Pada kesempatan itu, Dr. Yosephin yang juga merupakan tokoh Gerakan Pembumian Pancasila mengungkapkan bahwa para perawat adalah “pahlawan tanpa tanda jasaâ€, dan untuk mengenang para pahlawan kesehatan yang gugur menjalankan tugas pada masa pandemi Covid 19, berikut goresan pena bagi mereka :
“Perempuan-perempuan perkasa
Tetap bekerja di malam buta
Lupakan sejenak anak dan keluarga
Menebar asa di antara rintihan nyawa….
Perempuan-perempuan perkasa…
Tetap bekerja di malam buta
Bukan semata-mata demi uang belaka,
Namun laku nyata cinta sesama…
Perempuan-perempuan perkasa…
Tetap bekerja di malam buta,
Melayani dengan senyum-sapa… Mengembalikan hakikat manusia
Perempuan perempuan perkasa….
Tetaplah bekerja dengan di penuhi cinta
Yakinlah……Dia yang di atas sana tetap terjaga Tempat bersandar setiap doa
Perempuan-perempuan perkasa….
Terima kasih karena aku boleh berkaca…
Bagaimana bekerja banyak tak banyak bicara tapi menyentuh banyak jiwa
Selamat berjuang, para pahlawan
tanpa bintang jasa! Semoga tetap sehat dan bahagia dalam bekerja.
(Terinspirasi dari karya Puisi Hartoyo Andangdjaja, 1973)
Untaian kata tersebut merupakan persembahan yang dituliskan pada buku disertasi; ditujukan bagi para perawat yang terlibat dalam penelitian tentang stres; pada perawat yang sebagian besar harus bekerja shift malam, di saat semua orang tertidur lelap. Perawat memiliki tingkat stres yang
cukup tinggi terpajan risiko psikososial, termasuk bekerja dengan jadwal kerja shift. (Tim)












