Perumdam tidak sendiri. Tatang menjelaskan seluruh program yang dikerjakan juga melibatkan pihak lain. Misalnya, kerja sama dalam kerangka ‘business to business’ atau melalui kerja sama (bantuan) dengan pemerintah pusat. Untuk mewujudkan dua langkah tersebut menurut Tatang bukanlah hal mudah. Para pihak yang diajak kerja sama, termasuk pemerintah pusat melalui bantuannya, harus yakin bahwa Perumdam Tirta Darma Ayu dinilai sehat secara manajemen dan komitmen terhadap misi sosial. “Logikanya, kalau Perumdam dinilai tidak sehat, maka tidak akan ada pihak lain yang mau bekerja sama. Termasuk pemerintah pusat juga pasti enggan mengucurkan bantuan untuk mendukung program kami,” tegas Tatang.
Kini Perumdam Tirta Darma Ayu telah berusia 32 tahun, bukan usia muda lagi. Perjalanan pahit dan manis telah dilalui. Banyak pengalaman yang bisa dijadikan pelajaran bagi direksi dan manajemen. Harapannya, Perumdam tetap menjadi perusahaan daerah yang diandalkan masyarakat dalam penyediaan air bersih. Maka bisa jadi ‘quotes’ Perumdam saat ini adalah “Jadilah seperti air. Kehadirannya sangat bermanfaat, dibutuhkan, dan selalu dinanti. Sementara itu, hilangnya air merupakan kehampaan bagi semua mahluk”. ***(Hendra Sumiarsa)










