Jakarta, EDITOR.ID,- Usai diberi amanah oleh Presiden Prabowo Subianto, Sudaryono langsung gerak cepat membenahi tata kelola Badan Gizi Nasional (BGN). Bagi pegawai yang coba-coba melakukan tindakan koruptif dan jual beli titik dapur MBG, Mas Dar, demikian Sudaryono akrab disapa akan menindak tegas tanpa ampun dan tanpa pandang bulu.
Terbukti baru beberapa jam menjabat Kepala BGN Sudaryono sudah bertindak tegas dengan memecat 261 pegawai non-aparatur sipil negara (ASN). Mereka dipecat karena bekerja tidak disiplin, berperilaku koruptif dan bermasalah karena melakukan pelanggaran.
Kepala BGN Sudaryono menjelaskan pemberhentian tersebut sebagai bentuk bersih-bersih lembaga tersebut yang terdiri dari 224 pegawai non-ASN dan 37 tenaga ahli. Adapun mayoritas pegawai non-ASN tersebut diberhentikan karena pelanggaran tidak disiplin.
“Kami mencoba untuk bersih-bersih yang melanggar kami berikan sanksi dan hari ini kami beri pengumuman bahwa per hari ini kami telah memberhentikan 261 pegawai non-ASN yang terdiri dari 224 pegawai non-ASN dan 37 tenaga ahli,” ujar Sudaryono dalam konferensi pers di kantor BGN, Jakarta Pusat, Senin (27/7/2026).
Sudaryono juga mengungkapkan pihaknya telah memproses sebanyak 48 pegawai ASN dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang bermasalah.
Secara rinci, sebanyak 39 pegawai ASN dikenai hukuman disiplin ringan berupa sanksi mutasi dan demosi, sedangkan 9 lainnya dikenai disiplin berat berupa sanksi pemecatan.
“Kami telah memproses ada temuan 9 melakukan pelanggaran berat atau disiplin berat. Ini adalah ASN dan P3K dan besar kemungkinan yang bersangkutan akan kami proses pemecatan. Dan ditemukan 39 disiplin ringan yang kemudian akan kami mutasi, kami demosi. Dan kami akan berikan sanksi administrasi maupun sanksi peringatan,” bebernya.
Lebih lanjut, ia membeberkan pegawai ASN dan PPPK yang diberhentikan tersebut melakukan beberapa pelanggaran, seperti terlibat judi online dan korupsi.
“Untuk hukuman ASN dan PPPK itu adalah ada yang ada yang judi online, ada juga yang tidak disiplin, ada juga yang ada indikasi ngentit-ngentit (bahasa jawa:ambil-ambil dikit) duit. Jangan dipikir ngentit duit sedikit itu kemudian (kami) enggak tahu,” tegas Mas Dar.
Mas Dar yang pernah belajar manajemen dan bekerja di Jepang ini membawa budaya dan etos kerja yang profesional dan berintegritas. Mas Dar adalah salah satu orang kepercayaan Presiden Prabowo Subianto yang berkarakter cemerlang. Lulusan Sekolah Taruna Nusantara ini pernah belajar ke negeri Jepang. ****












