Settia

Tuduhan Pemilu Curang Menyakitkan, KPPS Tak Terima

“Karena sejatinya merekalah garda depan pejuang demokrasi sesungguhnya. Tetapi, kenyataannya tidak. Mereka di-bully habis-habisan di media sosial oleh netizen. Dituduh curang dan partisan oleh salah satu peserta pemilu, ini sungguh menyesakkan kami,” katanya

EDITOR.ID, Jakarta,- Tuduhan Pemilu curang yang digembar gemborkan kubu pasangan 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sangat meyakitkan bagi 7,8 juta personel penyelenggara pemungutan suara (KPPS) yang tersebar di 800 ribuan tempat pemungutan suara (TPS).

Ketua KPPS di salah satu TPS Kecamatan Kebun Jeruk, Jakarta Barat, Bondan Arie Perdana mengaku emosi dan sedih.

“Tudingan kecurangan itu sangat tidak berperikemanusiaan, karena tuduhan ini juga berimbas pada kami petugas PPS dan rekan-rekan kami KPPS yang meninggal, apalagi keluarga petugas KPPS yang sedang dilanda duka justru menerima isu yang tidak sedap,” kata Bondan dengan nada meninggi karena emosi.

Dalam kesempatan ini Bondan ikut menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya rekan-rekan petugas KPPS diseluruh Indonesia.

“Saya sangat menyesalkan tudingan kepada KPU, mereka tidak memahami bagaimana perjuangan kami menyelesaikan penghitungan suara yang gak mungkin kami tinggalkan tanggungjawab itu di hari ‘H’,” kata Bondan Arie Perdana.

Lebih lanjut ia menyampaikan, “Sungguh Ironis pihak-pihak tertentu menuduh KPU curang, menurut saya itu tidak tepat, apalagi kita tahu banyak meninggalnya petugas TPS/KPPS, jujur saja saya katakan, kami sudah berjuang mati-matian dilapangan sampai dini hari, justru di tuduh curang,” kata Bondan.

Menurut Bondan gencarnya tuduhan curang yang dilakukan pihak tertentu kepada KPU yang motivasinya hanya ingin memecah belah bangsa ini sungguh tragis.

“Sangatlah tidak baik untuk pendidikan politik dan bernegara kepada masyarakat Indonesia. Pasalnya hal tersebut ditengah banyaknya petugas TPS/KPPS meninggal dunia diseluruh belahan Nusantara,” kata Bondan.

Senada dengan Bondan, Gandha Widyo Prabowo salah satu personel penyelenggara Pemilu 2019 tidak bisa menerima tuduhan tersebut. “Pake logika dong, kami masing-masing di TPS diawasi petugas pengawas dari Bawaslu, ada lebih dari 5 orang saksi, pemantau Pemilu independen, trus ada warga yang nonton langsung ditambah petugas keamanan, bagaimana kami bisa mencurangi suara,” katanya.

Menurut Gandha Widyo pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara di TPS pun dilakukan secara akuntabel dan transparan.

“Seluruh masyarakat bisa menyaksikan prosesnya mulai awal hingga akhir. Untuk menjamin rasa aman, TPS dijaga oleh petugas ketertiban TPS dan pihak kepolisian,” katanya sebagaimana dilansir dari detikcom.

Leave a Reply