Settia

Anies Baswedan Ucapkan Terima Kasih kepada Jokowi

Jakarta, EDITOR,- Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan tak kuasa menahan rasa harunya. Kakek yang amat dicintainya dan yang memeliharanya sejak kecil, Abdurrahman Baswedan alias AR Baswedan, menjadi salah satu Pahlawan Nasional diberi anugerah Presiden Joko Widodo (Jokowi) anugerah gelar Pahlawan Nasional.

Sebuah mimpi panjang yang dicita-citakan Anies Baswedan untuk menghormati dan membanggakan kebesaran nama kakeknya AR Baswedan. Baru ketika Jokowi menjabat sebagai Presiden, gelar pahlawan tersebut disematkan kepada kakeknya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengapresiasi pemerintahan Joko Widodo yang telah menganugerahi kakeknya, Abdurrahman Baswedan, gelar Pahlawan Nasional.

“Kami menyampaikan apresiasi. Sebab, proses ini sebenarnya dimulai 2010 diusulkan waktu itu,” ujar Anies di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Kamis (8/11/2018). Nama Abdurrahman Baswedan diusulkan Pemerintah Provinsi Yogyakarta.

Namun, baru di delapan tahun kemudian, pemerintah memberikan gelar tersebut.

“Pertama yang mengusulkan itu Provinsi DIY. Karena memang almarhum hingga akhir hayatnya menghabiskan waktu di Yogyakarta.

Kebetulan juga saya tinggal serumah dengan kakek mulai dari bayi sampai SMA,” ujar Anies.

Abdurrahman Baswedan lahir di Ampel Surabaya, Jawa Timur, 9 September 1908. Semasa hidupnya, AR Baswedan dikenal sebagai seorang nasionalis, jurnalis, pejuang kemerdekaan Indonesia, diplomat, mubalig, sekaligus sastrawan.

Pada masa kemerdekaan, pria yang wafat pada 16 Maret 1986 itu pernah menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha dan Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Pada masa kemerdekaan, AR Baswedan sempat masuk dalam kabinet yakni sebagai Wakil Menteri Muda Penerangan RI pada Kabinet Sjahrir. Selain itu ia diketahui pernah menjadi bagian dari Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BP-KNIP), Anggota Parlemen, dan Anggota Dewan Konstituante.

Salah satu prestasinya yang terukir di bidang diplomasi yakni menjadi diplomat pertama Indonesia dan berhasil mendapatkan pengakuan de jure dan de facto pertama atas eksistensi Republik Indonesia dari Mesir.

Jokowi lah yang sangat menghormati dan memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada kakek dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan,

Keputusan penganugerahan gelar pahlawan nasional itu termaktub dalam Keputusan Presiden Nomor 123/TK/2018. Keputusan itu ditandatangani Jokowi pada 6 November 2018 dengan pedoman Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.

Penganugerahan itu disambut baik Anies Baswedan yang mewakili kakeknya menerima anugerah itu. Menurutnya, kebijakan Presiden Jokowi ini menjadi penyemangat bagi dirinya dan generasi muda melanjutkan perjuangan.

“Saya sangat berterima kasih dan sangat bersyukur pak Jokowi menganugerahkan gelar pahlawan kepada kakek saya gelar ini akan menjadi penyemangat saya untuk melanjutkan perjuangan beliau,” ujar Anies disela-sela menghadiri pemberian anugerah gelar pahlawan kepada kakeknya AR Baswedan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (8/11/2019).

Usai menerima penganugerahan gelar pahlawan nasional pada kakeknya dari tangan Jokowi, Anies bercerita bahwa ia tumbuh menjadi remaja di bawah asuhan AR Baswedan.
Ia menghabiskan waktu itu hingga duduk bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) di Yogyakarta. Anies mengungkapkan banyak pengalaman dan pelajaran yang bisa diambil saat tinggal bersama kakeknya itu.

Anies mengenang bahwa AR Baswedan adalah orang yang memang mencintai Indonesia luar biasa dalam semua pikirannya, langkahnya, tindakannya//

Selain kakek Anies, enam sosok yang dianugerahkan pahlawan nasional oleh Presiden Jokowi lima orang lainnya adalah mantan Menteri Pekerjaan Umum Pangeran Mohammad Noor, pejuang dari Sulawesi Barat Agung Hajjah Andi Depu, dan Pendiri Perguruan Tinggi Islam Al Khairiyah Citangkil, Kota Cilegon, Brigjen TNI (Purn) KH Syam’un.

Tokoh lainnya yang dianugerahi Pahlawan Nasional ialah Jaksa Agung periode 1945-1946 Kasman Singodimedjo yang juga menjabat Menteri Muda Kehakiman pada Kabinet Amir Sjarifuddin II serta Ahli Strategi Perang melawan Belanda di Bangka Belitung, Depati Amir. (tim)

Leave a Reply