Wajah Baru Kemenkeu, Masyita Crystallin Kenapa Dipilih Sri Mulyani?

Penunjukan Masyita memperkuat jajaran Kemenkeu menjadi perhatian publik. Karena namanya mendadak muncul sebagai Dirjen Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan, salah satu jabatan mentereng di Kemenkeu. Lantas siapa sosok Masyita.

Masyita Crystallin PhD, Sosok Dirjen Baru Kemenkeu Foto: Instagram @Masyita

Jakarta, EDITOR.ID,- Diantara 22 pejabat teras Kementrian Keuangan (Kemenkeu) yang dilantik Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada Jumat (23/5/2025) ada nama Masyita Crystallin. Ia dilantik sebagai Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Kenapa Masyita dipilih Ibu Ani, sapaan akrab Sri Mulyani menjadi orang kepercayaannya? Simak artikel dibawah ini

Meski sebelumnya sudah menjabat sebagai Staf Ahli Kemenkeu, Masyita Crystallin termasuk sosok baru di jajaran “atas” Kemenkeu. Ia menjadi salah satu dari 22 pejabat eselon I Kementerian Keuangan yang dilantik berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 83/TPA Tahun 2025 tentang pemberhentian dan pengangkatan dari dan dalam jabatan pimpinan tinggi madya di lingkungan Kemenkeu.

Penunjukan Masyita memperkuat jajaran Kemenkeu menjadi perhatian publik. Karena namanya mendadak muncul sebagai Dirjen Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan, salah satu jabatan mentereng di Kemenkeu. Lantas siapa sosok Masyita.

Masyita Crystallin diangkat Sri Mulyani karena memiliki jejak rekam yang tak kaleng-kaleng. Masyita m1emiliki pengalaman panjang dalam strategi di bidang ekonomi. Ia dikenal sebagai ekonom dengan rekam jejak panjang di bidang makroekonomi, fiskal, serta kebijakan iklim dan pembangunan berkelanjutan.

Karier dan Pengalaman

Sebelum dipercaya sebagai Dirjen, Masyita menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Kebijakan Fiskal dan Makroekonomi serta Perubahan Iklim. Ia juga memimpin Tim Analisis Kebijakan Energi di Kemenkeu.

Di level internasional, Masyita merupakan Sherpa untuk Coalition of Finance Ministers for Climate Action, di mana Sri Mulyani bertindak sebagai co-chair bersama Menteri Keuangan Belanda. Koalisi ini berperan strategis dalam mengintegrasikan kebijakan iklim dalam sistem keuangan global.

Selain itu, Masyita juga menjabat sebagai Juru Bicara sekaligus Ketua Kantor Dewan di Lembaga Pengelola Investasi Indonesia (Indonesia Investment Authority/INA). Ia juga duduk sebagai Komisaris di Indonesia Financial Group (IFG), holding BUMN sektor keuangan.

Sebelum bergabung dengan Kemenkeu, Masyita sempat menjadi Chief Economist DBS Indonesia. Dalam peran tersebut, ia memimpin analisis makroekonomi, fiskal, dan pasar keuangan. Ia juga pernah bekerja sebagai ekonom di tim Manajemen Makro-Fiskal Bank Dunia dan mendukung kerja-kerja Badan Kebijakan Fiskal Indonesia.

Pengalaman di pemerintahan juga mencakup posisi sebagai penasihat khusus kebijakan makroekonomi untuk Menko Kemaritiman, dengan fokus pada percepatan pembangunan infrastruktur dan pariwisata. Ia juga pernah tergabung dalam Tim Nasional Peningkatan Ekspor dan Investasi di bawah koordinasi Menko Perekonomian.

Pendidikan dan Latar Belakang Akademik

Masyita meraih gelar Ph.D di bidang Ekonomi, dengan spesialisasi Moneter Internasional dan Keuangan dari Claremont Graduate University, Amerika Serikat pada 2015.

Ia menyelesaikan gelar Master di Australian National University dalam bidang International Development Economics. Pendidikan sarjananya ditempuh di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, tempat ia juga pernah mengajar sebagai dosen. (tim)

Leave a Reply