Bentuk Lucu Patung Macan Putih Kini Justru Jadi Ikon Wisata Kediri, Diserbu Ratusan Warga

Setelah Patung Macan Putih Viral Terbitlah CFD Rutin Setiap Hari Minggu. Patung Macan Putih Kediri Jadi Wisata Baru, Warga Ramai Foto Dan Muncul Pasar Kaget Patung Macan Putih Kediri jadi Wisata Baru, Warga Ramai Foto dan Muncul Pasar Kaget

Lokasi di sekitar patung macan putih seperti pasar kaget karena bermunculan beragam jenis usaha. Ini mulai dari penjualan makanan dan minuman hingga balon berbentuk mirip patung macan putih tersebut. Selain itu, gambar macan putih juga digunakan pada berbagai suvenir, seperti kaos.

Kediri, EDITOR.ID,- Awalnya patung Macan Putih viral di media sosial karena bentuknya yang aneh dan tak menyerupai binatang harimau yang sesungguhnya. Patung Macan Putih ini tak berwibawa. Bentuknya malah lucu seperti Kuda Nil.

Meski bentuknya aneh dan lucu, aura patung Macan Putih justru menyedot perhatian warga. Kini lokasi berdirinya patung menjadi pusat wisata baru Kota Kediri, Jatim. Ratusan warga berbondong-bondong berdatangan untuk sekedar melihat patung Macan Putih. Tak jarang mereka juga mengabadikan patung Macan Putih dan berselfie ria.

Jika dulu ramai karena bentuknya yang dianggap lucu, kini patung tersebut justru menjadi ikon baru kota Kediri. Area sekitar patung kini dimanfaatkan sebagai lokasi Car Free Day (CFD) di hari Minggu.

Pemerintah desa dan masyarakat akhirnya berinisiatif mengadakan Car Free Day (CFD) perdana di kawasan tugu Patung Macan Putih di pertigaan Desa Balongjeruk, Kec. Kunjang, Kediri, pada Minggu, 4 Januari 2026. Inisiatif ini diambil untuk mengakomodasi antusiasme pengunjung dari berbagai daerah sekaligus menata aktivitas ekonomi lokal.

Penggagas CFD atas inisiatif Kepala Desa Balongjeruk, Safi’i, didorong setelah patung tersebut menjadi viral dan menarik perhatian publik.

Lokasi di sekitar patung macan putih seperti pasar kaget karena bermunculan beragam jenis usaha. Ini mulai dari penjualan makanan dan minuman hingga balon berbentuk mirip patung macan putih tersebut. Selain itu, gambar macan putih juga digunakan pada berbagai suvenir, seperti kaos.

Terlihat pedagang menjual kaos bergambar macan putih yang disambut antusias oleh warga. Banyak orang tampak membeli kaos tersebut.

Tak hanya kaos, macan putih juga dibuat dalam bentuk boneka. Banyak warganet memuji pembuat patung, Mbah Suwari, karena karyanya dinilai membawa manfaat dan rezeki bagi masyarakat sekitar.

“Day 1 CFD Patung Macan Putih Balongjeruk,” tulis akun TikTok @dibalikkeseharian.

CFD selanjutnya menjadikan acara rutin diadakan untuk memfasilitasi antusiasme warga lokal dan pengunjung luar daerah yang penasaran dengan patung viral tersebut, sekaligus mendorong perekonomian UMKM lokal.

Fenomena viralnya Patung Macan Putih Buatan Suwari telah mengubah kawasan tersebut menjadi pusat ekonomi baru bagi warga setempat.

Kegiatan CFD di lokasi ini diadakan secara rutin setiap hari Minggu pagi, berlangsung dari sekitar pukul 06.00 WIB hingga 09.00 WIB atau 10.00 WIB.

Warga memanfaatkan area bebas kendaraan ini untuk berolahraga, berjalan santai, atau berswafoto di lokasi patung Macan Putih yang Viral.

Kehadiran CFD telah menciptakan kawasan ekonomi baru dengan banyaknya UMKM dan pedagang lokal yang berjualan di sekitar lokasi.

Viralitas patung yang sempat disebut mirip zebra hingga kudanil ini justru menarik ratusan pengunjung hingga luar daerah seperti Surabaya. Hal ini menghidupkan sektor UMKM dan pedagang kaki lima di sekitar lokasi.

Meskipun awalnya menuai pro-kontra terkait bentuk visualnya, warga dan pemerintah desa sepakat untuk tidak membongkar patung tersebut dan justru melestarikannya sebagai ikon desa.

Patung ini dibangun oleh seniman lokal bernama Suwari dalam waktu 18 hari menggunakan dana pribadi Kepala Desa Balongjeruk, Safi’i, sebesar Rp3,5 juta (bukan dana desa).

Seiring meningkatnya kunjungan, warga kini mengusulkan agar CFD di area Patung Macan Putih ini dijadikan agenda rutin setiap Minggu. ****

Leave a Reply