Jakarta, EDITOR.ID,- Gempa bumi berkekuatan M 7,7 mengguncang wilayah selatan Mindanao, Filipina. Gempa bumi berkekuatan besar itu mampu meruntuhkan sejumlah bangunan di wilayah Midanao, Filipina Selatan. Dilaporkan ada 4 orang tewas dalam musibah gempa tersebut.
Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menyebut gempa Filipina terjadi sekitar pukul 07.37 waktu setempat dengan. Pusat gempa berada di kedalaman 35 kilometer sebelah barat Provinsi Sarangani, Pulau Mindanao.
AFP melaporkan insiden ini membuat banyak bangunan runtuh dan rusak barah.
“Banyak bangunan yang terkena dampak, tetapi saya tidak dapat menyebutkannya sekarang karena kami sedang sibuk dengan operasi penyelamatan yang sedang berlangsung” ujar Sersan Mayor Robert Dagon dari Kepolisian General Santos kepada AFP.
Detik-Detik Bangunan Runtuh Akibat Gempa Filipina
Melansir dari akun X, banyak bangunan runtuh akibat gempa berskala besar di Filipina.
Lewat akun X @AZ_Intel, sebuah bangunan bertingkat tiga runtuh seketika saat gempa Filipina terjadi.
“Runtuhnya bangunan Jolliebee di General Santos, Filipina setelah gempa bumi dahsyat. Belum ada kabar mengenai korban jiwa ” tulisnya dikutip Senin, 8 Juni 2026.
Dalam rekaman lainnya, sebuah bangunan sekolah di Filipina runtuh akibat gempa hingga membuat kepanikan murid.
“Gedung sekolah Matanao National High School di Davao runtuh setelah gempa M7.8.” tulis akun X @infogempadunia.
Beruntungnya dalam insiden tersebut tidak ada korban jiwa, sebab para siswa sedang berada di area terbuka untuk upacara bendera ketika gempa terjadi.

Gempa Ikut Dirasakan di Indonesia
Gempa tektonik ikut dirasakan di sejumlah wilayah Indonesia, warga yang tinggal di sekitar Kepulauan Sangihe dan Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Tidore dan beberapa wilayah.
Sejumlah rumah milik warga di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara (Sulut), dilaporkan rusak parah.
Kerusakan akibat dampak gempa bumi dengan kekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah Pantai Selatan Mindanao, Filipina.
Selain dampak getaran, gempa ini juga berpotensi terjadinya tsunami di beberapa wilayah Indonesia, terutama di kepulauan Sulawesi Utara dan sebagian Kalimantan Timur.
Gempa ini juga membuat puluhan warga Tidore, Kepulauan Sangihe dan Kepulauan Talaud Sulawesi Utara mengungsi ke dataran yang lebih tinggi.
“Banyak warga dari Kelurahan Tidore, Kelurahan Tapuang dan di pesisir pantai panik akibat gempa. Sekarang mereka mengungsi ke jalan Manganitu yang tinggi dari pesisir laut untuk menghindari potensi tsunami,” kata salah satu warga Sangihe, Jufry Dalita, dilansir ANTARA, Senin (8/6/2026).
Jufry yang juga PNS di lingkungan Pemkab Kepulauan Sangihe itu mengatakan gempa tersebut sangat terasa dan membuat warga berhamburan ke luar rumah. Ia mengajak warga untuk tetap tenang dan tidak panik.

“Memang gempa itu sangat terasa sekali di wilayah kepulauan kami, membuat warga berhamburan keluar rumah,” tandas pria tersebut.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto menyebut telah terjadi gempa magnitudo 7,7 di wilayah Pantai Selatan Mindanao, Filipina pada pukul 06.37.42 WIB.
“Hari Senin 08 Juni 2026 pukul 06.37.42 WIB wilayah Pantai Selatan Mindanao, Filipina diguncang gempa tektonik,” ujar Wijayanto, dalam keterangan yang dibagikan dalam grup percakapan ‘BMKG dan Stakeholders’ pada pukul 08.18 WITA di Manado.
Gempa bumi tersebut terletak pada koordinat 5,80° LU ; 125,14° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 244 Km arah barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara pada kedalaman 47 km.
Gempa tektonik tersebut, sebut Wijayanto diakibatkan subduksi lempeng.
“Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng,” ujarnya.
Wilayah yang diguncang gempa tektonik dengan update magnitudo M 7,7, antara lain Pantai Selatan Mindanao, Filipina. Gempa ini memicu adanya peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah di Indonesia.
Sejumlah Rumah di Talaud Rusak Parah Diguncang Gempa
Dilansir detikSulsel, Senin (8/6/2026), Basarnas Manado dan BPBD Sulut berkoordinasi guna memantau dampak gempa. Basarnas melaporkan sejumlah rumah mengalami rusak parah.
“Iya ada (laporan kerusakan) di daerah Talaud. Ada rumah warga,” ujar Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Manado, Nuriadin Gumeleng.
Selain rumah warga, Basarnas Manado juga menerima laporan kerusakan rumah ibadah. Namun, laporan ini masih terus diverifikasi.
Selain di Talaud, Basarnas Manado juga menerima laporan kerusakan di wilayah kepulauan lainnya di Sulut. Pihaknya bersama BPBD Sulut terus memverifikasi laporan tersebut sembari mengimbau warga tetap waspada.
“Kami sosialisasi ke masyarakat ke wilayah terdampak untuk menyampaikan lebih berhati-hati karena statusnya (tsunami) belum dicabut. Kami masih memantau juga di pesisir kepulauan,” ujarnya. ***












