DPP GPP Gelar Acara Puncak Rangkaian Bulan Pancasila dan Bulan Bung Karno

  • Bagikan
dpp gpp gelar acara puncak rangkaian bulan pancasila dan bulan bung karno
dpp gpp gelar acara puncak rangkaian bulan pancasila dan bulan bung karno

EDITOR.ID – Jakarta, Dalam rangka Bulan Pancasila dan Bulan Bung Karno, DPP Gerakan Pembumian Pancasila menyelenggarakan puncak peringatan dengan rangkaian acara, yaitu: Haul Bung Karno ke-51, Bedah Buku Pancasila, Publikasi Jurnal Pembumian Pancasila,

Pengumuman dan Apresiasi Pemenang Lomba Penulisan Artikel Ilmiah Nasional Mahasiswa dan Lomba Video Kreatif Pendek Pemuda diselenggarakan oleh DPP Gerakan Pembumian Pancasila secara virtual pada hari Minggu (20/6/2021),

dpp gpp gelar acara puncak rangkaian bulan pancasila dan bulan bung karno 2
dpp gpp gelar acara puncak rangkaian bulan pancasila dan bulan bung karno 2

Acara diawali dengan seremonial kebangsaan. Lagu Indonesia Raya (3 stanza) dikumandangkan, dilanjutkan dengan mengheningkan cipta dipimpin oleh dr. Andy Talman Nitidisastro (Badan Pendiri GPP); Pembacaan Pancasila dipimpin oleh apt. Margareth Indriana, S.Si. (Wakil Bendum I) dan Doa Pembuka dipimpin oleh Sonhaji, S.E., S.H.i, Ketua DPD GPP Jawa tengah.

Hadir dalam acara Mayjen Pol (Purn) Sidarto Danusubroto, S.H. (Wantimpres RI) yang memberikan Refleksi Haul Bung Karno ke-51, Badan Pendiri GPP, dr. Andi Talman Nitidisastro, para Dewan Pembina DPP GPP, Ketua Umum DPP GPP, Dr. Antonius D.R. Manurung, M.Si. dan Sekretaris Jendral DPP GPP Dr.Bondan Kanumoyoso, M.Hum (sekaligus keduanya sebagai penulis Buku Pancasila), serta para narasumber: Dr. Muhammad Sabri, M.Ag (Direktur Pengkajian dan Materi BPIP), Dr.Drs.Chandra Setiawan, M.M., Ph.D. (Ketua Dewan Pakar DPP GPP), dan Ir. Hertoto Basuki (Badan Pendiri GPP).

Dalam Sambutannya, Ketua Umum DPP GPP, Dr. Antonius D.R. Manurung, M.Si. menyampaikan pentingnya Memaknai Peringatan Haul Bung Karno ke-51 bagi Generasi Bangsa, terutama dalam memahami ‘legacy’ yang telah disampaikan oleh Bung Karno sebagai Bapak Bangsa kepada Anak Bangsa.

Dengan demikian, generasi bangsa ke depan mampu membangun ‘legacy’ untuk bangsa, mewarisi api dan roh perjuangan Bung Karno. Dalam kesempatan ini, Dr. Anton menyampaikan terima kasih yang tulus kepada semua yang hadir, khususnya kepada Mayjen Pol (Purn) Sidarto Danusubroto, S.H. (Wantimpres RI) selaku reflektor Haul Bung Karno ke-51 dan ketiga narasumber pembedah buku Pancasila. Apresiasi positif juga disampaikan oleh Ketum DPP GPP kepada seluruh peserta lomba penulisan artikel ilmiah mahasiswa dan video kreatif pendek generasi muda.

Sementara, dalam refleksinya, Mayjen Pol (Purn) Drs. Sidarto Danusubroto, S.H., menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas acara Peringatan Haul Bung Karno ke-51 yang diselenggarakan oleh DPP GPP, menceritakan pengalaman bersama Bung Karno, terutama dalam mendampingi Bung Karno hingga akhir hayatnya.

Dalam suasana kebatinan yang mendalam, tokoh yang pernah menjadi ajudan Sukarno, Presiden RI Pertama ini menyatakan warisan pemikiran dan ajaran Bung Karno dengan segala kelebihannya dan sangat berkualitas sebagai negarawan.

Namun, sungguh tragis, di akhir hayatnya, Bung Karno meninggal dunia dalam kesepian dan kesendirian sebagai tahanan rumah. Sidarto menyaksikan bagaimana derita seorang pendiri bangsa yang ditahan dan melihat kondisi kesehatan menurun.

Terasa semakin pedih ketika mendengarkan kata-kata Bung Karno yang menyayat sukma, “Saya boleh ditahan dan dikucilkan dan lama-lama akan meninggal dunia, tapi catat Tok bahwa jiwa-semangat ideologi saya tidak akan bisa dibunuh”. Sidarto dengan penuh penghayatan mengulangi kembali kata-kata Bung Karno, “Semangat ideologi saya tidak bisa terbunuh”.

