Dari 20 Liter/Detik Hingga Menjadi Perumdam

EDITOR.ID, Indramayu – Tulisan 20 liter/detik (l/d) pada judul diatas merupakan bagian dari catatan kecil sejarah perjalanan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Darma Ayu, Kabupaten Indramayu. Dari berbagai sumber, 20 l/d merujuk kapasitas awal pengolahan air bersih di Kota Indramayu pada masa kolonial Belanda, tepatnya tahun 1932. Saat itu, petinggi Belanda yang ada di Indramayu membutuhkan air bersih untuk keperluan sehari-hari. Maka dibuatlah instalasi pengolahan dengan air baku bersumber dari Sungai Sindupraja. Ini yang menjadi cikal bakal adanya perusahaan pengolah air bersih di Kabupaten Indramayu sampai saat ini.

Pascakemerdekaan instalasi pengolahan air bersih itu lalu diserahterimakan dari Belanda kepada pemerintah Indonesia. Di era ini tonggak sejarah lahirnya perusahaan daerah air minum semakin tertancap. Melalui Dinas Air Minum Kabupaten Indramayu saat itu dimulailah pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) pada tahun 1979. Kapasitasnya pun masih relatif kecil yakni 70 l/d, hanya untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat kota. Sampai kemudian secara mandiri, pada 17 November 1988 perusahaan itu berganti nama dan dikukuhkan secara kelembagaan menjadi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Sejak saat itu, 17 November dijadikan sebagai hari ulang tahun PDAM Tirta Darma Ayu Kabupaten Indramayu. Sejarah itu juga tercatat menjadi sebuah momentum keberhasilan PDAM saat itu, Perumdam saat ini, pada upaya pengembangan jaringan layanan dengan cakupan wilayah lebih luas. Maka pada tahun 1995, Pemerintah Kabupaten Indramayu membangun sebuah instalasi pengolahan air bersih yang lebih besar di Kelurahan Kepandean Kecamatan Indramayu. Di lokasi ini pula akhirnya dijadikan sebagai kantor pusat Perumda Tirta Darma Ayu. Berganti managemen, berganti personel, tak membuat kerangka inovasi mundur. Malah dari tahun ke tahun Perumdam Tirta Darma Ayu mengalami kemajuan pesat hingga sekarang.

Berbagai terobosan dilakukan dengan misi memperluas jangkaun wilayah layanan hingga ke seluruh pelosok Kabupaten Idramayu. Memang bukan hal mudah karena secara geografis wilayah Kabupaten Indramayu begitu luas, memiliki 31 kecamatan dengan 317 desa dan kelurahan. Salah satu cara yang dilakukan adalah menggali sumber-sumber air baku selain sungai Cimanuk yang selama ini menjadi andalan utama pasokan air baku.

Dalam perkembangannya, Perumdam mengalami kemajuan pesat. Tak hanya orientasi bisnis, namun Perumdam juga membawa misi sosial sesuai amanat undang-undang dan peraturan daerah. Maka dibutuhkan keseimbangan yang baik agar bisnis tetap menghasilkan keuntungan dan misi sosial juga bisa dilaksanakan. Terbaru, Perumdam dibawah kendali Direktur Utama, Tatang Sutardi, mencanangkan program populer dengan sasaran masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Tujuannya MBR dapat ikut menikmati air bersih. Sejak program MBR digulirkan telah puluhan ribu sambungan rumah (SR) terpasang. “Sampai tahun 2020 ini, program MBR telah menyentuh sebanyak 29.166 SR. Ini capaian yang baik karena memang menjadi prioritas utama program kami,” ujar Tatang.

Leave a Reply