Belum Genap 2 Tahun, Harta Pak Menteri Dikdasmen Naik Rp3,55 Miliar Setahun, Tembus Rp23,65 Miliar

Kenaikan terbesar berasal dari pos kas dan setara kas. Dalam laporan awal menjabat, nilai kas Abdul Mu’ti tercatat Rp4.798.693.679, kemudian meningkat menjadi Rp8.327.182.611 pada laporan periodik 2025. Pos tersebut bertambah sekitar Rp3,52 miliar.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti.

Jakarta, EDITOR.ID,- Harta para anggota Menteri Kabinet Merah Putih (KMP) mengalami kenaikan sangat signifikan, sejak mereka dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 21 Oktober 2024. Salah satunya Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti.

Meski belum genap dua tahun menjabat sebagai menteri, harta kekayaan Pak Abdul Mu’ti melejit sebesar Rp3,55 miliar dalam setahun.

Jumlah tersebut terkuak setelah menteri yang berlatar belakang tokoh Muhammadiyah dan dosen itu melaporkan kenaikan harta kekayaannya.

Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), total kekayaan Abdul Mu’ti meningkat dari Rp20,10 miliar menjadi Rp23,65 miliar dalam periode 2024 hingga 2025.

Awal Menjabat Hartanya Rp20 miliar

Dalam laporan LHKPN 6 Desember 2024 atau pada saat awal menjabat sebagai menteri, harta Abdul Mu’ti mencapai Rp20.100.443.679. Sementara laporan periodik tahun 2025 yang disampaikan pada 30/03/2026 menunjukkan total harta meningkat menjadi Rp23.654.344.611.

Jika dibandingkan, terdapat kenaikan Rp3.553.900.932 atau sekitar 17,7 persen dalam setahun.

Uang Cash Pak Menteri Melonjak Capai Rp 4 Miliar Lebih

Kenaikan terbesar berasal dari pos kas dan setara kas. Dalam laporan awal menjabat, nilai kas Abdul Mu’ti tercatat Rp4.798.693.679, kemudian meningkat menjadi Rp8.327.182.611 pada laporan periodik 2025. Pos tersebut bertambah sekitar Rp3,52 miliar.

Selain kas, nilai harta bergerak lainnya juga meningkat. Pada laporan awal menjabat, nilainya tercatat Rp216.100.000, kemudian bertambah menjadi Rp353.512.000.

Nilai Harta Kendaraan Turun

Berbeda dengan dua pos tersebut, nilai alat transportasi dan mesin justru menurun. Pada laporan awal menjabat, aset kendaraan Abdul Mu’ti tercatat senilai Rp612.850.000, sedangkan pada laporan periodik turun menjadi Rp500.850.000. Dengan demikian terjadi penurunan sebesar Rp112 juta.

Meski nilainya turun, jumlah kendaraan yang dilaporkan tidak berubah. Abdul Mu’ti tetap mencatat kepemilikan enam kendaraan, terdiri dari satu unit Suzuki TM2FE tahun 2023, Toyota Rush 1.5 S A/T tahun 2011, Toyota Corolla Cross 1.8 A/T tahun 2020, serta tiga sepeda motor Yamaha. Penurunan nilai kendaraan diperkirakan berasal dari penyusutan harga aset.

Tak Punya Utang

Sementara itu, nilai tanah dan bangunan tidak mengalami perubahan. Pada dua periode pelaporan, aset tanah dan bangunan Abdul Mu’ti tetap berada di angka Rp14.472.800.000 yang tersebar di Tangerang Selatan, Semarang, dan Kudus.

Laporan LHKPN juga menunjukkan tidak terdapat surat berharga maupun catatan utang dalam dua periode pelaporan tersebut.

Data LHKPN memperlihatkan perubahan komposisi kekayaan Abdul Mu’ti didominasi peningkatan kas dan aset bergerak, sementara nilai kendaraan mengalami penyesuaian seiring usia aset.***

Sosok Abdul Mu;ti

Abdul Mu’ti lahir 2 September 1968) berkarir sebagai seorang akademisi pendidikan Islam Indonesia yang diangkat menjadi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah sejak 21 Oktober 2024.

Pada 1993, Abdul Mu’ti memulai karier sebagai dosen tetap pegawai negeri sipil di IAIN Walisongo hingga 2013. Pada 2014, ia berpindah menjadi dosen di UIN Syarif Hidayatullah.

Di organisasi Muhammadiyah Abdul Mu’ti tercatat sebagai anggota sejak tahun 1994 dengan nomor anggota 750178. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah periode 2000-2002. Kemudian pada periode 2002-2006 menjabat sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah.

Ketika itu ia juga merangkap menjadi Sekretaris Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2005-2010.

Puncaknya ketika Abdul Mu’ti dipercaya sebagai Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2022-2027.

Pada 2011 Abdul Mu’ti diangkat menjadi Ketua Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah hingga 2017. Pada 2019, ia diangkat menjadi Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan, hingga dibubarkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim pada 2021.

Pada bulan Desember tahun 2020, Abdul Mu’ti sempat menolak jabatan sebagai sebagai wakil menteri pendidikan dan kebudayaan dengan alasan tidak ingin bergabung dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Abdul Mu’ti pernah menjadi bagian dari anggota Dewan Indonesia dan Amerika Serikat pada Agama dan Pluralisme, dan masyarakat eksekutif Konferensi Asia Agama untuk Perdamaian.

Sebagai aktivis Muhammadiyah yang tergolong moderat dan toleran ia merupakan seorang wakil sekretaris Agama Kontra Terorisme dan sekretaris Dewan Nasional Intelektual Muslim Indonesia. Nama Abdul Mu’ti diumumkan masuk ke dalam 200 daftar mubalig “Mubalig Indonesia” yang direkomendasikan Kementerian Agama pada Jumat 18 Mei 2018.

Pendidikan dasarnya ditamatkan di Kudus pada tahun 1986. Ia meraih gelar Sarjana dari Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang pada tahun 1991. Kemudian ia mengenyam dan menyelesaikan pendidikan Master di Universitas Flinders, Australia Selatan pada tahun 1996. Ia melanjutkan pendidikan Doktoralnya di UIN Syarif Hidayatullah dan menjadi Dosen serta Guru Besar di kampus tersebut. ***

Leave a Reply