Wow Persebaya Terpilih Sebagai Lawan Klub Elite Borussia Dortmund Saat Tur ke Indonesia

Dalam rangka tur ke Asia, klub papan atas Bundesliga Jerman akan menggelar trofeo di Indonesia. Dan Persebaya Surabaya dipilih sebagai lawannya. Selain Persebaya, hanya Persib lawan Dortmund selanjutnya dari 18 kontestan peserta Liga-1 Indonesia

Baik Persib maupun Persebaya dinilai punya nilai-nilai suporter yang sama dengan Dortmund. Secara khusus Suresh Letchmanan menyinggung ‘Yellow Wall’, kelompok suporter Dortmund yang mendiami tribune berdiri sebelah selatan di Signal Iduna Park.

“Persib dan Persebaya sangat mirip gaya kedua klub fansnya. Suporter mereka sama seperti Dortmund yang berdiri di stadion (Yellow Wall). Itu sangat mirip dengan Dortmund. Kulturnya sangat mirip,” sebut Suresh.

Persebaya Merasa Bangga

Manajemen Persebaya menyambut positif kesempatan langka ini. Persebaya merasa mendapat kehormatan bisa dipertemukan klub besar di Bundesliga Jerman.

“Kami sudah terbiasa dengan situasi ini. Saya mewakili Persebaya sangat senang menjadi bagian dari event yang bersejarah ini karena kita tahu bersama Borussia dortmund salah satu tim besar di Jerman, di Eropa, mungkin di Dunia,” tutur Direktur Operasional Persebaya Candra Wahyudi.

“Mudah-mudahan nanti bisa memberi impact yang bagus, tidak hanya untuk persebaya, tapi juga untuk sepak bola Indonesia pada umumnya,” katanya lagi.

Persebaya menyambut kesempatan ini. Bajul Ijo berkesempatan menghadapi klub besar Jerman, bahkan Eropa untuk mengambil pengalaman dan pembelajaran.

Persebaya Surabaya harus pintar-pintar membagi waktu karena kompetisi Liga 1 2022 tetap jalan saat gelaran Piala Dunia nanti. Tapi kedua klub menyadari bahwa itu sudah menjadi konsekuensi ketika mendapat tawaran untuk menghadapi Dortmund.

Mengenang Arsenal Pernah Tanding di Gelora Tambaksari

Jika laga ini tergelar maka akan mengenang sejarah 42 tahun silam ketika klub legendaris kebanggaan arek-arek Suroboyo NIAC Mitra pernah bertemu raksasa Liga Inggris, Arsenal. Duel NIAC Mitra vs Arsenal sendiri berlangsung pada 16 Juni 1983 pada pukul dua siang. Pertandingan yang dihelat di Stadion Gelora 10 November itu, NIAC Mitra mampu mempecundangi The Gunners dengan skor 2-0.

Ditonton hampir 30.000 Torsedor (julukan suporter NIAC Mitra), mereka tampil kesetanan. Alhasil, Arsenal tak berkutik dan kalah berkat dua gol NIAC Mitra yang dicetak oleh Fandi Ahmad (37′) dan Djoko Malis (85′).

Kemenangan tersebut makin terasa spesial lantaran Arsenal tampil dengan pemain bintangnya. Sebut saja David O’Leary, Graham Rix, Pat Jennings, Alan Sunderland, Kenny Sansom, serta Brian Talbot, bermain sejak menit pertama. (tim)

Leave a Reply