Gempa Megathrust Guncang Sulawesi Utara, Warga Panik Gedung KONI Roboh Lima Wilayah Dihantam Tsunami

Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) mengungkap gempa ini berkategori gempa Megathrust karena getarannya sangat besar. BMKG mengeluarkan peringatan agar masyarakat diminta waspada.

Gempa Berkekuatan besar 7,6 SR Guncang Sulawesi Utara, Maluku Hingga Gorontalo. Gempa memicu Tsunami namun skala kecil

Manado, Sulut, EDITOR,- Warga Kota Bitung, Kota Manado dan sekitarnya diguncang gempa sangat dahsyat 7,6 SR. Gempa ini mengakibatkan warga panik dan berhamburan. Gedung Olah Raga KONI Kota Manado roboh. Air laut mendadak surut dan tiba-tiba muncul tsunami namun dalam skala kecil 0,75 cm.

Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) mengungkap gempa ini berkategori gempa Megathrust karena getarannya sangat besar. BMKG mengeluarkan peringatan agar masyarakat diminta waspada.

Gempa berkekuatan 7,6 SR tersebut terjadi di perairan Bitung-Sulut dan Maluku Utara sekitar pukul 06.48 WITA. Getaran kuat dirasakan di Manado, Ternate, dan sekitarnya. Ada tiga propinsi terkena dampak getaran besar gempa yakni provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo dan Maluku Utara.

Direktur Informasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Riyono menjelaskan bahwa gempa tersebut tergolong dangkal dan termasuk dalam kategori gempa Megathrust.

“Kalau dilihat kedalamannya cukup dangkal ya, 30 meter. Kalau kategori megathrust sampai kedalaman 30-an meter, jadi memang ini dangkal dan (gempa) laut dan ini termasuk megathrust ya,” ujar Rahmat Riyono saat konferensi pers, Kamis (2/4/2026).

BMKG menjelaskan, gempa megathrust adalah gempa dengan zona patahan naik berskala besar di bidang kontak dangkal antara dua lempeng tektonik (zona subduksi), tempat lempeng samudra menunjam di bawah lempeng benua.

Zona ini menyimpan akumulasi energi tektonik yang besar dan ketika dilepaskan mampu memicu gempa bumi sangat kuat (magnitudo) hingga berpotensi menimbulkan tsunami destruktif.

Rahmat menambahkan, gempa yang terjadi berasal dari subduksi laut Maluku dengan mekanisme sesar naik, yang memiliki potensi tsunami lebih tinggi dibandingkan jenis sesar lainnya.

“Ini dari subduksi laut Maluku di wilayah Sulawesi Utara, jadi laut Maluku yang muncul ke wilayah Sulut. Cukup dangkal dan ini kategori sesar naik, makanya kami buatkan warning karena gempa naik itu berpotensi timbulkan tsunaminya sangat tinggi dibandingkan mekanisme mendatar ya. Kami juga telah rilis peringatan dini tsunami di beberapa wilayah,” jelasnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama menyampaikan bahwa sedikitnya tiga provinsi terdampak signifikan akibat gempa tersebut, yakni Maluku Utara, Sulawesi Utara, dan Gorontalo.

“Seperti yang sudah kami sampaikan bahwa lokasi ini persis di lautan Sulawesi bagian utara dan Maluku Utara sehingga setidaknya ada 3 provinsi yang merasakan gempa yang cukup besar, yakni Malut, Sulut, dan Gorontalo,” ujarnya.

Diketahui, gempa M 7,6 terjadi pada pukul 05.48 WIB dengan lokasi di 1,25 Lintang Utara dan 126,27 Bujur Timur, serta berada di kedalaman laut 62 kilometer. BMKG juga mencatat adanya gelombang tsunami di dua wilayah terdampak.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani Faisal menegaskan bahwa gempa tersebut termasuk gempa dangkal jika dilihat dari lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya.

“Dengan perhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal,” ujarnya.

Faisal menjelaskan gempa terjadi akibat adanya deformasi kerak bumi. Kemudian, berdasarkan analisis, gempa memiliki mekanisme pergerakan naik.

“Akibat adanya aktivitas deformasi kerak bumi, yaitu aktivitas subduksi laut Maluku. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust vault),” paparnya. ***

5 Wilayah Dihantam Tsunami

Usai gempa berkekuatan M 7,6 mengguncang Kota Bitung, terjadi tsunami di sejumlah wilayah di Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara (Malut). Tercatat ketinggian tsunami tertinggi 0,68 meter dan terendah 0,20 meter.

Berdasarkan data terbaru yang disampaikan Plt Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, Kamis (2/4/2025), tercatat ada 5 wilayah terdampak tsunami. Adapun sebaran titik tsunami terdiri dari 3 wilayah di Maluku Utara dan 2 wilayah di Sulawesi Utara.

“Berdasarkan hasil pemantauan tinggi muka air laut Tide Gauge tsunami telah terdeteksi,” kata Rahmat Triyono dalam keterangannya.

Berikut ini data terbaru titik tsunami dan ketinggiannya:

Halmahera Barat pada pukul 06:08 WIB dengan ketinggian 0.30 m
Bitung pada pukul 06:15 WIB dengan ketinggian 0.20 m
Sidangoli pada pukul 06:16 WIB dengan ketinggian 0.35 m
Minahasa Utara pada pukul 06:18 WIB dengan ketinggian 0.75 m
Belang pada pukul 06:36 WIB dengan ketinggian 0.68 m

Rahmat Triyono menjelaskan, hingga pukul 06.50 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 11 aktivitas gempabumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M 5.5. Hasil pemodelan menunjukkan gempa bumi ini berpotensi tsunami dengan status siaga dan waspada.

Status siaga di Kota Ternate, Halmahera, Kota Tidore, Kota Bitung, Minahasa Bagian Selatan, Minahasa Selatan Bagian Selatan, dan Minahasa Utara Bagian Selatan. Sedangkan status waspada di Kepulauan Sangihe, Minahasa Utara Bagian Utara, dan Bolaang Mongondow Bagian Selatan. ***

Leave a Reply