EDITOR.ID, Jakarta,- Bagi anda yang usianya bertambah tua atau diatas 40 tahun wajib memperhatikan dan menjaga pola makan, gizi dan berolah raga. Karena semakin bertambah usia tentu tubuh makin rentan. Termasuk menjaga kesehatan tulang agar tetap kuat di masa tua.
Pemenuhan gizi dengan rutin meminum susu yang kaya akan kalsium, protein, kalium dan diet gula sangat bermanfaat untuk melindungi kesehatan tulang dan massa otot di usia yang sudah menginjak lansia.
Masalahnya, saat kita memasuki masa lanjut usia, fungsi kerja sel osteoklas yang mendegradasi tulang akan lebih bekerja lebih cepat dibandingkan fungsi sel osteoblas yang berperan dalam pembentukan tulang.
Seorang dokter ahli kesehatan terapi tulang mengatakan, tulang memiliki tiga fase yaitu fase pertumbuhan, fase dewasa dan fase tua. Saat tulang masuk dalam fase tua, maka tulang tidak akan tumbuh lagi.
Sebab sel tulang yang mengandung osteoklas mulai bekerja lebih banyak di dalam tubuh dibandingkan sel tulang osteoblas. Ketika memasuki usia 40 tahun, sel osteoklas mulai bergerak lebih cepat yang berakibat pada tulang yang rentan dan lemah.
Oleh karena itu, sebelum memasuki tulang fase tua, kita perlu memperkuat tulang dengan konsumsi kalsium yang cukup dan olahraga yang baik. Merawat tulang sebenarnya tidaklah sulit asalkan dilakukan sejak dini dan rutin.
Mengutip jurnal kesehatan yang dipublikasikan Departemen Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor (IPB), memasuki usia 20 tahun adalah masa persiapan mencapai pertumbuhan masa tulang atau yang disebut dengan peak bone.
Pada remaja menjelang usia 20 tahun pertumbuhan tulang terbilang pesat. Disinilah peak bone membentuk densitas tulang seseorang di masa dewasa yang erat berkaitan dengan status osteopenia atau osteoporosis.
Selama remaja kebutuhan mineral utama pembentuk tulang seperti kalsium meningkat. Karena dalam proses pertumbuhan tulang, kalsium bersama-sama dengan fosfot merupakan elemen penyusun tulang. Jika saat remaja dan dewasa awal terjadi kekurangan kalsium maka dapat meningkatkan risiko osteopororsis.
Minum susu
Susu menjadi salah satu sumber kalsium penting untuk menjaga kesehatan tulang. Kebutuhan kalsium ini memiliki takaran pada setiap tumbuh seseorang yaitu sekitar 1.000 mg per hari sampai 1.500 mg per hari.
Sebaiknya konsumsi susu dilakukan sejak usia dini dan dilakukan setiap hari. Sayang, konsumsi susu masyarakat Indonesia masih rendah yang disebabkan karena faktor ekonomi.
Seorang dokter ahli gizi mengatakan, susu adalah sumber kalsium yang baik. Meski demikian tetap perlu diimbangi dengan air putih agar tidak kelebihan kalsium.
Cara lain untuk menjaga kesehatan tulang yakni dengan berolahraga seperti jalan kaki atau lari kecil. Serta membiasakan diri berjemur di bawah sinar matahari pagi.
Oleh ahli kesehatan kita juga disarankan agar tidak berlebihan untuk mengonsumsi kopi dan menghindari minum alkohol untuk menjaga kesehatan tulang. Minuman yang terbaik adalah air putih.
Dengan kata lain, tulang berfungsi sebagai penopang tubuh. Ketika memasuki usia tua, maka tulang rentan terkena penyakit tulang seperti tulang rapuh dan keropos. Hal ini terjadi karena kekurangan kalsium dan jarang berolahraga, jadi tulang mudah keropos atau mengalami osteoporosis.
Biasanya orang yang terkena osteoporosis akibat benturan tulang yang mengakibatkan tulang langsung bengkak atau patah. Namun jika tulang kita sehat, saat terbentur tidak akan terjadi perubahan pada struktur tulang.
Ciri yang mudah dari penderita osteoporosis adalah suka merasa ngilu dan kejang pada tulang. Menurut pandangan seorang dokter ahli tulang, penyakit osteoporosis bisa terkena pada wanita dan pria.
Dimulai dari keterbatasan bergerak, beragam jenis penyakit tulang pun mulai mengintai di depan. Pastinya kamu tidak mau ini terjadi pada orang tuamu. Agar mereka tetap bisa bebas aktif dan menikmati masa tuanya, penting untuk menjaga dan memelihara tulang agar tetap sehat dan kuat. Lalu, bagaimana caranya?
Selain susu, untuk bisa membentuk tulang yang kuat dan sehat, yang bisa kamu lakukan adalah dengan memenuhi kebutuhan harian orang tua akan nutrisi penting. Nutrisi tersebut di antaranya kalsium dan vitamin D, protein dan magnesium, serta kolagen dan vitamin C.
Sebenarnya asupan kalsium bisa diperoleh makanan seperti yogurt, keju, ikan laut yang dikenal kaya omega tiga. Konsumsi telur juga dapat memenuhi kebutuhan vitamin D. Seperti diketahui, kandungan vitamin D yang terdapat di kuning telur dapat menjaga kesehatan tulang. Kacang-kacangan, buah-buahan dan protein dari hewan juga dapat menjadi pilihan.
Jangan lupa mengkonsumsi bayam. Kandungan serat bayam tidak hanya bagus untuk memenuhi kebutuhan zat besi. Kandungan dalam bayam yang telah dimasak juga dapat memenuhi kebutuhan kalsium Anda.
Manfaat Susu Anlene untuk Kekuatan dan Kesehatan Tulang para Lansia
Bisakah kamu bayangkan berapa banyak makanan yang orang tuamu harus konsumsi untuk mendapatkan asupan nutrisi yang cukup setiap harinya? Belum lagi umumnya selera makan lansia cenderung menurun sedikit demi sedikit. Yang ada kamu akan semakin pusing dan khawatir karena bisa saja orang tuamu kekurangan nutrisi.
Kabar baik untukmu, ada Anlene untuk orang tua yang sudah diformulasikan secara khusus untuk menguatkan dan menyehatkan tulang pada lansia. Dari setiap takaran saji, Anlene Gold Plus mengandung 602 mg kalsium, 6 gr protein, 370 mg kalium tanpa adanya tambahan gula sama sekali untuk kesehatan tulang dan massa otot. Selain itu, minuman ini juga kaya akan serat untuk menurunkan kolesterol.
Kandungan kolagen yang tinggi juga baik untuk menjaga kesehatan persendian. Artinya, segelas Anlene Gold Plus sangat mampu untuk membantu orang tuamu memenuhi kebutuhan nutrisi harian mereka. Dengan demikian, mereka bisa menikmati hari tua mereka tanpa takut aktif bergerak! (tim)












