- Jakarta, EDITORID, – Polda Metro Jaya memperluas penyidikan terkait kerusuhan yang pecah di sekitar Gedung DPR dan sejumlah wilayah di Jakarta pada 27 Agustus 2026.
Aparat kepolisian kini tengah memburu dalang atau aktor intelektual, yang menggerakkan massa, merancang skenario, hingga penyandang dana yang diduga mengorkestrasi aksi anarkis tersebut.
​”Dan kami terus berkomitmen untuk mengusut aktor-aktor intelektual maupun penggerak, penyedia dana dalam kerusuhan yang ditimbulkan,” ujar Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin di Mapolda Metro Jaya, Rabu (2/9/2026).
​Iman mengungkapkan, massa perusuh yang turun ke jalan memiliki karakteristik yang berbeda dari pengunjuk rasa murni.
Berdasarkan pola di lapangan, polisi mendapati indikasi kuat adanya mobilisasi terstruktur yang menyerupai model kerusuhan terorganisir.
Saat ini, tim penyidik sedang mendalami aliran dana serta pihak-pihak yang berperan sebagai penggerak massa perusuh tersebut.
​Di samping memburu dalang utama, kepolisian menyoroti keterlibatan anak-anak dalam aksi melanggar hukum tersebut.
Pihak kepolisian melayangkan imbauan tegas agar semua pihak menghentikan eksploitasi anak untuk kepentingan kelompok maupun pribadi.
​”Anak-anak seharusnya memperoleh hak-haknya mendapatkan perlindungan dari situasi yang berbahaya,” tegas Iman.
Status Hukum 322 Orang Diamankan
​Dari total 322 orang yang sempat diamankan pasca-kerusuhan, sebagian besar telah dipulangkan setelah menjalani pemeriksaan intensif.
273 Orang Dipulangkan:
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyampaikan bahwa ratusan orang tersebut telah dikembalikan kepada keluarga masing-masing pada Selasa (1/9).
Polisi Tetapkan 49 Tersangka:
Sebanyak 49 orang ditetapkan sebagai tersangka atas tindak pidana dalam kerusuhan.
Dari jumlah tersebut, 44 orang ditangani oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya, sementara 5 lainnya merupakan anak berhadapan dengan hukum yang ditangani oleh Ditres PPA dan PPO..
Selain itu, dalam pengembangan terbaru hingga Rabu dini hari, penyidik juga berhasil menangkap tiga pelaku tambahan yang diduga terlibat dalam aksi perusakan kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian.












