Jakarta, EDITOR.ID,- Nama Ayu Puspita jadi perbincangan publik. Pasalnya usahanya Wedding Organizer telah melakukan penipuan dan menilep dana Rp16 miliar dari pembayaran 230 calon pengantin. Ujungnya acara pernikahan ratusan pasangan terancam gagal. Pasalnya duitnya sudah dihabiskan Ayu.
Polisi mencium adanya praktek money game atau “buka tutup lubang” perputaran uang klien. Ayu diduga memutarkan uang kliennya untuk mendapatkan keuntungan besar.
Uangnya dipakai membeli rumah mewah dan jalan-jalan ke luar negeri. Kini uang Ayu di rekening bank tinggal Rp463 ribu. Ia tak mampu mengembalikan uang yang dituntut para calon pengantin kliennya.
Kasus ini berawal saat Ayu Puspita menawarkan iming-iming paket Wedding Organizer sangat murah. Harga murah tersebut menarik perhatian para calon pengantin. Akibat tergiur harga murah sejumlah calon pengantin mengorder acara pernikahan menggunakan WO milik Ayu Puspita.
Ternyata acara resepsi pernikahan berubah menjadi mencekam dan berantakan. Karena katering tak juga datang. Ayu tak membayar katering sesuai pesanan kliennya.
Seorang korban, Satrio Yuda mengungkapkan, dirinya tergiur iming-iming bonus 14 gubukan makanan dalam satu paket pernikahan yang dipesannya dari WO Ayu Puspita.
Korban Tergiur Iming-Iming Harga Murah
Satrio mengaku awalnya tertarik dengan paket yang ditawarkan, karena harganya lebih murah dibanding WO lain.
Selain itu, setiap pembayaran termin disertai bonus tambahan.
“Kita diiming-imingi bonus-bonus yang lumayan banyak lah gitu. Dari total, jadi kan kita ada pembayaran itu ada tiga termin gitu. Jadi untuk termin pertama itu DP 50 persen, nah terus dari marketingnya itu biasanya WhatsApp,” kata Satrio di Polres Metro Jakarta Utara, Senin (8/12/2025).
Selain itu, setiap pembayaran termin disertai bonus tambahan.
“Kita diiming-imingi bonus-bonus yang lumayan banyak lah gitu. Dari total, jadi kan kita ada pembayaran itu ada tiga termin gitu. Jadi untuk termin pertama itu DP 50 persen, nah terus dari marketingnya itu biasanya WhatsApp,” kata Satrio di Polres Metro Jakarta Utara, Senin (8/12/2025).
“Untuk kalau mau pembayaran lagi nanti kita dapat beberapa bonus-bonus, jadinya banyak yang tergiur lah. Saya itu bonusnya sekitar 14 gubukan. Jadi kalau mungkin kalau dihitung secara yang lain lagi itu ya, 14 gubukan dengan harga Rp170 juta ya terhitung murah sih,” sambungnya lagi.
Satrio mengungkap, dirinya dan pasangan sudah membayar sekitar Rp147 juta dari total paket Rp 170 juta.
Menurut Satrio, sejak awal WO tersebut tampak meyakinkan karena aktif mengikuti pameran pernikahan di berbagai tempat.
Satrio dan pasangannya yang merupakan customer WO Ayu Puspita sedianya menikah pada 24 Januari 2026 di di Depok, Jawa Barat.
Ia mengaku pertama kali mengetahui adanya masalah dari pihak gedung yang mengabarkan kasus viral WO Ayu Puspita pada akhir pekan kemarin.
“Pihak gedung ini punya grup sesama venue. Mereka ngasih tahu bahwa WO Ayu Puspita ada masalah, makanan nggak datang pas acara salah satu pasangan,” kata dia.
Dari informasi yang tersebar di grup WhatsApp, disebutkan ada lebih dari 200 pasangan calon pengantin yang menjadi korban, dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp16 miliar.
Mempelai Jatuh Pingsan Karena Panik Saat Katering Tak Datang
Satrio juga menceritakan nasib korban lain yang pernikahannya digelar pada 6 Desember 2025.
Saat itu, pihak catering tidak datang, dekorasi setengah jadi, tamu sudah terlanjur hadir, hingga keluarga mempelai jatuh pingsan karena panik.
“Kebanyakan catering-nya nggak datang. Ada yang desainnya cuma setengah jadi. Tamu udah datang semua. Akhirnya ada yang pesan nasi padang sama makanan sekitar gedung,” ucapnya.
Saat ini, Satrio bersama para korban lain sudah membentuk grup komunikasi dan tengah melapor resmi ke Polres Metro Jakarta Utara.
Mereka berharap ada penyelesaian yang jelas dari pihak berwajib.
“Harapan saya sih semoga uang kami bisa kembali. Kalau nggak bisa kembali, minimal gimana caranya acara kami tetap bisa berjalan sebagaimana mestinya,” kata Satrio.
