Prabowo Copot Dadan dari Jabatan Kepala BGN, Dua Wakil Ketua BGN Juga Dicopot, Ada Apa Gerangan?

Presiden memutuskan mengangkat tiga pejabat sebagai pimpinan BGN baru menggantikan ketiga pejabat yang dicopot. Mereka adalah Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, Agustina Arumsari Wakil Kepala Badan Gizi Nasional dan Mayjen TNI Trenggono Wakil Kepala Badan Gizi Nasional.

Kepala BGN Dadan Hindayana

Jakarta, EDITOR.ID,- Presiden Prabowo Subianto resmi mencopot Dadan Hindayana dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Sebagai penggantinya, Presiden menunjuk Nanik S. Deyang, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN, untuk memimpin lembaga tersebut.

Selain Dadan Hindayana, Prabowo juga memberhentikan Wakil Ketua BGN Lodewyk Pusung, dan Wakil Ketua BGN Sony Sanjaya.

Pencopotan Dadan diumumkan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Istana Negara, Selasa (2/5/2026) malam. Pencopotan didasarkan pada evaluasi 1,5 tahun terkait disiplin, tata kelola, dan pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Nanik S. Deyang kini ditugaskan untuk memperbaiki permasalahan internal di BGN.

“Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional, pertama adalah Saudara Dadan Hindayana sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, kedua Saudara Lodewijk Paulus sebagai Wakil BGN, yang ketiga Saudara Sony Sanjaya sebagai Wakil Kepala BGN,” ujar Prasetyo Hadi.

Pras tak lupa menyampaikan apresiasi kepada Dadan Hindayana beserta jajaran pimpinan BGN atas kontribusi mereka selama ini.

“Tentunya disertai dengan ucapan terima kasih atas kerja keras dedikasi selama ini di dalam membangun fondasi dan mengembangkan Badan Gizi Nasional,” imbuhnya.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi Didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Widjaja dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari mengumumkan Pencopotan Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN

Kepala dan Pejabat BGN Baru

Presiden memutuskan mengangkat tiga pejabat sebagai pimpinan BGN baru menggantikan ketiga pejabat yang dicopot. Mereka adalah :

1, Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional

2, Agustina Arumsari Wakil Kepala Badan Gizi Nasional

3, Mayjen TNI Trenggono Wakil Kepala Badan Gizi Nasional.

“Untuk selanjutnya presiden memutuskan mengangkat saudari Nanik s Deyang sebagai Kepala BGN yang baru, kemudian saudari Agustina Arumsari, dan saudara Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN yang baru,” imbuhnya.

Evaluasi BGN Selama 1,5 Tahun Tak Baik-Baik Saja

Prasetyo Hadi menjelaskan alasan pencopotan beberapa pejabat Badan Gizi Nasional (BGN). Dijelaskan, ada beberapa temuan yang menjadi catatan Presiden Prabowo Subianto berkenaan dengan masalah kedisiplinan.

“Selama 1,5 tahun melakukan monitoring dan evaluasi, banyak catatan-catatan yang itu menjadi dasar pertimbangan oleh presiden untuk melakukan pergantian ini,” ujar Prasetyo

“Dengan harapan catatan-catatan tersebut dapat segera diperbaiki,” imbuhnya.

Dia menjelaskan beberapa catatan yang dimaksud seperti persoalan kedisplinan dalam menjalankan Standar Operasi Prosedur (SOP), kemudian dengan masalah kedisiplinan menjalankan tata kelola, termasuk kedisiplinan dalam menjaga kualitas makanan yang seharusnya sudah ditetapkan oleh BGN.

“Beberapa hal tersebut yang menjadi pertimbangan dalam 1,5 tahun ini,” tuturnya.

Pejabat BGN Sebelumnya

Dadan menduduki jabatan Kepala BGN sejak Agustus 2024, sebelum akhirnya dicopot. Dadan didampingi tiga wakil antara lain :

1, Sony Sonjaya selaku Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi,

2, Lodewyk Pusung menjabat Wakil BGN Bidang Pengembangan Organisasi dan Hubungan Kelembagaan

3, Nanik Sudaryati Deyang sebagai Wakil BGN bidang Komunikasi Publik dan Investigasi.

Kasus-Kasus MBG

Di masa kepemimpinan Dadan, banyak terjadi kasus keracunan anak sekolah penerima manfaat program makan bergizi gratis (MBG) yang dikelola BGN.

Kasus-kasus itu membuat BGN membekukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab sebagai pemasok menu MBG. Hal lainnya juga soal ketidakadilan dalam menunjuk dapur atau SPPG, dimana kepemimpinan Dadan dinilai kurang transparan.

Data terbaru, terhitung sejak program MBG dimulai pada tanggal 6 Januari 2025 sampai tanggal 29 Mei 2026, dari total 27.208 SPPG yang saat ini sudah beroperasi di seluruh Indonesia, sebanyak 8.182 SPPG sudah pernah di-suspend.

MBG sendiri merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo. Program ini telah disosialisasikan Prabowo sejak kampanye pemilihan presiden (Pilpres) 2024.

Berdasarkan data yang dirilis 3 Maret 2026, jumlah penerima manfaat program ini telah mencapai 61.239.037 orang, dengan 49.057.682 di antaranya merupakan siswa sekolah.

Sosok Dadan Hindayana

Dadan Hindayana dilantik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) saat masih menjabat di masa terakhir kabinetnya, pada Senin (19/8/2024). Ia dipercaya Jokowi menjadi Kepala Badan Gizi Nasional, yaitu badan yang bakal mengurusi program makan bergizi gratis Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Dadan merupakan dosen di Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB). Dadan tercatat menempuh pendidikan Proteksi Tanaman IPB pada 1986-1990. Ia melanjutkan pendidikannya di University of Bonn, Jerman dan lulus 1997, dan Leibniz Universität Hannover dan lulus 1997.

Dikutip dari Pangkalan Data Pendidikan Tinggi Kemendikbud, Dadan memiliki jabatan fungsional sebagai lektor dengan pendidikan terakhir jenjang S3. Ia juga pernah menerbitkan sejumlah karya ilmiah, termasuk jurnal internasional.

Beberapa karyanya antara lain ‘Preferensi Serangan Tikus Sawah (Rattus argentiventer) Terhadap Tanaman Padi’. Lalu, ‘Keanekaragaman dan peran fungsional serangga Ordo Coleoptera di area reklamasi pascatambang batubara di Berau, Kalimantan Timur’. ***

Leave a Reply