Simeulue Diguncang Gempa 5.4 SR Bikin Panik Pengungsi Korban Banjir Aceh, Takut Terjadi Megathrust?

Gempa keempat yang dirasakan di wilayah Simeulue di tengah banjir bandang dan longsor bencana ekologis Sumatera yang sedang berlangsung.

Gempa pada Selasa, (9 Desember 2025) dengan magnitudo (M) 5,4 mengguncang Simeulue pada siang hari

Jakarta, EDITOR.ID,- Wilayah Simeulue, Aceh kembali diguncang gempa dengan kekuatan 5.4 SR. Gempa yang keempat kalinya ini terjadi pada siang hari. Meski guncangannya tidak besar namun gempa ini sempat membuat panik pengungsi korban bencana Banjir bandang dan tanah longsor di Aceh. Warga takut dengan ancaman akan adanya gempa besar dan tsunami yang disebut gempa Megathrust.

Namun BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Gempa yang terjadi pada Selasa, (9/12/2025) menyebabkan kepanikan pengungsi korban banjir bandang dan bencana ekologis di Sinabang.

Dari situs BMKG memastikan gempa ini berasal dari zona Megathrust. Namun tidak berpotensi tsunami. BMKG menegaskan bahwa gempa tersebut adalah gempa keempat yang dirasakan di wilayah Simeulue di tengah bencana banjir dan longsor yang sedang berlangsung.

Diketahui bahwa Simeulue, Aceh sudah dikenal terletak di zona subduksi Megathrust yang sangat aktif dan rawan terhadap gempa bumi Megathrust.

Tercatat sudah terjadi beberapa gempa signifikan di wilayah ini, termasuk yang baru-baru ini bikin pengungsi korban banjir bandang bencana ekologis Sumatera panik, dan editor.id mengkonfirmasi kebenaran gempa tersebut ke BMKG, menurutnya benar dan gempa terjadi sebagai aktivitas Megathrust.

Berdasarkan catatan diperoleh dari BMKG, pernah terjadi gempa pada akhir November kemarin M 6,3 di Simeulue pada 27 November 2025, yang juga dikategorikan sebagai gempa megathrust oleh BMKG. Saat berlangsungnya gempa tersebut telah menyebabkan kerusakan bangunan dan melukai sejumlah orang.

BMKG mengingatkan penduduk yang berdomisili di lepas pantai barat Sumatera, khususnya rumah tinggal nya berada di segmen Nias-Simeulue hendaknya selalu waspada, dikarenakan di area tersebut adalah salah satu sumber gempa paling aktif di dunia, dan mengingatkan pengalaman sejarah terjadinya gempa di zona Megathrust yang dipastikan menelan banyak korban.

Sejarah Penting yang perlu diketahui wilayah-wilayah sudah ditandai memiliki sejarah seismik yang signifikan, termasuk gempa besar pada tahun 1907 (diperkirakan M 7.5-8.0) dan gempa Samudra Hindia 2004 (M 9.3) yang memicu tsunami yang sangat dahsyat.

Potensi terjadinya tsunami biasanya diawali dengan gempa Megathrust, hal itu akibat dari pelepasan energi di sepanjang batas lempeng, yang dapat menyebabkan pergeseran vertikal dasar laut dan seringkali memicu tsunami jika magnitudonya cukup besar. Namun demikian, tidak semua gempa Megathrust menghasilkan guncangan besar atau tsunami.

Masyarakat Simeulue diketahui memiliki kearifan lokal (“Smong”) berupa tradisi lisan yang mengajarkan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih tinggi setelah gempa kuat, hal tersebut terbukti pada peristiwa tsunami Aceh 2004 , penduduk Simeulue sigap menyelamatkan diri, sehingga banyak nyawa terselamatkan.

Meskipun berdasarkan catatan diperoleh dari BMKG bahwa gempa-gempa terkini tidak berpotensi tsunami. Akan tetapi para pakar gempa selalu mengingatkan dan meminta kepada seluruh warga Simeulue untuk tetap siaga dan meningkatkan kesiapsiagaan bencana.

Para pakar gempa pun tak lupa memberikan informasi mengenai jalur evakuasi disertai posisi titik kumpul darurat terkini yang posisinya baik itu di sekitar Sinabang ataupun di wilayah Simeulue lainnya. (*)

Leave a Reply