Settia

Dari IOG 2022: SKK Migas dan Kontraktor KKS Jalin MOU dengan Tujuh Perusahaan Salah Satunya Kembangkan Teknologi Ekplorasi Digital

Kerjasama bisnis ini terealisasi melalui nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding yang telah ditandatangani antara SKK Migas dan Kontraktor KKS dengan ketujuh perusahaan technology provider dan Partner.

Nusa Dua, Bali, EDITOR.ID,- Pelaksanaan the 3rd International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas 2022 (IOG 2022) menghasilkan sejumlah kemajuan baru. Salah satunya, SKK Migas dan kontraktor KKS berhasil menggandeng tujuh perusahaan penyedia teknologi (technology provider) dan mitra bisnis.

Kerjasama bisnis ini terealisasi melalui nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding yang telah ditandatangani antara SKK Migas dan Kontraktor KKS dengan ketujuh perusahaan technology provider dan Partner.

Kerjasama ini menjadi sangat penting karena teknologi memegang peranan penting dalam industri hulu migas. Dan kerjasama ini erat kaitannya mengoptimalkan kinerja hulu migas untuk mengejar target produksi minyak 1 juta BOPD dan gas 12 BSCFD pada tahun 2030.

Penandatanganan ini diselenggarakan di sela-sela hari kedua pelaksanaan the 3rd International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas 2022 (IOG 2022), Kamis (24/11/2022), di Nusa Dua, Bali. Penandatanganan ini mendapat sambutan positif dari pelaku bisnis hulu migas.

“Penandatanganan hari ini membuktikan bahwa IOG 2022 bukan hanya sebuah konvensi tetapi ada tindakan nyata berupa business deal untuk mendorong kemajuan industri hulu migas Indonesia,” ujar Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto

Penandatanganan yang pertama adalah penandatanganan MoU antara SKK Migas dengan tujuh perusahaan penyedia teknologi (technology provider) dan mitra bisnis.

Tujuh perusahaan tersebut adalah

  1. Schlumberger,
  2. Landmark Halliburton,
  3. Superintending Company of Indonesia (Sucofindo),
  4. Konsorsium Luas Birus Utama-Patra Abdi Sejati-Petrotech Penta Nusa-ANTON,
  5. Solar Services Indonesia (Solar Turbines),
  6. PT. Pertamina International Shipping
  7. PT Perkebunan Nusantara III (Persero).

“MoU dengan tujuh perusahaan tersebut mendukung Rencana Strategis Indonesian Oil and Gas 4.0 atau Renstra IOG 4.0 yang merupakan rencana strategis yang dikembangkan industri hulu migas untuk mencapai target produksi di tahun 2030,” ujar Dwi.

Renstra IOG 4.0 mengimplementasikan 6 pilar strategis dan 4 pilar pendukung yang diterjemahkan menjadi 25 Program Kerja dengan 80 target dan lebih dari 200 action plans.

MoU dengan tujuh perusahaan tersebut secara umum mendukung pilar adopsi teknologi atau technology adoption dengan bentuk kerja sama yang disesuaikan dengan kompetensi masing-masing perusahaan.

MoU antara SKK Migas dengan Schlumberger dan Landmark Halliburton menetapkan area spesifik dalam melakukan kolaborasi untuk membantu Indonesia mencapai 1 juta BOPD dan 12 BSCFD pada tahun 2030.

Leave a Reply