Prabowo Akan Sambut Tahun Baru 2026 Bersama Korban Banjir di Aceh

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membenarkan kabar Prabowo akan berada di Aceh saat malam pergantian tahun. Menurut Prasetyo, Kepala Negara akan mengunjungi wilayah terdampak bencana Aceh dan Sumatera di malam tahun baru.

Presiden Prabowo Subianto Saat Mengunjungi warga pengungsi korban banjir di Aceh beberapa waktu lalu Foto Instagram @Prabowo

Jakarta, EDITOR.ID,- Presiden Prabowo Subianto hari ini dijadwalkan akan terbang ke Aceh. Mantan Menteri Pertahanan itu akan melewatkan malam pergantian tahun 2026 bersama rakyat Aceh di wilayah terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh pada Rabu (31/12/2025).

Hal ini disampaikan Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari usai bertemu Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa.

“Pak Presiden akan ke Aceh dan Insha Allah akan malam tahun baru nanti di Aceh dengan rakyat Aceh,” ujar Qodari.

Meskipun demikian, Qodari belum mengetahui secara spesifik kegiatan apa saja yang dilakukan Prabowo di Aceh.

Termasuk kemungkinan Presiden Prabowo menginap di tenda pengungsian. Ia hanya mendengar mantan Menteri Pertahanan (Menhan) itu akan mengunjungi Bener Meriah.

“Belum, karena lebih pada program-program kebijakan secara umum. Saya kalau tidak salah dengar Bener Meriah, tapi nanti di-crosscheck saja dengan Pak Teddy (Sekretaris Kabinet),” jelasnya.

Mensesneg Benarkan Prabowo Akan Berada di Aceh Saat Malam Tahun Baru

Sebelumnya Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membenarkan kabar Prabowo akan berada di Aceh saat malam pergantian tahun. Menurut Prasetyo, Kepala Negara akan mengunjungi wilayah terdampak bencana Aceh dan Sumatera di malam tahun baru.

“Direncanakan begitu (ke wilayah terdampak bencana),” ujar Prasetyo Hadi di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (29/12/2025).

Prasetyo menyebut Prabowo juga direncanakan menyambut pergantian tahun di wilayah terdampak bencana. “Rencananya begitu,” jelas dia.

Tito: Prabowo Akan Kunjungi Aceh Tamiang yang Terdampak Parah

Rencana kunjungan Prabowo ke Aceh pada akhir tahun ini sebelumnya juga diungkapkan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.

Tito menyampaikan, Prabowo akan berkunjung ke Aceh Tamiang pada Kamis (1/1/2026). Hal ini karena Aceh Tamiang menjadi wilayah terdampak bencana banjir dan tanah longsor paling parah.

Oleh karenanya, ia meminta kementerian/lembaga dan seluruh jajaran bekerja keras bersama-sama untuk cepat memulihkan wilayah tersebut.

“Jadi (Aceh) Tamiang ini memang harus betul-betul diserang (bergoyong-royong bersama -red), dikeroyok ramai-ramai supaya secepat mungkin bangkit, apalagi Bapak Presiden akan hadir tanggal 1 (Januari) ke sana,” kata Tito dalam Rapat Koordinasi (Rakor) pemulihan pasca bencana dengan pimpinan DPR RI, kementerian/lembaga, hingga kepala daerah terdampak di Aceh, yang disiarkan live di TVR Parlemen, Selasa (30/12/2025).

Tito menyebut, sejumlah sarana di Aceh Tamiang hingga kini belum bekerja normal. Sarana tersebut meliputi SPBU, listrik, hingga toko-toko.

“Yang ekonomi, kami lihat yang lain sudah hidup, tapi toko-toko, kemudian SPBU, dan lampu listrik yang belum terlalu normal, atau direktur PLN ada di sini, itu adalah Tamiang,” ucap dia.

Aceh Tamiang pun menjadi salah satu dari tiga wilayah di Aceh yang perlu dibersihkan secara cepat. Dua wilayah lainnya adalah Aceh Utara dan Aceh Timur.

Pembersihan, kata Tito, dikerjakan bersama-sama. Bahkan TNI/Polri sudah menambahkan personel untuk membersihkan wilayah Aceh Tamiang yang sebelumnya terendam lumpur.

“Untuk masalah percepatan yang perlu kita lakukan adalah pembersihan, nomor satu sekali. Terutama di (Aceh) Tamiang, Aceh Utara, Aceh Timur. Pembersihan ini harus betul-betul dimobilisasi,” jelas Tito.

Pemerintah Akan Fokus Penanganan Aceh dan Sumatera

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan pemerintah tidak hanya fokus terhadap penanganan di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, tetapi juga turut memonitor bencana-bencana yang terjadi di wilayah lain, seperti Kalimantan Selatan.

“Selain bencana di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, tapi juga pemerintah terus memonitor bencana-bencana di tempat yang lain, beberapa hari yang lalu terjadi bencana di Kalimantan Selatan,” ujar Mensesneg, Senin (29/12/2025).

Mensesneg menyebut terdapat beberapa desa yang terdampak dari bencana banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan.

Pemerintah juga sudah meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mempercepat penanganan dan terus memantau perkembangan yang terjadi di lapangan.

“Ada beberapa desa yang terdampak, kami juga sudah minta BNPB untuk juga untuk memonitor dan tentu saja kalau memerlukan penanganan-penanganan darurat, secepat-cepatnya,” terang Mensesneg.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah terus mengatasi dampak bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam arahannya saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin 15 Desember 2025.

“Menghadapi keadaan bencana yang baru saja terjadi dan sedang kita atasi bersama. Pertama-tama tentunya, saya sudah menyampaikan ke rakyat yang terdampak, saya sudah ke sana beberapa kali,” kata Prabowo.

Banjir bandang melanda beberapa desa di Kecamatan Tebing Tinggi dan Halong, Kabupaten Balangan, pada Sabtu (27/12/2025). ***

 

Leave a Reply