Jakarta, EDITOR.ID,- DPP Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB) Jaya membenarkan isi video yang beredar di media sosial mengenai kehadiran Ketua Umum mereka, Rosario de Marshall alias Hercules, di lokasi kericuhan di kawasan Slipi pasca-demo di depan gedung DPR RI pada Kamis (27/8/2026).
Namun GRIB Jaya membantah keras Hercules maupun organisasinya terlibat dalam aksi bentrokan dan kerusuhan.
Kuasa hukum GRIB Jaya, Wilson Colling, mengaku video yang beredar yang disebut memperlihatkan Hercules, saat kerusuhan pasca-demo DPR RI, Kamis (27/8/2026).
Dalam video yang beredar di media sosial, Hercules tampak turun dari mobil lalu berseru “pulang!” kepada orang-orang yang berada di pinggir jalan.
Wilson Colling mengakui bahwa aksi Hercules yang turun dari mobil dan menyerukan kata “pulang!” kepada kerumunan massa merupakan upaya spontan untuk mengurai situasi yang kian tidak kondusif, bukan bentuk provokasi.
“Seruan untuk ‘pulang’ justru dapat dimaknai sebagai imbauan agar masyarakat atau massa meninggalkan lokasi secara tertib ketika situasi sudah tidak kondusif,” kata Wilson saat sebagaimana dilansir dari Kompas.com Sabtu (29/8/2026).
Poin Kunci Klarifikasi GRIB Jaya:
Bukan Provokasi: Seruan “pulang” ditujukan untuk membubarkan massa secara tertib karena batas waktu penyampaian pendapat telah usai dan situasi mulai diwarnai aksi anarkis.
Tidak Ada Instruksi Aksi: DPP GRIB Jaya menegaskan tidak pernah menerbitkan instruksi resmi bagi anggotanya untuk terlibat dalam demonstrasi maupun kerusuhan.
Fungsi Pemantauan: Kehadiran Hercules dan jajaran pengurus di lapangan murni untuk memantau situasi serta menjaga kondusivitas lingkungan sekitar.
Meski demikian, Wilson belum memberikan jawaban pasti saat dikonfirmasi mengenai atas perintah siapa Hercules turun langsung membubarkan massa di saat aparat kepolisian juga sedang melakukan penyisiran.
Di sisi lain, Divisi Hukum GRIB Jaya meminta masyarakat untuk bersikap bijak dan melihat rekaman video secara utuh berdasarkan kronologi, keterangan saksi, serta alat bukti resmi tanpa langsung menarik kesimpulan sepihak.
Wilson mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban dan keamanan saat dan sesudah penyampaian pendapat di muka umum.
“Hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi harus dihormati. Pada saat yang sama, kekerasan, vandalisme, perusakan fasilitas umum, dan tindakan anarkis harus ditolak bersama,” kata dia.
Divisi Hukum DPP GRIB Jaya Wilson Colling mengatakan kehadiran Hercules bersama sejumlah anggotanya disebut untuk memantau situasi dan menjaga kondusivitas, bukan melakukan provokasi ataupun terlibat bentrokan fisik.
GRIB Jaya juga menegaskan tidak pernah memberikan instruksi kepada anggota untuk mengikuti demonstrasi maupun melakukan kegiatan yang berkaitan dengan aksi tersebut.
Nama Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules Rosario Marshal, menjadi sorotan setelah sejumlah video di media sosial memperlihatkan sosok yang disebut-sebut dirinya berada di lokasi kericuhan pascaaksi demonstrasi di Jakarta pada 27 Agustus 2026.
Polda Metro Jaya Lakukan Pendalaman
Terkait maraknya spekulasi di media sosial, pihak Polda Metro Jaya menyatakan masih mendalami dugaan keterlibatan ormas dalam kericuhan tersebut.
Polisi menekankan bahwa narasi yang beredar di platform digital masih memerlukan verifikasi ketat dan belum dapat dijadikan dasar hukum untuk menyimpulkan adanya tindak pidana dari pihak-pihak terkait.
Jadi, untuk saat ini, dugaan keterlibatan Hercules maupun GRIB Jaya masih dalam tahap pendalaman dan belum menjadi kesimpulan hukum. ****












