PMI Indramayu Krisis Stok Darah

EDITOR.ID, Indramayu – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Indramayu mengalami krisis stok darah semua golongan. Jumlah labu darah pada Jumat (20/11) hanya sebanyak 140 kantung. Tingginya angka permintaan, stok itu hanya untuk waktu kurang dari 3 hari.

Petugas PMI setempat, Toto, mengatakan selama masa pandemi sulit memenuhi ketercukupan stok darah. Pasalnya sumber-sumber donor darah yang diandalkan selama ini juga terdampak covid-19. Alhasil kegiatan donor darah massal pun tidak bisa diselenggarakan.

“Paling banyak itu dari sekolah-sekolah. Kalau perkantoran tidak terlalu banyak. Sekarang sekolah semuanya tutup, maka suplai dari pendonor juga nol,” ungkap Toto.

Toto menambahkan, berbagai upaya pun dilakukan untuk menjaga ketersediaan labu darah. Antara lain PMI menerapkan sistem barter (tukar menukar). Caranya setiap ada permintaan darah dari pasien PMI meminta keluarganya untuk berdonor.

Langkah itu terpaksa dilakukan karena tingginya permintaan darah dari hampir seluruh rumah sakit di Kabupaten Indramayu. Setiap hari PMI setempat melayani sedikitnya 60 permintaan labu darah.

Dalam perkembangan yang sama, para istri dan anggota Satuan Polair Polres Indramayu melaksanakan donor darah. Kegiatan itu dilaksanakan untuk ikut membantu menjaga stok darah di PMI setempat. Kegiatan itu juga dimaksudkan dalam rangka memperingati HUT ke-70 Polairud.

“Kami berharap bakti donor darah dari para istri dan anggota Sat Polair memberi manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Karena setetes darah sangat berarti bagi kehidupan orang lain,” ujar Kapolres Indramayu AKBP Hafidh S Herlambang melalui Kasubbag Humas, AKP Budiyanto.

Reporter : Hendra Sumiarsa

Leave a Reply