Duka Negeri ini, Sudah 921 Orang Meninggal dan 397 Orang Dilaporkan Hilang Akibat Bencana Sumatera

Presiden Prabowo Subianto bertolak langsung ke Kabupaten Tapanuli Tengah. Disana Presiden menemui rakyat korban banjir sekaligus mengecek langsung kondisi warga terdampak banjir dan tanah longsor di Sumatra untuk memastikan proses evakuasi dan penyaluran bantuan berjalan lancar.

Suasana Banjir Dilihat dari Atas Foto Instagram @PrabowoSubianto

Jakarta, EDITOR.ID,- Duka mendalam bagi bangsa dan negeri ini. Bencana banjir meluluhlantakkan daratan Aceh dan Sumatera. Ratusan rumah hilang tersapu air bah. Kabar terbaru, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 921 orang meninggal dunia. Sementara, 392 orang dilaporkan hilang.

Bencana banjir bandang dan tanah longsor datang tiba-tiba menerjang tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Sudah kering air mata duka ini. Penderitaan bagi rakyat Aceh dan Sumatera yang kehilangan ayah, ibu, anak dan sanak saudaranya.

Ratusan orang meninggal dunia. Data terbaru 921 orang meninggal dunia dan 392 hilang. Angka terbaru itu disampaikan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam rapat koordinasi bersama Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah kementerian/lembaga di Banda Aceh, pada Minggu (7/12/2025) malam.

“Bapak Presiden, per hari ini meninggal dunia 921 orang,” kata Suharyanto.

Selain korban meninggal, sebanyak 392 orang masih hilang kontak dan 975.079 orang mengungsi akibat bencana tersebut. Data tersebut sebagaimana dilaporkan pada tiga provinsi yang terdampak bencana.

Secara rinci, Suharyanto menjelaskan perkembangan korban di masing-masing daerah. Di Sumatera Utara, terdapat 329 orang meninggal dunia dan 82 orang hilang. Sementara di Sumatera Barat, korban meninggal mencapai 226 orang dan 213 orang masih hilang.

“Untuk Aceh, itu 366 orang meninggal dunia, hilang 97 orang, mengungsi 914.202 orang,” jelasnya.

Provinsi Aceh tercatat sebagai wilayah dengan jumlah pengungsi tertinggi. Ia menambahkan, Aceh masih terdapat dua kabupaten yang kondisinya cukup berat karena terisolasi, yakni Bener Meriah dan Aceh Tengah.

“Aceh untuk yang terisolir, yang masih cukup berat ada dua kabupaten, Bener Meriah dan Aceh Tengah,” pungkasnya.

Prajurit TNI Sedang Menyiapkan Masakan Buat Pengungsi Korban Banjir Foto : Instagram @PrabowoSubianto

Presiden Kunjungi Korban Banjir

Presiden Prabowo Subianto bertolak langsung ke Kabupaten Tapanuli Tengah. Disana Presiden menemui rakyat korban banjir sekaligus mengecek langsung kondisi warga terdampak banjir dan tanah longsor di Sumatra untuk memastikan proses evakuasi dan penyaluran bantuan berjalan lancar.

Sejak hari pertama, Presiden menginstruksikan seluruh instansi untuk bergerak cepat. Distribusi bantuan, termasuk bahan pangan, BBM yang sangat penting, serta pemulihan listrik dan layanan dasar, terus diperluas, terutama ke desa-desa yang sempat terisolasi.

Kapal besar kini sudah merapat di Sibolga, sementara pesawat Hercules dan helikopter dikerahkan setiap hari untuk menjangkau titik-titik sulit.

Presiden juga menyampaikan apresiasi atas kekompakan BNPB, TNI, Polri, Kementerian PU, dan pemerintah daerah, serta mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat solidaritas dan gotong royong bagi masyarakat yang terdampak.

Presiden turut menyampaikan duka cita mendalam bagi para korban, dan memberikan semangat solidaritas dalam menghadapi masa sulit ini. Pemerintah akan terus hadir, bekerja, dan memastikan pemulihan berjalan secepat mungkin. ***

Leave a Reply