Polda Metro Jaya Ambil Alih Penyidikan
Saat ini, pelaku beserta sejumlah orang terdekatnya, termasuk suami dan tim marketing, masih menjalani pemeriksaan intensif. Kapolres Jakarta Utara, Kombes Pol Guruh Arif Darmawan, dalam konferensi pers singkatnya mengatakan, penyidikan telah ditingkatkan ke penyelidikan dan kemungkinan akan dilimpahkan ke Polda Metro Jaya.
“Modusnya sudah jelas, money game berkedok jasa wedding organizer. Kita akan usut tuntas, termasuk apakah ada pihak lain yang terlibat,” tegas Guruh.
Kasus ini menjadi pengingat pahit bagi calon pengantin untuk lebih cermat memilih vendor pernikahan. Paket harga miring seringkali menjadi umpan untuk menjebak korban dalam penipuan berkedok jasa profesional.
Ratusan Calon Pengantin Geruduk Rumah Ayu
Ratusan calon pengantin yang juga menjadi korban penipuan wedding organizer mendatangi kediaman Ayu Puspita sang pemilik di kawasan Cipayung, Jakarta Timur.
Salah satu korban penipuan WO Ayu Puspita bernama Samuel menyebut bahwa para korban beramai-ramai menggerebek Ayu Puspita dan suaminya di kediamannya di wilayah Jakarta Timur.
“Iya tadi siang Ayu Puspita, suami dan rekannya digerebek di wilayah Jakarta Timur,” kata seorang korban penipuan bernama Samuel sebagaimana dilansir dari Tribun, Minggu(7/12/2025).
Ayu Puspita memang sempat dilaporkan ke Polda Metro Jaya akan tetapi sudah dipulangkan lantaran pelapor hendak pergi berbulan madu.
“Sekarang dibawa ke Polres Jakarta Utara,” imbuhnya.
Saat Acara Pernikahan Katering Mendadak Tak Ada
Samuel diketahui menjadi korban penipuan wedding organizer Ayu Puspita saat menggelar acara resepsi pernikahan di Gedung Pelindo, Jakarta Utara pada Sabtu (6/12/2025).
“Saya korban yang sudah menikah di hari kemarin 6 Desember 2025,” ujarnya.
Ketika acara resepsi berlangsung tidak ada katering makanan dan minuman yang datang untuk menjamu tamu undangan. Akibatnya tamu yang datang ke acara resepsi pernikahan pulang cepat dan meninggalkan lokasi.
Padahal Samuel sudah membayar lunas sebesar Rp82 juta. “Aku lunas kak sekitar Rp 82 juta plus-plus,” kata dia.
Kapolres Jakarta Timur Turun Tangan
Kapolres Jakarta Timur, Kombes Pol Alfian Nurrizal membenarkan bahwa ada ratusan warga datang ke rumah pemilik WO bernama Ayu Puspita.
“Iya Minggu siang, yang bersangkutan dibawa warga ke Polres,” ujarnya.
Saat itu Kapolres mencoba menengahi dan menginterogasi owner Wedding Organizer Ayu Puspita.
“Saya akan mengusahakan untuk semuanya(korban penipuan) agar bisa dikembalikan hak-haknya,” ujar Kapolres.
Kapolres juga meminta seluruh korban penipuan bersabar dan tetap tenang serta tidak terpancing provokasi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Sabar-sabar warga yang jadi korban mohon bersabar kami akan mengusahakan,”ujarnya.
Ayu Puspita Ditangkap
Sejumlah pasangan yang menikah pada tanggal yang sama kemudian melaporkan acara mereka berantakan karena layanan katering yang dijanjikan tidak sesuai atau disediakan oleh pihak wedding organizer.
Video penangkapan owner Wedding Organizer bernama Ayu Puspita kemudian ramai di media sosial. Dikutip dari video Instagram @jabodetabek24 info banyak masyarakat yang terkena penipuan mengerubungi Ayu Puspita saat hendak masuk ke kantor Polda Metro Jaya pada Minggu(7/12/2025).
“Disini ada delapan orang yang kena tipu,” teriak seseorang yang menjadi korban penipuan.
Ayu Puspita juga sempat memberikan keterangan dalam video tersebut. Ayu dalam video itu terlihat mengenakan kerudung berwarna hitam dan kemeja lengan panjang bermotif garis-garis biru dan putih.
“Karena saya punya barang sendiri seperti untuk dekor saya jadi tidak pakai vendor, saya hanya bayar pekerjanya saja,” ujar Ayu Puspita.
Ayu Janji Akan Kembalikan Uang dari Jual Aset
Kepada ratusan massa yang menggeruduk, Ayu Puspita berjanji akan menjual aset rumahnya untuk mengembalikan uang klien calon pengantin.
Salah satu korban kemudian menanyakan nasib uang mereka yang telanjur dibayarkan ke WO. Ayu Puspita kemudian menjelaskan bahwa untuk mengumpulkan dananya lagi ia harus melakukan penjualan lagi barang-barang untuk event ke depannya.
“Kalau untuk uang saya untuk mengumpulkan dananya lagi ke depannya saya melakukan penjualan-penjualan jadi saya tidak pakai vendor mas jadi seperti itu,” kata Ayu. ****










