Gaya Purbaya: Kritis Berani Bongkar Borok Institusi Lain, Apakah Direstui Prabowo?

Analis kebijakan publik Said Didu menyoroti gaya koboi Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. Dia menilai Presiden Prabowo Subianto ingin menjadikan Purbaya sebagai contoh menteri untuk membuka kotak pandora.

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Foto Instagram @PurbayaYudhi

Jakarta, EDITOR.ID,- Kehadiran Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di jajaran Kabinet Merah Putih menjadi fenomenal. Ia kerap membongkar dan mengkritisi kementrian hingga kepala daerah. Selama dua bulan baru menjabat sebagai Menkeu, Purbaya melakukan kerap melontarkan kritik tajam kepada badan, kementerian hingga kepala daerah.

Kritik itu dilakukan oleh Purbaya karena serapan anggaran di lembaga pemerintahan tersebut dianggap lambat di akhir tahun

Banyak yang kebakaran jenggot atas pernyataan Purbaya yang ceplas ceplos apa adanya tanpa ditutup-tutupi layaknya koboi.

Diantara ketika Purbaya mempersoalkan ketidakefisienan Bahan Bakar Minyak Pertalite karena Pertamina malas bangun kilang. Tak hanya itu Purbaya juga mengancam akan menarik dana Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tak terserap. Padahal program MBG adalah Program Presiden Prabowo.

Terbaru Purbaya jadi sorotan publik setelah berani menolak penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk menanggung sebagian utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) yang dijalankan oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Menurut Purbaya itu jadi tanggung jawab BUMN.

Benarkan pernyataan Purbaya yang membuat rakyat seolah tersalurkan sudah atas restu Presiden Prabowo Subianto?

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan aksi yang menyerang kementerian hingga kepala daerah ternyata sudah atas restu Presiden Prabowo Subianto.

Sikap Purbaya semakin menarik perhatian karena gayanya yang berbeda dari pejabat sebelumnya. Komunikasinya yang santai, spontan, dan lugas—hingga dijuluki bergaya “koboi”—menjadi ciri khas tersendiri.

Hal ini terlihat dari candaan saat meminta wartawan mewawancarai Dirjen Bea Cukai, hingga cara ia menanggapi kritik publik tanpa basa-basi.

Pernyataan seperti ini, meski memicu kontroversi, juga mendapat dukungan netizen yang menilai Purbaya sebagai sosok yang berani memperjuangkan kepentingan rakyat.

Mantan Sekretaris BUMN Said Didu menyoroti gaya koboi dan fenomena sosok Purbaya. Ia menilai Purbaya memiliki karakter profesional.

“Purbaya ini saya dulu yang ikut mengangkat menjadi Dirut Danareksa, jadi saya paham, karakter dia, bukan karakter fighter lho, bukan karakter fighter. Dia karakter pekerja profesional,” ungkap Said Didu dalam program Rakyat Bersuara bertajuk “Purbaya Akan Reset Indonesia?” yang ditayangkan iNews, Selasa (28/10/2025) malam.

“Kalau kita tahu begini orang menanyakan, ‘apakah Purbaya ini atas perintah Prabowo?’ Saya menyatakan seribu persen iya, kenapa? karena bukan karakternya Purbaya itu,” katanya.

Lebih jauh, Said Didu menyoroti strategi Presiden Prabowo Subianto dalam menempatkan tim strategis pemerintah.

“Saya pikir kalau kita lihat sekarang, dia (Prabowo) punya empat orang striker yang ada sekarang, satu Sjafrie Sjamsoeddin, yang ditugaskan menertibkan tambang dan kelapa sawit,” tuturnya.

“Kedua adalah Jampidsus, yang korupsi, yang ketiga adalah Rosan Roeslani, Rosan itu untuk BUMN, yang keempat adalah Purbaya untuk membuka semua kebobrokan yang selama ini ditutupi oleh Sri Mulyani, macam-macam di Bea Cukai, Pajak dan juga Fiskal,” tambahnya.

Said Didu menilai Presiden Prabowo Subianto ingin menjadikan Purbaya sebagai contoh menteri Kabinet Merah Putih untuk membuka kotak pandora.

Said Didu mengaku telah mengenal Purbaya saat menjadi pimpinan Danareksa pada 2008. Dia melihat gaya koboi Purbaya ini telah direstui sekaligus bentuk Prabowo ingin memberi contoh pada anak buahnya.

“Saya punya keyakinan bahwa Pak Prabowo ini ingin menjadikan dia sebagai contoh menteri lain untuk membuka kotak pandora,” katanya.

Menurut dia, butuh 10 sosok Purbaya untuk membuka kotak pandora di tiap kementerian. Pertama, sosok Purbaya dibutuhkan di Kementerian ATR/BPN untuk memberantas mafia tanah.

Kedua, sosok Purbaya dibutuhkan di Kementerian ESDM untuk membasmi mafia tambang. Ketiga, sosok Purbaya dibutuhkan di Kementerian Kehutanan (Kemenhut) membenahi konflik agraria.

“Di KKP ekspor pasir, pagar laut dan lain-lain itu butuh Purbaya. Kelima, Kemensos bansos yang belum diperbaiki datanya sekarang itu puluhan triliun, itu butuh Purbaya juga membuka siapa yang melakukan penyelewengan ini,” ungkap Said.

Sosok Purbaya juga dibutuhkan di Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk membenahi tata kelola ekspor-impor. Kementerian PU juga dinilai butuh sosok Purbaya untuk membongkar skandal proyek.

“Ke delapan, saya harap Rosan menjadi Purbaya juga untuk membongkar semua siapa yang mengatur kerja sama dengan GoTo dan lain-lain, siapa punya pembangkit listrik paling banyak itu dibuka semua supaya diperbaiki,” kata Said.

“Kemudian Kemenko Perekonomian itu butuh Purbaya di sana supaya PSN-PSN siapa saja sih yang menikmati? Dibuka semua tuh. Terakhir Kemenkeu itu memang butuh Purbaya. Jadi Pak Prabowo, Bapak belum cukup mereset Indonesia kalau memang satu Purbaya,” ujarnya. ***

Leave a Reply