Jakarta, EDITOR.ID,- Pengamat perbankan dan keuangan Andri Tedjadharma mengingatkan anjloknya rupiah pada level Rp17.000 per dolar dan pinjaman luar negeri yang membengkak hingga Rp7,000 triliun lebih menjadi sinyal ancaman perekonomian nasional sedang tidak baik-baik saja.
“Kalau utang BI saja sudah Rp7.300 triliun dan utang pemerintah Rp10,000 triliun, belum lagi utang luar negeri BUMN, belum lagi utang pensiun karyawan, ini jadi alarm ekonomi Indonesia sedang terpuruk, saya sangat sedih sekali, melihat kondisi negeri ini disaat utang luar negeri membengkak, pejabatnya masih suka foya-foya dan korupsi, tidak ada sedikitpun kepekaan sosial untuk hidup berhemat,” ujar Andri Tedjadharma dalam keterangannya kepada EDITOR.ID di Jakarta belum lama ini.
Menurut Andri, banyak koruptor bekerja sama dengan oknum pengusaha melakukan korupsi, membobol uang negara. Setelah terbongkar mereka tinggal kabur ke luar negeri.
“Eh dia pikir enak, kabur. Nggak tahunya uangnya di luar negeri diblokir. Baru tau rasanya pertanggung jawabannya kepada Sang Pencipta, padahal di hati kecil mereka mengetahui dia telah salah. Tapi karena malu dan gengsi mereka akan mencari segala cara untuk menghindar, kita lihat nasib nya kelak,” katanya.
Kemandirian Bangsa
Andri Tedjadharma menyerukan agar rakyat Indonesia bersatu bersama untuk membangun kemandirian bangsa dan mengurangi ketergantungan dari negara lain atau luar negeri. Caranya, pejabat dan birokrat lakukan penghematan besar-besaran agar negara memiliki kemampuan untuk memulihkan keadaan.
Andri Tedjadharma juga memuji dan mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto untuk membangun kemandirian bangsa di era pemerintahannya. Diantaranya membuka lahan pertanian baru untuk kemandirian pangan. Juga membangun kemandirian energi dengan mengurangi ketergantungan impor BBM dari luar negeri dengan membangun kilang-kilang minyak baru dan memberdayakan energi terbarukan.
“Semua harus dimulai dari sekarang,” ujar Andri mantan bankir besar di era tahun 1990an.
Rupiah Anjlok Lagi Rp17.000 per Dolar
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali anjlok pada Senin (16/3/2026). Berdasarkan data Bloomberg pukul 14.34 WIB, kurs rupiah tembus ke Rp17.000 per dolar AS.
Rupiah terdepresiasi sebesar 0,25 persen ke posisi Rp17.000. Pergerakan ini melanjutkan tren negatif dari penutupan Jumat (13/3/2026) yang berada di level Rp16.958 per dolar AS.
Utang Luar Negeri Naik Jadi Rp7.389 Triliun per Januari 2026
Sebagaimana diketahui Bank Indonesia (BI) melaporkan Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia meningkat pada Januari 2026 menjadi 434,7 miliar dolar AS atau setara Rp7.389 triliun. Angka ini tumbuh 1,7 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
“Perkembangan ini terutama dipengaruhi oleh ULN sektor publik,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya, Senin (16/3/2026).
Pada Januari 2026 posisi Utang Luar Negeri pemerintah tercatat sebesar 216,3 miliar dolar AS, sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada Desember 2025 sebesar 5,5 persen (yoy).
Perkembangan Utang Luar Negeri pada Januari 2026 tersebut dipengaruhi oleh penarikan pinjaman luar negeri untuk mendukung pelaksanaan program dan proyek pemerintah serta aliran masuk modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional seiring dengan tetap terjaganya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.
Demokrasi Ala Barat
Terkait soal demokrasi yang berkembang di Indonesia, Andri menyoroti sudah salah kaprah dan telah meninggalkan roh daripada demokrasi Pancasila. Saat ini Indonesia menganut demokrasi kebebasan bergaya ala Barat yang mendewakan individu memiliki hak tak terbatas. Sementara kepentingan bersama mulai dilupakan.
Andri mengatakan demokrasi membuat tercipta nya raja kecil. Ia menilai reformasi 98 adalah kemenangan blok barat. Sedangkan demokrasi yang paling demokrasi di dunia adalah musyawarah untuk mufakat.
“Yang tidak meninggalkan dan menghilangkan kelas sekecil apa pun, tidak mengenal mayoritas dan minoritas itu lah Pancasila yang didapatkan jadi piagam dunia,” katanya. ***












