“Ya nanti-nanti, karena saya belum ngomong sama dia. Tadi kita sepakat tidak kita buka. Kalau nanti Mas Ganjar oke, kita buka, gitu kan,” katanya.
Kiai Muhyiddin berharap Ganjar dan Mahfud terpilih sebagai calon presiden dan wakil presiden, agar dapat membenahi hukum di Indonesia.
“Tugas Gus Im ke depan termasuk untuk menegakkan hukum, supaya ada kepastian hukum, agar investor datang ke sini, supaya ekonomi lebih maju,” katanya.
Dia juga menceritakan silsilah keluarga Ganjar Pranowo yang lahir dari keluarga besar NU.
“Kedua beliau ini menantu kiai, Kiai Ahmad Musodiq dari Purbalingga. Pak Ganjar ini ke-NU-annya sudah tidak diragukan, saya sudah kunjungan ke Purbalingga,” pungkas Kiai Muhyiddin. (tim)












