Jakarta, EDITOR.ID,- Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI Angga Raka Prabowo menegaskan bahwa pemerintah menolak dan mengecam berbagai bentuk intimidasi, teror atau ancaman fisik maupun digital terhadap warga negara, termasuk kepada konten kreator dan aktivis yang menyuarakan kritik.
“Pemerintah dengan tegas menolak dan mengecam segala bentuk intimidasi, ancaman atau teror terhadap warga negara termasuk terhadap konten kreator, aktivis maupun siapa pun yang menyampaikan kritik,” kata Angga dalam keterangan yang dikonfirmasi Antara di Jakarta, Jumat.
Hal tersebut disampaikan Angga terkait ancaman dan teror ke konten kreator dan pemengaruh (influencer) yang dialami Ramon Dony Adam atau Dj Donny, Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia Iqbal Damanik, Sherly Annavita, hingga Chiki Fawzi. Aksi teror itu terjadi di kediaman pribadi mereka.
Angga memastikan bahwa pemerintah menjamin kebebasan berpendapat terhadap warga negara.
Hal itu karena kebebasan berpendapat merupakan hak konstitusional yang dilindungi oleh Undang-Undang, yakni melalui Pasal 28E ayat (3) Undang-Undang Dasar (UUD)1945.
“Kebebasan berpendapat adalah hak konstitusional dan dilindungi oleh undang-undang,” tegas Angga.
Di tengah menguatnya ruang digital sebagai arena kritik publik, pernyataan pemerintah ini menjadi penegasan bahwa perbedaan pandangan tidak boleh dibalas dengan teror.
Negara, tegas Angga, berkewajiban memastikan rasa aman bagi setiap warga yang menyampaikan pendapatnya—baik di ruang fisik maupun di jagat maya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, influencer Ramon Dony Adam, yang akrab disapa DJ Donny melaporkan ke polisi adanya aksi teror yang terjadi rumahnya. Aksi yang dilakukan orang tak dikenal tersebut terjadi dua kali.
Pada Senin (29/12), ia menerima kiriman bangkai ayam. Dua hari berselang, Rabu (31/12) dini hari, kamera pengawas merekam seseorang melemparkan bom molotov ke kediamannya.
Dia menyebutkan teror itu sudah terjadi dua kali. Pertama, pada Senin (29/12) dan yang kedua, pada Rabu (31/12) dini hari.
“Jadi, kemarin saya dapat teror, dikirim bangkai ayam ke rumah saya. Lalu, semalam jam 3.00 WIB, di CCTV (kamera pengawas) terekam orang melempar molotov ke rumah saya,” kata Donny saat ditemui di Polda Metro Jaya, Rabu (31/12/2025).
Menurut dia, tindakan tersebut tidak hanya merugikannya, namun sudah mengancam keamanan keluarga dan juga orang-orang di sekitarnya.
“Teror ini bukan hanya merugikan saya, tapi juga mengancam keselamatan keluarga dan lingkungan sekitar,” ujar Donny saat ditemui di Polda Metro Jaya. Ia juga mengaku kerap menerima ancaman melalui telepon dan pesan media sosial.
Selain dua teror itu, dia juga mengaku seringkali menerima teror dan ancaman melalui telepon maupun pesan di media sosial.
Kasus serupa dialami Sherly Annavita, yang mobilnya dicoret-coret orang tak dikenal. Kemudian, Chiki Fawzi mendapat ancaman digital. Para pemengaruh tersebut mengaku mendapat teror setelah menyampaikan kritik terhadap penanganan bencana di Aceh dan Sumatera oleh pemerintah. ****












