Dibalik Operasi Rahasia Pasukan Elit AS Sukses Tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Ada Pengkhianat?

Keberhasilan misi ini sangat bergantung pada sumber di dalam pemerintahan Venezuela yang melacak lokasi dan pergerakan Maduro secara real-time. Informasi ini mencakup detail intim tentang kebiasaan, rute perjalanan, dan lokasi peristirahatan Maduro, yang sering berpindah-pindah di antara enam hingga delapan lokasi.

Pasukan Elit AS, Delta Force (Ilustrasi)

Jakarta, EDITOR.ID,- Operasi klandestein super rahasia pasukan elit Amerika, Delta Force sukses menangkap dan membawa Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Operasi senyap ini mencuri perhatian publik. Kenapa secrets operation ini tak mampu dicegah pasukan pengaman Presiden Venezuela yang dikenal ketat dan berlapis. Apakah ada “orang dalam” sebagai pengkhianat?

Amerika Iming-Imingi Hadiah Uang 50 Juta Dolar untuk Info posisi Maduro

AS sendiri telah menawarkan hadiah $50 juta untuk informasi yang mengarah pada penangkapan Maduro, yang kemungkinan besar memotivasi pengkhianatan internal. Mereka tergiur dengan hadiah uang yang sangat fantastis itu.

Pastinya pasukan AS memiliki “kunci” atau akses informasi kritis dari dalam yang meniadakan sebagian besar sistem keamanan eksternal Venezuela.

Sistem keamanan, Paspampres, dan intelijen Venezuela seakan “tidak berfungsi” karena adanya penargetan yang sangat presisi berdasarkan informasi internal, bukan karena kurangnya kemampuan militer secara umum.

Penangkapan Nicolás Maduro terbilang berlangsung sangat cepat dan Efisien.

Menurut laporan media AS yang merinci “Operation Absolute Resolve”, operasi yang dilakukan oleh unit elit Delta Force Angkatan Darat AS dan didukung oleh tim FBI Hostage Rescue Team (HRT) serta kekuatan udara yang luas, berhasil karena beberapa faktor.

Diantaranya AS telah melakukan operasi intelijen klandestin selama berbulan-bulan di Venezuela, termasuk agen CIA yang beroperasi tanpa perlindungan diplomatik.

Keberhasilan misi ini sangat bergantung pada sumber di dalam pemerintahan Venezuela yang melacak lokasi dan pergerakan Maduro secara real-time. Informasi ini mencakup detail intim tentang kebiasaan, rute perjalanan, dan lokasi peristirahatan Maduro, yang sering berpindah-pindah di antara enam hingga delapan lokasi.

Pasukan Delta Force berlatih untuk misi ini selama berminggu-minggu, menggunakan maket skala penuh dari kompleks kediaman Maduro di Fort Tiuna (pangkalan militer yang dijaga ketat) yang dibangun di Kentucky. Mereka berlatih menembus pintu baja yang menjadi bagian dari “ruang aman” (safe place) Maduro.

Operasi tersebut didukung oleh lebih dari 150 pesawat militer, termasuk drone siluman, jet tempur F-22 dan F-35, serta helikopter serang canggih untuk memastikan superioritas udara dan navigasi yang presisi dalam kondisi cuaca sulit. Lampu di Caracas bahkan dilaporkan dimatikan oleh AS selama serangan itu.

Serangan Digelar Dinihari Saat Maduro Tidur dengan Istri

Serangan dilakukan pada dini hari, saat Maduro dan istrinya sedang tidur. Pasukan AS bergerak sangat cepat, mendobrak masuk sebelum Maduro sempat menutup pintu ruang amannya yang berlapis baja. Seluruh operasi di darat berlangsung kurang dari setengah jam.

Meskipun tidak disebutkan secara spesifik, laporan intelijen yang tepat menunjukkan adanya kolaborasi tingkat tinggi dari dalam lingkaran pemerintahan atau militer Maduro.

Operasi “Absolute Resolve” Bergerak Kilat Tanpa Jejak

Operasi yang dinamai “Absolute Resolve” ini dilakukan melalui serangan kilat tengah malam di Caracas. Pasukan Delta Force dilaporkan membawa Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, keluar dari kediaman mereka dan menerbangkan mereka ke Amerika Serikat.

Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi penangkapan tersebut melalui media sosial, menyebut operasi tersebut sebagai serangan berskala besar yang “brilian”. Trump sebelumnya telah menjanjikan imbalan sebesar 50 juta dolar AS untuk penangkapan Maduro atas tuduhan terkait narkotika dan manipulasi pemilu.

Maduro dan istrinya tiba di New York menggunakan pesawat militer AS pada hari yang sama dengan penangkapannya. Ia kini terancam empat hukuman seumur hidup di bawah sistem hukum AS.

Situasi di Venezuela kabarnya saat ini memicu perayaan di kalangan diaspora Venezuela di berbagai negara, sementara di dalam negeri, warga dilaporkan bergegas membeli kebutuhan pokok dan BBM karena ketidakpastian politik.

Kepala Pentagon menyatakan bahwa Amerika Serikat kini memegang peran dalam mengendalikan masa depan politik Venezuela pasca-penangkapan tersebut.

Operasi Senyap Pasukan Elit Delta Force yang Disegani Dunia

Delta Force, yang secara resmi dikenal sebagai Resimen Operasi Khusus Angkatan Darat ke-1–Delta (1st SFOD-D), adalah unit kontra-terorisme elit dan sangat rahasia Amerika Serikat. Unit ini mengkhususkan diri dalam misi berisiko tinggi dan klandestin (rahasia) yang jarang diumumkan secara publik.

Meskipun sebagian besar operasi mereka tetap dirahasiakan, beberapa misi klandestin (atau yang pada awalnya bersifat rahasia dan kemudian terungkap).

Sifat dasar operasi Delta Force adalah kerahasiaan, dan banyak misi mereka tidak pernah dipublikasikan. Mereka beroperasi di bawah Komando Operasi Khusus Gabungan (JSOC) dan sering berkoordinasi dengan badan intelijen seperti CIA untuk operasi paling sensitif yang disetujui di tingkat tertinggi pemerintahan AS.

Operasi militer pasukan elite khusus AS Delta Force begitu mudahnya menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro, ternyata bukan sekadar skenario teoitis, kemudahan operasi tersebut dijelaskan oleh kombinasi intelijen ekstensif, perencanaan matang, dan kemungkinan adanya bantuan dari dalam Venezuela.

Deretan Keberhasilan Operasi Klandestein Pasukan Elit Delta Force

Berikut operasi Klandestin Delta Force yang tercatat antara lain:

1, Operation Eagle Claw (1980): Upaya penyelamatan sandera diplomat AS di Iran yang gagal, sebuah misi awal bagi Delta Force yang menyoroti perlunya koordinasi operasi khusus yang lebih baik.

2, Penyergapan Scud Hunt (Perang Teluk 1991): Operator Delta Force menyusup jauh ke wilayah Irak untuk menemukan dan menetralisir rudal Scud yang ditujukan ke Israel, membantu mencegah Israel memasuki perang.

3, Battle of Mogadishu / Operation Gothic Serpent (1993): Upaya untuk menangkap pemimpin milisi Somalia, Mohamed Farrah Aidid. Misi ini digambarkan dalam buku dan film Black Hawk Down.

4, Pengejaran Tokoh Penting (Global War on Terror): Delta Force sangat terlibat dalam perang di Afghanistan dan Irak, melakukan ratusan serangan rahasia untuk menangkap atau membunuh target bernilai tinggi, termasuk peran penting dalam penangkapan Saddam Hussein pada tahun 2003.

5, Operation Kayla Mueller (2019): Misi yang menewaskan pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi di Suriah. Misi ini melibatkan perjalanan rahasia melalui wilayah udara yang dikontrol oleh Irak, Rusia, dan Turki.

6, Operasi Penangkapan Pemimpin Kartel: Delta Force juga terlibat dalam penangkapan tokoh kriminal penting, seperti penangkapan kembali gembong narkoba Meksiko Joaquín “El Chapo” Guzmán pada tahun 2016. (*)

Leave a Reply