Serakah! Gaji di Pertamina Rp1,8 Miliar Tiap Bulan Masih Jadi Maling BBM Rp193,7 T

Meski gaji para petinggi Pertamina itu tinggi namun mereka tetap saja menggarong uang negara dalam kasus impor BBM. Sangat serakah sekali. Salah satu koruptor itu adalah Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan. Bos anak usaha Pertamina ini ditetapkan sebagai salah satu tersangka.

Petinggi Pertamina yang Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Tata Kelola Minyak Mentah Foto Dok Puspen Kejagung

Berdasarkan Laporan Keuangan 2023, total kompensasi yang didapat jajaran direksi dan komisaris PT Pertamina Patra Niaga jumlahnya mencapai US$19,1 juta dollar AS, atau setara Rp313 miliar dalam kurs Rp16.370 per dolar AS.

Jika kompensasi gaji tersebut dibagi secara merata untuk 7 anggota direksi dan komisaris, maka setiap orang akan menerima penghasilan sekitar US$1,36 juta atau sekitar Rp21,8 miliar per tahun atau Rp1,8 miliar per bulan.

Meski begitu, untuk nominal pasti gaji dirut Pertamina Patra Niaga ini juga masih belum diketahui. Pasalnya berdasarkan pedoman internal Pertamina, dimana gaji direktur lainnya adalah sebesar 85 persen dari gaji dirut.

Ini artinya nilai gaji per tahun yang diterima oleh Riva Siahaan sebagai Direktur Utama bisa jadi lebih dari Rp21,8 miliar.

Mantan Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), pernah mengungkapkan bahwa gaji Direktur Utama Pertamina bisa mencapai Rp500 juta per bulan.

Sementara itu, untuk tunjangan-tunjangan yang diterima oleh setiap anggota direksi Pertamina ini diantaranya:

  • THR: maksimal satu kali gaji per bulan per tahun
  • Tunjangan perumahan: sebesar 85 persen dari tunjangan perumahan dirut.
  • Asuransi purna jabatan: premi maksimal 25 persen dari gaji per tahun.
  • Fasilitas kendaraan dinas dan asuransi kesehatan, baik dalam bentuk pertanggungan atau penggantian biaya pengobatan.
  • Bantuan hukum jika diperlukan dalam kapasitas jabatan. (tim)

Leave a Reply