Pada akhir refleksinya, Mayjen Pol (Purn) Drs. Sidarto Danusubroto, S.H., yang pernah menjadi Ketua MPR RI, dalam usianya yang ke-85 saat ini telah membuktikan pengabdiannya pada bangsa dan negara, semenjak era kepemimpinan Sukarno, era Soeharto, dan era reformasi, memberikan ilustrasi perumpamaan bahwa Indonesia merupakan rumah bangsa; Pancasila adalah fondasi; tiangnya adalah UUD 1945; atap dindingnya adalah NKRI; dan penghuninya adalah masyarakat bangsa yang Bhinneka Tunggal Ika.

Untuk itu, perlu upaya membangkitkan kembali nilai-nilai luhur dan pandangan hidup Pancasila. Hanya dengan Pancasila kita berdiri dan kokoh sekalipun menghadapi begitu banyak tantangan dan cobaan.

Oleh sebab itu, menjadi tugas dan tanggung jawab seluruh komponen bangsa menjaga eksistensi Pancasila serta merawat dan membumikan Pancasila, karena Pancasila adalah ideologi yang paling tepat bagi bangsa dan Negara Indonesia, bukan ideologi yang lain, imbuhnya mengakhiri refleksi.

Dalam kesempatan Peringatan Haul Bung Karno ke-51, sebagai rangkaian peringatan kelahiran Pancasila 1 Juni dan HUT GPP ke-2, juga diadakan Bedah Buku Pancasila dengan judul: “Pancasila sebagai Dasar Negara, Ideologi, dan Spiritualitas Bangsa yang ditulis oleh Dr. Antonius D.R.Manurung, M.Si. dan Dr. Bondan Kanumoyoso, M.Hum., dimoderatori oleh Ketua V Bidang Riset, Inovasi, dan Publikasi, Sofian Purnama, S.Hum., M.Hum., yang sekaligus menjadi editor buku ini.

Sebagai editor, Sofian Purnama menyajikan saripati dengan mengungkapkan nilai penting dari buku Pancasila, terutama terkait dengan hal baru, diantaranya proses pembumian nilai-nlai Pancasila dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, serta menstimulir perilaku-perilaku keseharian yang tampaknya semakin menjauh dari Pancasila dan mencerminkan memudarnya Pancasila akhir-akhir ini.

Selain itu, pembelajaran tentang Pancasila selama ini masih dalam tataran Pancasila sebagai dasar negara. Kalaupun ada pembahasan tentang Pancasila sebagai ideologi, hanya sebatas tataran konseptual. Sementara, pemahaman Pancasila sebagai spiritualitas bangsa selama ini relatif belum dipahami dengan baik.

“Disinilah keunikan dan keotentikan dari buku Pancasila yang akan kita bedah ini”, ujar Sofian.

Dalam paparannya, Dr. Bondan Kanumoyoso, M.Hum. mewakili kedua penulis mengungkapkan ide penulisan buku berawal dari keprihatinan terhadap situasi di Indonesia akhir-akhir ini. Terasa bahwa ada kekosongan dalam narasi yang mengusung Pancasila sebagai sumber acuan dalam memecahkan berbagai permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia.

Ada berbagai buku tentang Pancasila yang ditulis dengan baik, tetapi buku-buku itu terutama ditujukan untuk kepentingan akademis atau sebagai buku pegangan untuk mahasiswa dalam perkuliahan Pancasila.

Karena itu dirasa menjadi sangat perlu bagi DPP GPP untuk mengisi kekosongan dan memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap adanya suatu buku pegangan yang dapat memberi inspirasi tentang berbagai strategi untuk membumikan Pancasila

Pembedah buku yang pertama, Dr. Muhammad Sabri, M.Ag. (Direktur Pengkajian dan Materi BPIP) menyampaikan apresiasi positif atas penulisan buku Pancasila pada momentum yang tepat di Bulan Pancasila, Hari Lahir dan Haul Bung Karno.

Menurut Dr, Sabri, Buku Pancasila ini sangat luar biasa karena menautkan 3 (tiga) fundamental idea yang diinspirasi dari pidato Bung Karno, Philosphische Grondslag dan Weltanschauung, yakni dasar negara, ideologi, dan spiritualitas bangsa.

Ketika ketiga ide ini dihimpun menjadi satu karya, boleh disebut ini sebagai ide raksasa karena mencakup 2 (dua) hal mendasar, baik menyangkut bangunan filosofis yang melahirkan dasar negara, maupun Weltanschuung terkait dengan ideologi dan spiritualitas bangsa, ujar Direktur Pengkajian dan Materi BPIP ini.

Lebih jauh, Dr. Sabri menekankan bahwa buku ini sangat ketat mempertimbangkan aspek historisitas yang otentik, sehingga memberi ruang pemikiran yang luas. Untuk itu, ada baiknya ke depan dapat dibangun kerjasama antara BPIP dengan DPP GPP dalam hal penerbitan buku secara bersama dengan sentuhan tersendiri.

