Dokter Yosephin Dikukuhkan Sebagai Doktor ke 14 oleh FK UI Dengan Nilai Cum Laude

Pada kesempatan itu, Dr. Yosephin yang juga merupakan tokoh Gerakan Pembumian Pancasila mengungkapkan bahwa para perawat adalah “pahlawan tanpa tanda jasa”, dan untuk mengenang para pahlawan kesehatan yang gugur menjalankan tugas pada masa pandemi Covid 19, berikut goresan pena bagi mereka :

“Perempuan-perempuan perkasa

Tetap bekerja di malam buta

Lupakan sejenak anak dan keluarga

Menebar asa di antara rintihan nyawa….

Perempuan-perempuan perkasa…

Tetap bekerja di malam buta

Bukan semata-mata demi uang belaka,

Namun laku nyata cinta sesama…

Perempuan-perempuan perkasa…

Tetap bekerja di malam buta,

Melayani dengan senyum-sapa… Mengembalikan hakikat manusia

Perempuan perempuan perkasa….

Tetaplah bekerja dengan di penuhi cinta

Yakinlah……Dia yang di atas sana tetap terjaga Tempat bersandar setiap doa

Perempuan-perempuan perkasa….

Terima kasih karena aku boleh berkaca…

Bagaimana bekerja banyak tak banyak bicara tapi menyentuh banyak jiwa

Selamat berjuang, para pahlawan

tanpa bintang jasa! Semoga tetap sehat dan bahagia dalam bekerja.

(Terinspirasi dari karya Puisi Hartoyo Andangdjaja, 1973)

Untaian kata tersebut merupakan persembahan yang dituliskan pada buku disertasi; ditujukan bagi para perawat yang terlibat dalam penelitian tentang stres; pada perawat yang sebagian besar harus bekerja shift malam, di saat semua orang tertidur lelap. Perawat memiliki tingkat stres yang

cukup tinggi terpajan risiko psikososial, termasuk bekerja dengan jadwal kerja shift. (Tim)

Leave a Reply