Teknisi Pesawat ATR 42-500 Berhasil Selamat dari Tragedi Maut, Kenapa Bisa? Ada Rahasia Tuhan

Nama Franky D. Tanamal sempat dikira sebagai salah satu korban oleh otoritas karena data manifes awal mencatat 11 orang, namun kemudian dikoreksi menjadi 10 orang setelah diketahui Franky batal berangkat.

Franky D. Tanamal adalah seorang teknisi yang selamat dari kecelakaan pesawat ATR 42-500 (registrasi PK-THT) yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan pada hari Sabtu, 17 Januari 2026.

Jakarta, EDITOR.ID,- Franky D. Tanamal, seorang teknisi berhasil selamat dari kecelakaan maut pesawat ATR 42-500 (registrasi PK-THT) yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan pada hari Sabtu, 17 Januari 2026. Nama Franky padahal tertulis di manifes penumpang pesawat. Dalam daftar yang beredar awal, terdapat 11 orang di pesawat.

Karena namanya tercantum di manifes, ia sempat dikira menjadi salah satu korban dalam tragedi tersebut sebelum pihak berwenang meralat data tersebut. Jumlah penumpang pesawat dipastikan 10 orang, bukan 11 seperti data awal.

Namun belakangan terungkap Frangky ternyata tidak ikut rombongan terbang. Kenapa bisa terjadi. Semua itu sudah rahasia ilahi.

Franky selamat karena ia tiba-tiba membatalkan ikut terbang dengan ATR 42-500. Franky meminta izin kepada komandannya untuk tidak ikut terbang karena harus mengikuti kegiatan pelayanan di gereja pada hari tersebut. Dan keberadaannya dibuktikan lewat foto di media sosial.

Hal itu karena dia lebih mengutamakan pelayanan Gereja, meskipun namanya sudah terdaftar dalam manifes penerbangan.

Tragedi ini menjadi perhatian publik di awal tahun 2026, dan kisah Franky dianggap sebagai sebuah keajaiban karena keputusannya memprioritaskan ibadah menyelamatkan nyawanya.

Kisah ini viral setelah dibagikan oleh sahabatnya sebagai bentuk rasa syukur atas perlindungan Tuhan yang membuat Franky terhindar dari kecelakaan maut tersebut.

Pesawat ATR 42-500 dikabarkan hilang kontak dan ditemukan jatuh setelah menabrak lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Nama Franky D. Tanamal sempat dikira sebagai salah satu korban oleh otoritas karena data manifes awal mencatat 11 orang, namun kemudian dikoreksi menjadi 10 orang setelah diketahui Franky batal berangkat.

Pesawat yang mengalami kecelakaan tersebut dioperasikan oleh Indonesia Air Transport (IAT), bukan Trigana Air (yang pernah mengalami insiden berbeda di masa lalu).

Berdasarkan keterangan rekannya, Rumoton Sitanggang, Franky sempat menyampaikan bahwa sebelum berangkat, pesawat sebenarnya dalam kondisi layak terbang dan kecelakaan tersebut murni merupakan musibah. (*)

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Lukman F Laisa memastikan bahwa pesawat ATR 42-500 membawa 10 orang. Tujuh orang kru pesawat dan tiga penumpang dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Daftar Penumpang Pesawat ATR 42-500

Berikut daftarnya :

Penumpang :

  1. Ferry Irawan : analis kapal pengawasa

  2. Deden Mulyana : pengelola barang milik negara

Leave a Reply