Settia

SAR Temukan Puluhan Potongan Tubuh Penumpang Lion Air 610

EDITOR.ID, Jakarta,- Musibah jatuhnya pesawat Lion Air nomor penerbangan JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang di laut Karawang, Jawa Barat menyisakan duka mendalam. Hampir seluruh penumpang diprediksi tewas dalam musibah tersebut. Padahal pesawat ini saat terbang membawa 188 penumpang.

Hingga kini badan pesawat belum ditemukan. Kabarnya tubuh pesawat Lion itu tenggelam di dasar laut yang kedalamannya mencapai 30 sampai 40 meter tersebut. Tim gabungan SAR, TNI, Polri dan Kementrian Perhubungan baru menemukan puing-puing dan barang milik korban.

Sejak selasa pagi kemarin hingga Rabu (31/10/2018) pagi ini penyisiran yang dilakukan Badan SAR Nasional (Basarnas) telah menemukan sebanyak 52 kartu identitas korban kecelakaan pesawat Lion Air JT610. Selain itu tim gabungan SAR juga menemukan potongan tubuh korban yang sudah tidak utuh lagi dalam 37 kantong jenazah.

Total kantong jenazah yang telah dikirim ke RS Kramat Jati sampai malam ini mencapai 37 kantong. Sebanyak 13 kantong jenazah merupakan hasil operasi pencarian sejak Selasa pagi sampai malam ini.

“Kalau kemarin sudah kita sampaikan ada 24 kantong jenazah yang sudah kita kirimkan ke DVI Polri, Rumah Sakit Polri, hari ini mendapatkan 13 lagi, sehingga ada 37 kantong jenazah yang sudah kita kirimkan ke RS Polri,” ujar Deputi Operasi Basarnas Mayjen Nugroho Budi W di Gedung Basarnas, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (30/10/2018) malam. .

Selain itu, tim juga berhasil mengumpulkan serpihan bagian pesawat Lion Air dan barang milik korban. Termasuk ditemukan 52 kartu identitas.

“Sampai dengan saat ini kita sudah menemukan sekitar 52 kartu identitas dari para korban. Baik KTP, KTA, BPJS maupun Paspor. Terdiri dari yang perempuan 18 dan laki-laki 34,” jelasnya. Nugroho tak merincikan nama-nama pemilik kartu identitas tersebut.

Selain itu, kondisi terbaru yang disampaikan Basarnas hari ini hingga pukul 17.00 WIB, hari ini Basarnas telah mengirimkan 13 kantong jenazah berisi anggota tubuh korban ke Disaster Victim Identification (DVI) di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta.

Setelah dua hari melakukan evakuasi, Basarnas telah mengirimkan sebanyak 37 kantong jenazah ke RS Polri.

Hingga saat ini belum ada informasi resmi yang menyebutkan kantong jenazah tersebut berisi tubuh yang utuh.

Operasi evakuasi korban dan pencarian badan pesawat terus dilakukan selama 24 jam penuh dengan melibatkan 4 kapal untuk pencarian bawah laut dengan menggunakan alat, dan 30 kapal untuk melakukan penyisiran di permukaan laut.

Selain itu, 837 orang personel gabungan Basarnas, TNI, Polri, Palang Merah Indonesia (PMI), Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai Indonesia (KPLP), Bea Cukai diturunkan dalam operasi evakuasi kecelakaan pesawat Lion Air.

“Kita bekerja ini all out tidak tanggung-tanggung, kita keluarkan semua daya dan upaya,” pungkasnya.

Dalam operasi pencarian hari kedua, tim telah mengerahkan empat kapal yang disertai alat multibeam echosounder dan scan sonar. Empat kapal ini bergerak untuk mencari korban dan badan pesawat di area bawah permukaan air.

Sementara untuk pencarian di atas permukaan air dikerahkan 30 kapal baik milik Basarnas, TNI, Polri, Kementerian Perhubungan, dan lembaga lainnya. Selain itu tiga unit helikopter juga dikerahkan untuk membantu operasi pencarian.

Sampai saat ini badan utama pesawat yang baru dioperasikan sekitar dua bulan itu belum ditemukan.

Ditengah perjuangan para petugas SAR di lapangan untuk bisa mengevakuasi korban, mereka mendapatkan kunjungan dari Presiden Joko Widodo yang didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Kepala Basarnas M Syaugi.

Presiden sempat terlihat dengan serius dan wajah sedih mengamati barang temuan milik penumpang pesawat Lion Air JT 610 di Posko Evakuasi Terpadu Korban Pesawat Lion Air JT 610, di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (30/10/2018). (tim)

Leave a Reply