Hari Ini Pemilihan! Selangkah Lagi New York Bakal Dipimpin Walikota Muslim, Trump Meradang Ancam Stop Anggaran

Pendiri situs jajak pendapat Zenith Research, Adam Carlson, mengatakan politisi Muslim Zohran Mamdani kemungkinan besar akan memenangkan pemilihan wali kota New York City, Amerika Serikat. Dia bahkan memprediksi kandidat dari Partai Demokrat itu akan meraih 1 juta suara pada Hari Pemilihan, Selasa (4/11/2025).

Calon Walikota New York Zohran Mamdani Foto Wikipedia

Jakarta, EDITOR.ID,- Calon Walikota New York, Zohran Mamdani semakin mendekati kemenangan. Mamdani merupakan seorang muslim yang diperkirakan bakal meraih satu juta suara. Sinyal kemenangan Calon Walikota dari Partai Demokrat ini membuat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pun meradang.

Trump mengancam akan menghentikan dana federal untuk Kota New York jika kandidat dari Partai Demokrat, Zohran Mamdani, menang dalam pemilihan wali kota. Trump juga menyerukan dukungan kepada pesaing Mamdani, Andrew Cuomo.

“Sangat kecil kemungkinan saya akan menyumbang dana federal, selain dari jumlah minimum yang diwajibkan,” ujar Trump ketika bicara mengenai ‘jika Mamdani memenangkan pemilihan’ di media sosialnya sebagaimana dilansir Reuters, Selasa (4/11/2025).

Pilwalkot New York akan digelar hari ini, Selasa (4/11/2025) waktu setempat. Para kandidat yang bertarung di Pilkada ini adalah eks Gubernur New York Andrew Cuomo, Zohran Mamdani kandidat dari Demokrat dan Curtis Sliwa dari Partai Republik.

Jajak pendapat terbaru menunjukkan Mamdani unggul atas Cuomo, calon yang dijagokan Trump.

Mamdani disebut-sebut kandidat yang berpeluang besar bakal memenangkan Pilkada New York kali ini. Jika betul-betul menang, ia akan jadi Muslim pertama yang memimpin New York.

Namun, agaknya kepemimpinan dia akan menghadapi tantangan berat terutama dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Trump dan Mamdani kerap saling kritik dan melontar argumen. Ia pernah menyebut calon wali kota New York itu komunis gila hingga mengancam akan mencabut kewarganegaraannya.

Namun, Zohran tak patah arang. Dia mengatakan pernyataan Trump adalah upaya dia mengalihkan perhatian dan perjuangan yang ditempuh.

Zohran juga merupakan sosok yang lantang mengecam genosida Israel dan menyuarakan dukungan ke Palestina.

Dia pernah mengatakan jika terpilih jadi wali kota tak akan mengizinkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memasuki kota tersebut.

Mamdani adalah calon dari Partai Demokrat dan Partai Republik Curtis Sliwa. Trump mengatakan bahwa memilih Silwa hanya akan menguntungkan Mamdani, dan mendesak para pendukungnya untuk memilih Cuomo.

“Entah Anda secara pribadi menyukai Andrew Cuomo atau tidak, Anda benar-benar tidak punya pilihan. Anda harus memilihnya, dan berharap dia melakukan pekerjaan yang fantastis,” tulis Trump.

Diketahui, Partai Republik telah menyerang pencalonan Mamdani sepanjang kampanye, dengan Trump menggambarkan tokoh yang menyebut dirinya sosialis demokrat itu sebagai seorang komunis. Mamdani, anggota majelis negara bagian merupakan pria kelahiran Uganda.

Sosok Mamdani mengejutkan banyak pengamat politik pada tanggal 24 Juni dengan kemenangan meyakinkan dalam pemilihan pendahuluan.

Dalam pencalonan ini, Mamdani menjanjikan kenaikan pajak bagi orang-orang terkaya di New York, kenaikan tarif pajak perusahaan, pembekuan tarif sewa apartemen stabil, dan peningkatan subsidi perumahan publik.

Majunya Mamdani dinilai menghadirkan risiko sekaligus keuntungan bagi Partai Demokrat secara nasional yang mengakui perlunya menarik pemilih muda.

Tetapi, Demokrat dinilai tetap waspada terhadap serangan Partai Republik atas kritik Mamdani terhadap pendudukan Israel atas wilayah Palestina dan sosialisme Demokratnya yang telah mengkhawatirkan komunitas keuangan New York.

Zohran Mamdani Diprediksi Menang dengan Raih 1 Juta Suara

Pendiri situs jajak pendapat Zenith Research, Adam Carlson, mengatakan politisi Muslim Zohran Mamdani kemungkinan besar akan memenangkan pemilihan wali kota New York City, Amerika Serikat. Dia bahkan memprediksi kandidat dari Partai Demokrat itu akan meraih 1 juta suara pada Hari Pemilihan, Selasa (4/11/2025).

Dalam sebuah unggahan yang dibagikan di X, Carlson menyatakan, “Berdasarkan data partisipasi pemilih awal, Mamdani memiliki peluang nyata untuk memenangkan 1 juta suara.”

Sejarah Catat Kandidat Walikota New York Belum Pernah Kumpulkan 1 Juta Suara

Seorang kandidat wali kota New York City belum pernah mengumpulkan 1 juta suara sejak tahun 1969, ketika kandidat liberal John Lindsay melampaui angka tersebut melawan kandidat Demokrat Mario Procaccino dan kandidat Republik John Marchi.

