Makan Siang Penuh Makna Jurnalis Senior Bersama Komjen Pol Purn Ahwil Lutan, Banyak Hal Dibuka

Dalam jamuan makan siang tersebut, Ahwil Lutan salah satunya mengisahkan saat dirinya diminta turun gunung ke Kecamatan Lintao Buo sebuah daerah di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Ahwil diundang sahabatnya Asri Hadi yang kini jadi jurnalis senior untuk memberikan bimbingan pencegahan peredaran narkotika. Bagaimana putra putrinya bisa terhindar dari bahaya narkotika.

Para Jurnalis Senior Makan Siang Bareng Komjen Pol Purn Ahwil Lutan Mantan Irwasum Polri dan Kepala BNN

Jakarta, EDITOR.ID,- Jajaran pengurus Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Media Digital Indonesia (DPN AMDI) kembali menggelar silaturahmi bersama Koordinator Tenaga Ahli Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Purn Ahwil Lutan. Pertemuan dibalut dalam makan siang bersama.

Hadir para pimpinan DPN AMDI yang juga jurnalis senior yang dipimpin Pemred Indonews.id Asri Hadi. Kemudian Ketum DPN AMDI SS Budi Rahardjo yang juga CEO Majalah Matra, Majalah Eksekutif dan HarianKami.com. Dalam pertemuan juga hadir Sekjen DPN AMDI Edi Winarto yang juga Pemred EDITOR.ID.

Makan siang sengaja digelar di Rumah Makan Padang Sederhana di bilangan Jalan Ampera Jakarta Selatan. Alasan memilih resto ini karena secara rasa, bumbu dan masakannya sangat bercita rasa asli Minang.

“Karena bumbunya benar-benar menciptakan rasa yang asli masakan Padang, saya kebetulan kenal dengan pemiliknya Haji Bustamam, pengusaha Minang asal Lintao Buo Tanah Datar yang sukses bisnis masakan Padang di Jakarta,” tutur Ahwil Lutan dalam perbincangan santai.

Pertemuan berlangsung dalam suasana santai, mencair dan berbagi informasi. Sebagai mantan petinggi Polri, terakhir menjabat sebagai Irwasum Polri, Komjen Pol Purn Ahwil Lutan banyak bercerita dan berbagi pengalaman mulai dari pengalaman karir di kepolisian, menjaga tubuh agar tetap bugar dan sehat dan banyak hal-hal dibalik berita yang tak bisa disampaikan.

Dalam jamuan makan siang tersebut, Ahwil Lutan salah satunya mengisahkan saat dirinya diminta turun gunung ke Kecamatan Lintao Buo sebuah daerah di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Ahwil diundang sahabatnya Asri Hadi yang kini jadi jurnalis senior untuk memberikan bimbingan pencegahan peredaran narkotika. Bagaimana putra putrinya bisa terhindar dari bahaya narkotika.

“Saat itu wilayah Lintao Buo sedang mengalami peningkatan pengguna narkoba, kami turun langsung bertiga, saya didampingi dua dokter berangkat ke Lintao Buo untuk memberikan penyuluhan pencegahan narkoba,” kata Ahwil.

Pengalaman yang membuat Ahwil terkesima adalah sambutan masyarakat disana sangat ramah dan antusias. Bahkan masyarakat Lintao Buo memasang spanduk besar bergambar Ahwil dan ucapan selamat datang. “Saya disambut sangat meriah disana, bahkan saya diundang makan di rumah setiap warga, saya sampai bingung,” ujar Ahwil.

Hingga Ahwil disambut orang terkaya di Lintao Buo. Beliau adalah Haji Bustamam pemilik Rumah Makan Padang Sederhana yang cabangnya telah tersebar luas dikota besar Jakarta, Surabaya, Bandung dan seluruh Indonesia.

Ahwil mengaku ia diundang makan oleh Haji Bustamam langsung makan bareng di rumahnya dengan santapan makanan khas Padang yang selama ini menjadi menu andalan resto Padang.

Asri Hadi sahabat dekat Jenderal Ahwil Lutan mengatakan, saat itu masyarakat Lintao Buo sangat bangga karena wilayah kecil yang hanya kecamatan namun dikunjungi oleh seorang Jenderal Bintang dari Tiga Jakarta.

“Pak Ahwil adalah satu-satunya polisi jenderal bintang tiga yang bersedia turun ke bawah bertemu dengan masyarakat untuk mensosialisasikan cara pencegahan narkoba,” kata Asri Hadi.

Keberhasilan acara tersebut berdampak sangat positif. Hingga Ketua Panitia yang mengundang Ahwil Lutan sukses terpilih sebagai Bupati Tanah Datar.

Komjen Pol Purn Ahwil Lutan juga bercerita bagaimana ia bisa menjaga tubuhnya tetap langsing dengan bobot 75 kg.

“Kuncinya jangan makan malam, tetap bergerak dan olah raga ringan, saya makan tidak ada pantangan, saya pagi dan siang tetap makan normal, tapi saya sudah tidak lagi makan malam sejak jam 5 sore, kalau benar-benar lapar saya hanya menyantap buah,” ujar Ahwil Lutan memberikan tips dan resep menjaga kebugaran tubuh.

Ahwil juga bercerita bagaimana ia bisa sehat dan panjang umur, yakni selalu bersyukur dan menerima apa yang diberikan Tuhan kepada dirinya termasuk karir dalam pengabdian di kepolisian.

Ia mengisahkan pernah dipanggil Kapolri sebagai pimpinannya dipindah tugas untuk menempati jabatan baru sebagai Gubernur PTIK. Tugas tersebut ia terima dan jalankan dengan penuh loyalitas dan dedikasi. Hikmah yang Ahwil Lutan dapat ia mendapat anugerah berupa kenaikan pangkat jenderal bintang dua atau Inspektur Jenderal.

“Saya tidak pernah memikirkan akan mendapat tugas dan jabatan dimana, saya mengikuti apa dan jalan hidup yang diberikan Tuhan kepada saya, semua saya jalani dengan penuh rasa syukur dan bahagia, tidak sekalipun saya kecewa dengan karir dan perjalanan hidup saya,” ujar purnawirawan jenderal yang wajah dan tubuhnya terlihat masih muda meski usianya sudah 79 tahun.

Penulis Edi Winarto

Leave a Reply