetahui kemunculan nama unik itu di platform google maps.

“Ya, saya sudah tahu. Enggak tahu Bapak sudah tahu apa belum ya,” katanya saat dihubungi.

Namun, Syarif belum bisa memastikan apakah Jokowi sendiri sudah mendengar kabar mengenai penamaan unik itu. Secara personal, Syarif mengaku tidak merasa tersinggung dengan label tersebut dan menanggapinya dengan santai.

Guna menyikapi fenomena sejumlah warga yang mulai mencoba meniru aksi teatrikal dalam video yang tengah viral belakangan ini, AKBP Syarif Fitriansyah selaku ajudan pribadi mengeluarkan himbauan tegas kepada masyarakat luas agar menahan diri dan tidak melakukan aksi ‘meratap’ atau tindakan serupa di depan pintu gerbang kediaman tersebut.

Dalam keterangannya, ia memberikan penekanan bahwa rumah yang berlokasi di kawasan Sumber itu merupakan hunian domestik atau tempat tinggal pribadi milik Bapak Joko Widodo dan Ibu Iriana, sehingga secara fungsional sangatlah berbeda dengan situs religi, monumen sejarah, ataupun objek wisata publik sebagaimana persepsi keliru yang terbangun akibat penamaan sepihak di platform digtal.

Meskipun gelombang popularitas digital telah mengubah citra rumah di Jalan Kutai Utara itu menjadi sebuah spot yang sangat viral di media sosial, hal tersebut tidak lantas membuat pihak keamanan memperketat penjagaan atau membatasi ruang gerak warga.

Syarif menegaskan bahwa tidak akan ada larangan khusus bagi masyarakat yang ingin lewat atau mengunjungi area tersebut, sehingga suasana di sekitar lokasi tetap kondusif sebagaimana biasanya.

“Tidak ada (pembatasan), tetap seperti biasa saja,” ujar Syarif.

Fenomena rumah Jokowi menjadi serbuan warga bukanlah hal baru. Sejak orang nomor satu ini pensiun dari jabatan Presiden dan kembali ke Solo pada akhir Oktober 2024, tiada henti-hentinya masyarakat berdatangan. Mereka merindukan sosok pemimpin seperti Jokowi yang selalu peduli dengan rakyat kecil.

Rumah Jokowi telah menjadi magnet bagi warga yang ingin bersilaturahmi dan hingga saat ini akses tetap dibuka secara normal tanpa pengamanan yang berlebihan. ****

Leave a Reply