Lindsay juga memenangkan lebih dari 1,1 juta suara dan kandidat Demokrat Abraham Beame memenangkan lebih dari 1 juta suara, dengan jumlah pemilih yang sangat besar, lebih dari 2,5 juta, dalam pemilihan wali kota tahun 1965.

Jika Mamdani berhasil mendapatkan 1 juta pemilih, itu akan menjadi mandat yang sangat besar baginya dan visinya untuk New York.

Carlson mengatakan dalam unggahnnya di X bahwa data partisipasi awal menunjukkan kemungkinan jumlah pemilih antara 1,74 juta hingga 2,05 juta dalam pemilihan, mengingat kecepatan pemilih di New York dalam memberikan suara.

Sejumlah lembaga survei untuk calon wali kota New York menyebut Zohran Mamdani meraih presentase tinggi dari para pemilih jelang pemilihan wali kota pekan depan.

Hasil Survei: Mamdani Menang Suara Atas Pesaing

Survei Universitas Quinnipiac menyebut kandidat Partai Demokrat, Mamdani, unggul dibanding rival-rivalnya.

“Zohran Mamdani memimpin dengan 43 persen dukungan, dan eks Gubernur New York Andrew Cuomo 33 persen, dan Curtis Sliwa sebesar 14 persen,” demikian dikutip situs resmi Universitas Quinnipiac.

Dalam survei di kalangan Demokrat, Mamdani juga tetap unggul dengan 59 persen, Cuomo 31 persen, dan Sliwa 3 persen.

Sementara itu di kalangan Republik, Cuomo mendominasi dengan 45 persen, disusul Sliwa dengan 44 persen, dan Mamdani 5 persen.

Hasil tersebut sebanding dengan jajak pendapat yang digelar Universitas Quinnipiac pada 9 Oktober saat Mamdani menerima 46 persen dukungan, Cuomo 33 persen, dan Sliwa 15 persen.

Survei Marist Poll juga menempatkan Mamdani di posisi puncak. Dalam konteks pemilihan wali kota, dia unggul 16 poin di antara calon pemilih.

“Mamdani unggul 48 persen atas Cuomo yang tercatat 32 persen, selisih keduanya 16 poin di antara calon pemilih New York termasuk mereka yang belum menentukan pilihan,” demikian dalam situs resmi Marist Poll yang dirilis pada Rabu.

Survei Marist Poll dilakukan pada 24-28 Oktober melibatkan 1.134 warga di New York. Metode survei ditempuh berbagai cara seperti telepon, pesan teks, atau daring.

Mamdani Didukung 2 Miliader, Pesaingnya Cuomo Didukung 26 Miliader

Setidaknya 26 miliarder menghabiskan jutaan dolar dalam upaya untuk mencegah Zohran Mamdani menjadi wali kota New York, tetapi yang mengejutkan adalah dukungan dari dua miliarder terhadapnya.

Menurut Forbes, selama sepekan terakhir, 26 miliarder atau keluarga miliarder menghabiskan lebih dari 22 juta dolar secara keseluruhan untuk mencegah Mamdani (anggota Dewan Kota New York dan pemimpin dalam jajak pendapat) memenangkan pemilihan.

Mamdani menggambarkan dirinya sebagai seorang sosialis demokrat, dan berpendapat bahwa keberadaan miliarder seharusnya tidak ada.

Elizabeth Simmons

Di sisi lain, Elizabeth Simmons, putri miliarder Hedge Fund Jim Simmons (meninggal pada 2024) yang memiliki kekayaan sebesar 32,5 miliar dolar AS, memberikan sumbangan sekitar 250 ribu dolar AS kepada organisasi “New Yorkers for Lower Costs”, kelompok independen utama yang mendukung kampanye Mamdani pada bulan Agustus.

Sumbangan Elizabeth ini merupakan bagian dari sejarah panjang keluarga dalam bidang politik. Jim Simons adalah salah satu donor utama Partai Demokrat, yang telah menyumbangkan lebih dari 100 juta dolar AS untuk pemilihan federal antara 2015 dan 2024.

Elizabeth Simmons, yang tinggal di Atherton, California, dikenal sebagai aktivis di bidang organisasi nirlaba. Dia bekerja di dewan direksi organisasi progresif seperti Proyek Marshall dan Yayasan Masyarakat Adil (yang didirikan oleh saudara perempuannya, Audrey) dan menjadi sukarelawan di majalah The Bet Weaken (untuk pemuda yang dipenjara).

Dia juga memimpin Yayasan Haysing-Simmons, yang telah menyumbangkan sekitar 1,3 miliar dolar sejak 2007 untuk organisasi-organisasi yang bergerak di bidang perubahan iklim, pendidikan, hak asasi manusia, dan sains.

Tom Preston-Werner

Miliarder kedua yang mendukung Mamdani adalah Tom Preston-Werner, pendiri bersama GitHub yang berusia 45 tahun. Pada April, dia mengirimkan cek senilai 20 ribu dolar AS kepada organisasi “New Yorkers for Lower Costs”.

Werner, yang juga tinggal di wilayah Teluk San Francisco, memulai platform pengembangan perangkat lunak pada 2008 dan menjadi miliarder setelah Microsoft membeli perusahaannya seharga 7,5 miliar dolar AS pada 2018. ***

 

Leave a Reply