Dalam deklarasi yang dihadiri ribuan masyarakat dari Jawa Tengah ini Puan juga menyentil lawan pernah menjadi keluarga.
“Siapapun lawannya walaupun pernah jadi keluarga tak boleh takut, tak boleh ciut, siapa kita? Ganjar-Mahfud. Kawan menjadi lawan, teman menjadi lawan, tetap pilih Ganjar-Mahfud,” serunya.
Puan mengajak agar semua pendukung untuk semangat mengetuk satu persatu semua pintu rakyat, hati rakyat, dan berjalan gotong royong untuk memenangkan Ganjar-Mahfud.
Ia meyakini nantinya pemimpin yang dipilih yang bekerja keras untuk rakyat. “Kita katakan pemimpin kita yang amanah, memegang janji. Pemimpin selalu bekerja untuk rakyat bukan untuk kepentingan pribadi, keluarga dan kelompoknya saja tapi untuk rakyat Indonesia, untuk anak cucu kita,” tandasnya.
Tim Pemenangan Jawa Tengah Yakin Ganjar Menang Telak di Kandang Banteng
Ketua Tim Pemenangan Daerah (TPD) Jawa Tengah (Jateng) Ganjar-Mahfud, Agustina Wilujeng, mengaku siapa memenangkan Ganjar-Mahfud, terutama di Jateng yang selama ini dikenal sebagai basis PDIP atau kandang banteng.
Ia juga membantah jika suara PDIP terbelah menyusul bergabungnya putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, ke kubu Prabowo Subianto.
“Saya kira itu kecil (suara Gibran di Jateng). Mohon maaf. Di sini (Jateng) kan kandang banteng ya. Jadi saya kira aman,” tegas Agustina di GOR Jatidiri, Sabtu.
Agustina menambahkan dalam acara bertajuk rapat internal itu, pihaknya ke depan juga akan membentuk tim pemenangan juga menyatakan dalam deklarasi yang diselenggarakan di GOR Jatidiri Kota Semarang, ini, bakal membuat tim pemenangan untuk Ganjar-Mahfud. Tim pemenangan iti bakal dibentuk hingga tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS)
“Harapanya Jawa tengah bisa menang telak (pasangan Ganjar-Mahfud),” jelasnya.
Agustin mengaku relawan yang hadir di GOR Jatidiri Semarang kali ini berasal dari berbagai kalangan seperti kelompok milenial dan petani, yang setia mendukung Ganjar Pranowo. “Teman dari segala segmen. Inginnya Pak Ganjar datang. Jadi kami buat rapat terbatas,” tuturnya.
Sementara itu, seorang peserta yang mengaku berasal dari Wonogiri, Kinar Meerah, 19, mengaku datang ke GOR Jatidiri bersama puluhan orang lainnya. Mereka berangkat menggunakan delapan unit bus.
“Tahu di sini mau bahas deklarasi (pemenangan Ganjar-Mahfud Md). Terus datang ya karena diundang organisasi ASRI, organisasi beasiswa dari Mbak Puan,” ujar pria yang berprofesi sebagai mahasiswa di sebuah perguruan tinggi di Yogyakarta itu.
Kegiatan deklarasi dimeriahkan dengan penampilan Rombongan Hokya Kesenian Kuda Lumping, penampilan Dolalak Wonosobo dan hiburan musik dangdut. Tata panggung dan cahaya tampak apik dibalut tata suara yang tak kalah apik.












