Dalam 1 tahun pemerintah akan investasi di sekitar 34-35 mega proyek yang diproyeksi berdampak besar bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia 5 tahun ke depan. Dengan demikian, kata Yusril, target pertumbuhan ekonomi 8% bukan menjadi sesuatu yang mustahil tercapai.
“Dan kalau itu terjadi terus maka diharapkan betul-betul tahun 2045 itu Indonesia betul-betul berada pada posisi negara maju. Jadi pada posisi sekarang pun Indonesia sebenarnya telah naik ke tingkatannya itu menjadi kekuatan ekonomi sekitar nomor 6 di dunia dan saya kira dampaknya akan sangat besar,” tuturnya.
“Jadi walaupun penghematan dilakukan di sana-sini akan terasa setahun-dua tahun ini tapi dampak positifnya ke depan itu jauh lebih besar daripada mungkin sementara ini. Ya terpaksa biaya perjalanan dinas dikurangi, pembelian ATR di alat kantor dikurangi, seminar tidak perlu dan segala macam begitu,” tambah dia.
Adapun investasi terhadap 34 proyek itu ditentukan langsung oleh Prabowo, termasuk di antaranya proyek hilirisasi sektor mineral. Yusril menyatakan Indonesia ingin menghentikan ekspor bahan mentah dan beralih menjadi negara Industri.
“Jadi betul-betul kita ingin menghentikan ekspor bahan mentah yang betul-betul menuju negara industri. Walaupun ini tidak mudah tantangan ini,” tutupnya.
Yusril Ihza Mahendra hingga Menteri Hukum Supratman Andi Agtas mendampingi Presiden Prabowo bertemu dengan para hakim agung di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (20/2/2025).
Yusril mengatakan dia mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto yang memberikan pengarahan kepada para hakim.
“Saya juga belum tahu. Presiden akan bicara dengan para hakim dan memberikan pengarahan,” kata Yusril.
“Saya kira dalam hubungannya dengan lembaga-lembaga. Kita dengar nanti apa saja yang disampaikan,” ucapnya menambahkan.
Di sisi lain, Menteri Hukum Supratman juga mengatakan hal serupa. Ia mengaku hadir untuk mendampingi Prabowo.
“Mendampingi Presiden untuk laporan tahunan MA ya. Kami diminta mendampingi Presiden,” ungkap Supratman. (tim)












