Jakarta, EDITOR.ID,- Hasan Nasbi tidak jadi mengundurkan diri. Ia memutuskan kembali menjabat sebagai Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan atau PCO. Keputusan ini diambil setelah adanya perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Sebelumnya, Hasan sempat mengumumkan pengunduran dirinya secara terbuka pada 29 April 2025. Alasan yang disampaikan adalah untuk memberi kesempatan kepada sosok lain dalam memimpin PCO.
Namun, kehadirannya dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada awal pekan ini menimbulkan tanda tanya.
Dalam kesempatan tersebut, Hasan duduk berdampingan dengan beberapa menteri di kursi resmi pemerintahan.
Ketika dikonfirmasi oleh awak media, Hasan menyebut bahwa ia masih menjalankan tugas berdasarkan instruksi presiden.
“Yang jelas, kemarin saya dapat undangan dari Bapak Seskab untuk mengikuti rapat kabinet (hari ini). Dan memang minggu lalu saya ada pertemuan, saya bertemu dengan Presiden, kemudian bertemu dengan Pak Mensesneg, Pak Seskab,” ujar Hasan usai menghadiri sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden Jakarta Pusat, Selasa.
“Pada momen itu saya diperintahkan untuk meneruskan tugas memimpin kantor PCO. Jadi kira-kira begitu keadaannya,” imbuhnya.
Hasan Nasbi menegaskan bahwa ia sudah siap bertugas kembali pada posisinya selama ini. Persoalan apakah surat pengunduran dirinya ditolak atau tidak, ia tidak bisa menjelaskan.
Ia hanya menyarankan agar pertanyaan tersebut langsung ditujukan ke Menteri Sekretaris Negara.
“Teman-teman, ditolak atau tidak, mungkin nanti bisa ditanyakan ke Pak Mensesneg. Tapi yang jelas, yang saya terima adalah perintah untuk meneruskan tugas untuk memimpin PCO sejauh ini,” tegasnya.
Ketika dicecar awak media apakah pesan untuk meneruskan tugas itu disampaikan secara langsung oleh Presiden atau oleh Pak Mensesneg, ia memberikan pernyataan dan argumentasinya.
“Kita bicara hal-hal yang umum soal negara dengan Presiden, tapi kemudian perintah untuk meneruskan itu disampaikan oleh Mensesneg dan Seskab,” ungkapnya.
Saat ditanya apakah ada evaluasi dari Presiden Prabowo atas apa yang menjadi sorotan publik dalam hal komunikasi yang ia lakukan selama ini, ia tak menampik bahwa Presiden menginginkan ada perbaikan.
“Yang jelas pesan Presiden, hal-hal yang perlu diperbaiki, segera diperbaiki. Hal-hal yang belum baik di masa lalu kemudian akan diperbaiki dan harus diperbaiki. Jadi perintah Presiden itu lebih umum,” tukasnya.
Kembalinya Hasan Nasbi menunjukkan konsistensi Presiden Prabowo dalam mempertahankan figur yang dianggap mampu menjalankan komunikasi strategis pemerintahan.
Sejak awal masa transisi pemerintahan, Hasan dipercaya memimpin PCO sejak 19 Agustus 2024. Kemudian, ia kembali dikukuhkan pada 21 Oktober 2024 setelah pelantikan resmi kabinet.
Langkah Presiden untuk mempertahankan Hasan diduga untuk menjaga kesinambungan komunikasi publik yang sudah berjalan.
Kepemimpinan Hasan di PCO selama ini dinilai mampu menjembatani berbagai isu strategis yang berkembang di tengah masyarakat.
Kembalinya Hasan ke posisinya memperlihatkan bahwa dinamika internal pemerintahan tetap berada dalam kendali Presiden Prabowo. (tim)










