Sempat ‘Break’ Karena Pilkada, Seteru Dua Kubu Golkar Indramayu Kembali ‘Memanas’

Img 20201213 Wa0084

EDITOR.ID, Indramayu – Setelah sempat ‘break’ karena persiapan hingga pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) 9 Desember 2020 lalu, seteru dua kubu di DPD Partai Golkar (PG) Indramayu kembali ‘memanas’. Dua kubu yang berseteru, yakni kubu Syaefudin (versi Musda X 16 Juli 2020) dan kubu Daniel Mutaqien Syafiuddin (DMS), saling ambil ancang-ancang berebut kursi Ketua DPD PG.

Belum genap seminggu setelah kekalahan PG dalam Pilkada 9 Desember 2020 lalu, kubu Daniel Mutaqien Syafiuddin melalui Plt.Ketua DPD Partai Golkar Indramayu, Aria Girinaya dikabarkan mengajukan permohonan pelaksanaan Musda X kepada DPD Partai Golkar Jawa Barat yang dijadwalkan pada 16 Desember 2020 di Bandung. Girinaya, akan mengusung calon Ketua DPD Partai Golkar Indramayu yakni DMS.

Rencana kubu DMS tersebut mengundang reaksi kubu Syaefudin. Mereka menanggapi dingin permohonan Musda X Bandung yang diusulkan pada 16 Desember itu. Sedikitnya 18 Pimpinan Kecamatan (PK) menyatakan sikap menolak rencana Musda X versi Girinaya karena dinilai melampaui kewenangan DPP PG. Mereka beralasan, kisruh mengenai Musda X versi 16 Juli masih berproses di Mahkamah Partai (MP). Sehingga, kata mereka, usulan penyelenggaraan Musda X kubu DMS atau Girinaya melanggar ketentuan. “Agar tidak berkepanjangan, kami minta MP mengesahkan hasil Musda X tanggal 16 Juli 2020 lalu karena memiliki legitimasi yang jelas, ujar Ketua PK PG Kecamatan Arahan, Sastro Miharjo, Minggu (13/12).

Ia menambahkan, kekalahan cabup DMS dan cawabup Taufik Hidayat dalam Pilkada 9 Desember baru lalu merupakan dampak sengkarut DPP PG Indramayu yang tak kunjung usai. Oleh karenanya, sebagai bentuk kecintaan kepada PG seluruh PK menghendaki MP segera mengesahkan hasil Musda X kubu Syaefudin untuk menjaga soliditas PG. Oleh karenanya, 18 PK akan berjuang mempertahankan dan menyelamatkan kejayaan PG untuk agenda-agenda politik berikutnya. “Kalau keputusan yang dibuat Mahkamah Partai tidak berkeadilan, kami akan mendatangi Jakarta (demonstrasi). Semua kami lakukan karena cinta sama PG,” tambah dia.

Sekadar informasi Ketua DPD Partai Golkar terpilih hasil Musda X 16 Juli, Syaefudin, sebelumnya menjamin tidak akan ada dua kubu di tubuh Golkar Indramayu. Sebab ia akan patuh dan tunduk terhadap segala keputusan yang akan diambil Mahkamah Partai (MP) terkait kisruh kepengurusan. Namun harapan Syaefudin sulit terwujud, sebab kubu DMS tetap menolak Musda X 16 Juli 2020 lalu. (Hendra Sumiarsa)

Leave a Reply