Puluhan TNI Datangi Polrestabes Medan Ini Penjelasan Kapendam I Bukit Barisan

Kapendam I/BB Kolonel Rico Siagian membenarkan personel TNI dari Kodam I Bukti Barisan datang ke Polrestabes Medan untuk menemui Kasatreskrim. Para anggota TNI yang datang itu dari kesatuan Hukum Daerah Militer (Kumdam) bersama Mayor Dedi Hasibuan.

Kapendam I/BB Kolonel Rico Siagian

“Sebenarnya mereka hanya menanyakan surat. Memang kebetulan mereka membawa teman-temannya, bukan berarti untuk menyerang. Datang ke sini biasa saja, kita jangan melihat kalau datang banyak pasti ada sesuatu,” sambungnya.

Ia juga membantah, bahwa para personel TNI AD yang datang itu bukanlah atas instruksi dari instansinya. “Tidak ada istilahnya pengerahan personel. Setelah ketemu cair, yang ditanyakan pihak keluarga Hasibuan sejauh mana proses penangguhan,” bebernya.

“Makanya setelah surat hard copy diterima kemudian pertimbangan dari Polrestabes bisa ditangguhkan, ya selesai,” sambungnya.

Lebih lanjut, dia menyampaikan Mayor Hasibuan tersebut merupakan penasihat hukum dari terduga tersangka pemalsuan surat tanah eks PTPN II.

“Memang dia atas nama pribadi sekaligus menjadi penasehat hukum dari pihak keluarga, Karena dia dibawah naungan Kumdam, bermohon Mayor ini ke pimpinan, jadi penasihat keluarga dan dari pihak Hasibuan ini,” tuturnya.

“Bukan pasang badan. Artinya si Hasibuan ini selain keluarga juga penasihat hukum. Sementara induknya daripada pak Dedi Hasibuan ini Kumdam,”

“Otomatis dia bertindak membantu keluarga harus minta izin kepada Kakumdam sebagai atasannya. Nah, bentuk izinnya itu diberikan surat penangguhan,” katanya.

“Nah, setelah dijelaskan, ya mereka memahami bahwa surat itu baru diterima hari ini sekitar pukul 14.00 WIB,” sambungnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya puluhan personel dari Kodam I Bukit Barisan menggeruduk Mako Polrestabes Medan di Jalan HM Said, Kota Medan, Sabtu siang (6/7/2023).

Anggota TNI yang jumlahnya diperkirakan 40 orang itu masuk dan mencari Kasat Reskrim Polrestabes Kompol Teuku Fathir Mustafa di ruang penyidik lantai dua gedung Sat Reskrim.

Kedatangan prajurit TNI mempertanyakan penahanan terhadap seorang tersangka, berinsial ARH.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, puluhan personel TNI itu berseragam lengkap loreng hijau hitam. Kemudian, ada juga prajurit menggunakan pakaian sipil.

Sebagaimana dilansir dari TribunMedan.com, Anggota TNI dari I Bukit Barisan datang sekitar pukul 14:00 WIB. Anggota TNI itu berulang kali keluar masuk ke gedung sambil membanting pintu masuk. (tim)

Leave a Reply