Pembedah buku kedua, Dr. Drs. Chandra Setiawan, M.M., Ph.D. (Ketua Dewan Pakar DPP GPP), menekankan bahwa pendekatan psikohistoris sudah sangat tepat digunakan dalam penulisan buku ini, dimana pemahaman tentang Pancasila pada dasarnya sudah dipraktikkan sejak dahulu kala di bumi Nusantara.

Lebih jauh, Ketua Dewan Pakar DPP GPP ini menyoroti secara khusus mengenai Pancasila sebagai dasar negara dan kekuatan pemersatu dengan menegaskan satu-satunya dasar negara yang dapat menghimpun seluruh unsur masyarakat Nusantara dan menyatukannya sebagai bangsa Indonesia adalah dasar negara yang digali dari dalam bumi dan masyarakat Nusantara, yaitu Pancasila.

Pancasila sebagai dasar negara pada hakikatnya digali oleh Sukarno sejak usia 16 tahun, dipidatokan pada 1 Juni 1945, dengan rumusan sila-silanya dalam naskah Piagam Jakarta, 22 Juni 1945, dan disahkan sebagai dasar negara pada tanggal 18 Agustus 1945 dengan rumusan yang termaktub dalam Pembukaan UUD 1945, imbuh Dr. Chandra.

Selanjutnya, pembedah buku ketiga, Ir. Hertoto Basuki (Badan Pendiri GPP) di awal pemikirannya memberikan apresiasi positif atas buku Pancasila dalam memperkaya literasi tentang Pancasila di Indonesia, khususnya terkait dengan Spiritualitas Pancasila.

Menanggapi catatan penulis dalam upaya pengembangan literasi Pancasila ke depan, Ir. Hertoto mengajukan sebuah pertanyaan dan pernyataan kritis, “apakah mungkin ke depan ada buku yang berjudul Pancasila di dalam ‘puting beliung’ rumah sendiri?” serta berharap ada buku yang merangkul semua pihak dan kemudian menjadi spirit bersama dengan mencoba membaca Sukarno secara utuh dalam keutuhan spiritualitas Pancasila.

Selain bedah buku, juga penyampaian ke publik dan peserta perihal publikasi Jurnal Pembumian Pancasila volume perdana (no.1), Juni 2021, dengan tagline “Mewujudkan Trisakti sebagai Pedoman Amanat Penderitaan Rakyat” dan mengambil tema: “Revitalisasi dan Rekonstruksi Kelahiran Pancasila 1 Juni dalam Menjawab Kompleksitas Permasalahan Bangsa Indonesia”.

Jurnal perdana ini berisikan 7 (tujuh) artikel, dan dalam kesempatan acara ketujuh abstrak artikel dibacakan oleh Dr. Ir. Andri Hernandi, M.S.P., Ketua IV DPP GPP dan Chrisman Damanik, A.Md., S.H., Ketua VII DPP GPP.

Setelah sesi publikasi Jurnal Pembumian Pancasila, dilanjutkan dengan pengumuman dan apresiasi Lomba Penulisan Artikel Ilmiah Mahasiswa Tingkat Nasional dan Lomba Video Kreatif Pendek Pemuda. Pengumuman lomba disampaikan oleh dr. Titis Mariyamah, MKK., SpOk., Wakil Sekretaris II DPP GPP.

Pemenang Lomba Artikel Ilmiah Mahasiswa Tingkat Nasional : Pemenang I adalah Angelo Basario Marhaenis, mahasiswa pada Prodi Psikologi Fakultas Kedokteran UDAYANA dengan judul artikel “Vaksinasi Deideologisasi melalui Strategi Pembumian Pancasila di Kalangan Mahasiswa Indonesia;

Pemenang II, Saiful Iskandar, Mahasiswa Prodi Psikologi Fakultas Kedokteran UDAYANA dengan judul artikel “Pentingnya Penguatan Karakter Pancasila bagi Generasi Muda dalam Mengatasi Degradasi Moral”;

dan Pemenang III, Ni Kadek Olivia Suryautami, Mahasiswa pada Universitas Hindu Indonesia dengan judul artikel “eksistensi Pancasila di Era Revolusi Industri 4.0”,

Sementara, Pemenang Lomba Video Kreatif Pendek adalah Saiful Iskandar dengan judul video “Indahnya Toleransi” dan Tim dari Prodi Psikologi Fakultas Kedokteran UDAYANA serta Tim Irmawar dengan judul video “Remaja Masjid Pancasila”.

Acara yang digelar dalam rangkaian Rangkaian acara dalam memperingati bulan Pancasila dan bulan Bung Karno yang diselenggarakan oleh DPP GPP ini diketuai oleh Tim Kerja, dr.Erdy Techrisna, MARS., MKK. (Ketua II DPP GPP), Sekretaris Tim Kerja, Dr. dr.Yosephin Sri Sutanti, MS., SpOk (Wakil Sekretaris Dewan Pakar DPP GPP) dan Koordinator Acara, dr. Yuliana Mardatillah (Bendahara Umum DPP GPP). Acara ditutup dengan Doa yang dipimpin oleh Drs. Nengah Dharma, S.H. (Ketua III DPP GPP).

 222 Total Pengunjung,  1 Pembaca Hari ini

Settia
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan