Gempa Raksasa Guncang Venezuela, Ribuan Panik Mencari Saudaranya, Potensi Ratusan Ribu Orang Tewas, Terbesar Dalam Sejarah

Di tengah kepanikan, sejumlah keluarga terlihat mencari kerabat mereka yang diduga masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan. "Antonio, ini ibu. Ibu ada di sini," teriak seorang perempuan di depan puing-puing gedung apartemen 22 lantai yang ambruk di kompleks permukiman Petunia, kawasan Los Palos Grandes, Caracas, melansir AFP.

Foto Kondisi Gempa di Venezuela Foto Kolase berbagai sumber

Jakarta, EDITOR.ID,- Gempa megathrust berkekuatan besar dua kali menguncang negara Venezuela dalam selang waktu 39 detik pada Rabu (24/6/2026) waktu setempat. Guncangan gempa yang dahsyat merobohkan sejumlah bangunan di ibu kota Caracas dan memaksa warga berhamburan ke jalan untuk menyelamatkan diri. Ditengah kepanikan warga negeri tersebut berlarian kesana kemari mencari sanak saudara yang tertimbun reruntuhan.

Guncangan ini berpusat di wilayah utara yang padat penduduk. Gempa ini diperkirakan berpotensi membuat ratusan ribu orang tewas tertimpa reruntuhan bangunan.

Di tengah kepanikan, sejumlah keluarga terlihat mencari kerabat mereka yang diduga masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan.

“Antonio, ini ibu. Ibu ada di sini,” teriak seorang perempuan di depan puing-puing gedung apartemen 22 lantai yang ambruk di kompleks permukiman Petunia, kawasan Los Palos Grandes, Caracas, melansir AFP.

Sejumlah warga berupaya mencari korban secara mandiri sambil menunggu tim penyelamat tiba. Mereka memanjat tumpukan puing, memanggil nama anggota keluarga yang hilang, serta berusaha mendengar kemungkinan suara dari bawah reruntuhan.

“Kami butuh senter,” ujar salah seorang relawan dadakan yang hanya didampingi seorang polisi di lokasi.

Di lokasi lain, teriakan memanggil nama anggota keluarga juga terdengar bersahut-sahutan. Seorang pria tampak menangis di pinggir jalan sambil menyaksikan bangunan yang hancur.

Gempa pertama terjadi sekitar pukul 18.00 waktu setempat, disusul gempa kedua hanya beberapa saat kemudian.

Berdasarkan data Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), kedua gempa masing-masing berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5. Pusat gempa terdeteksi berada 16 kilometer dari kota Moron dan 24 kilometer dari San Felipe.

Gempa kali ini menjadi salah satu bencana terbesar dalam sejarah negara tersebut dalam beberapa dekade terakhir. Daya rusak gempa jauh melampaui skala dampak gempa Caracas 1967.

Sebelumnya, gempa pada 1997 di wilayah timur laut menewaskan 73 orang, sementara gempa Caracas pada 1967 merenggut 236 korban jiwa. Kawasan Los Palos Grandes juga menjadi salah satu wilayah yang mengalami kerusakan parah dalam gempa 1967.

Gempa kembar yang terjadi pada Rabu (24/6/2026) waktu setempat menimbulkan kerusakan masif. Dilaporkan terjadi di berbagai wilayah, termasuk di kawasan Caracas. Struktur kota yang berada di cekungan sedimen dalam memperkuat gelombang seismik, menyebabkan banyak gedung dan rumah roboh.

Pemerintah belum merilis angka kematian pasti. Namun, potensi korban jiwa diperkirakan mencapai skala puluhan ribu karena besarnya kerusakan dan banyaknya warga yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan.

Namun Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) memperkirakan potensi korban tewas akibat dua gempa dahsyat yang mengguncang Venezuela berada di kisaran 10.000 hingga 100.000 jiwa.

Getaran kuat menyebabkan bangunan-bangunan di Caracas mengalami kerusakan hingga runtuh. Warga berlarian keluar rumah, apartemen, pusat perbelanjaan, dan gedung perkantoran untuk menghindari risiko bangunan roboh.

Pelaksana Tugas (Plt.) Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez mengatakan sedikitnya 20 gempa susulan terjadi setelah dua gempa utama tersebut. Sementara Menteri Dalam Negeri Diosdado Cabello menyebut negara bagian Trujillo, Carabobo, Miranda, dan La Guaira menjadi wilayah yang mengalami dampak paling parah.

Pemerintah Venezuela resmi menetapkan status darurat nasional menyusul guncangan gempa bumi kuat yang melanda negara tersebut.

“Kami menetapkan status darurat nasional, sebagaimana diatur dalam konstitusi kami,” kata Rodriguez dalam sebuah pidato video pada Rabu malam waktu setempat.

Ia menambahkan bahwa bandara utama Venezuela, Maiquetia, terpaksa ditutup total akibat mengalami kerusakan yang cukup parah.

“Sejumlah wilayah dilaporkan terdampak sangat parah. Di ibu kota Caracas, gedung-gedung runtuh di berbagai area. Negara bagian Miranda dan La Guaira juga mengalami kerusakan signifikan… termasuk juga wilayah Aragua, Carabobo, dan Falcon,” jelas Rodriguez.

Lebih lanjut, Rodriguez menyebutkan bahwa sedikitnya 20 gempa susulan telah tercatat pasca dua gempa utama tersebut.

“Saya ingin berterima kasih kepada pemerintah di seluruh dunia yang segera menghubungi Venezuela setelah gempa terjadi untuk menyampaikan rasa solidaritas dan dukungan mereka,” ungkap Rodriguez.

Menurutnya, sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Panama, Qatar, Kuba, Nikaragua, Turkiye, Yordania, Kolombia, Barbados, Inggris, Brasil, dan Meksiko langsung menyatakan kesiapan mereka untuk membantu Venezuela.

Selain itu, perwakilan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta lembaga keuangan internasional dilaporkan telah menghubungi pemerintah Venezuela untuk menawarkan bantuan dalam penanganan pascabencana. ***

Leave a Reply