Pimpinan AMDI Asri Hadi Ucapkan Selamat Bertugas ke Letjen Muhammad Saleh Mustafa Atas Jabatan Wakasad

Karier Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa dimulai dari jabatan-jabatan strategis di Kopassus. Ia pernah menjabat sebagai Komandan Batalyon 23 Grup 2/Kopassus, Komandan Grup 1 Kopassus hingga Wakil Asisten Operasi (Waasops) Danjen Kopassus.

Jurnalis Senior Asri Hadi Bersama Wakasad Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa

Jakarta, EDITOR.ID,- Pengurus Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Media Digital Indonesia (AMDI) yang juga jurnalis senior Asri Hadi mengucapkan selamat bertugas kepada Letnan Jenderal (Letjen) TNI Muhammad Saleh Mustafa yang dipromosikan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menduduki posisi sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad). Letjen Saleh Mustafa adalah sahabat dekat Asri Hadi.

“Kami menyampaikan ucapan selamat kepada Bapak Letjen TNI Saleh Mustafa atas penugasan barunya sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad),” ujar Asri Hadi di Jakarta, Kamis (21/8/2025)

Tak lupa Asri Hadi yang juga Ketua Dewan Redaksi EDITOR.ID mendoakan Letjen Saleh Mustafa agar dalam mengemban tugas negara senantiasa diberikan kesehatan, kelancaran dan kemudahan.

“Saya mendoakan agar Bapak Letjen Saleh Mustafa dalam menjalankan tugas barunya sebagai Wakasad senantiasa mendapat perlindungan dari Allah SWT dan selalu memberikan dedikasinya kepada negara, kami akan selalu mendukung Bapak,” ujar Asri Hadi yang pernah bertugas sebagai dosen SESKOAL ini.

Soal penugasan barunya Letjen Muhammad Saleh Mustafa sebagai Wakasad, Asri Hadi berpendapat bahwa Saleh Mustafa adalah perwira yang dikenal sebagai sosok yang rendah hati, serta tetap menjalin hubungan baik dengan rekan sejawat maupun bawahan.

“Gaya kepemimpinan beliau yang humanis menjadi salah satu kekuatan dalam memimpin berbagai satuan yang pernah dipimpinnya,” ujar Asri Hadi.

Oleh karena itu Asri Hadi sebagai pengamat militer menilai penunjukkan Letjen Saleh Mustafa oleh Panglima TNI untuk mengemban jabatan sebagai orang kedua di jajaran TNI AD adalah sangat tepat, karena jejak rekam prestasi dan pengalaman lapangan.

“Beliau sangat tepat untuk menjabat sebagai Wakasad dengan jejak rekam dan pengalaman memimpin organisasi di lingkungan TNI AD,” ujar Asri Hadi.

Letjen Muhammad Saleh Mustafa adalah salah satu jenderal bintang tiga yang mendapatkan promosi jabatan sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dalam rotasi besar-besaran sejumlah perwira di lingkungan TNI.

Rotasi itu tertuang dalam Keputusan Panglima TNI Nomor Kep 1102/VIII/2025 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan Tentara Nasional Indonesia. Ada 410 perwira yang dirotasi.

Keputusan tersebut ditandatangani oleh Brigjen TNI Adek Chandra Kurniawan selaku Kepala Setum TNI tertanggal 15 Agustus.

Dalam rotasi ini, Saleh Mustafa ditunjuku menjadi orang nomor dua di TNI Angkatan Darat menggantikan Letjen TNI Tandyo Budi Revita yang baru saja diangkat menjadi Wakil Panglima TNI.

“Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, jabatan lama Irjen TNI, jabatan baru Wakasad,” tulis keterangan tersebut.

Profil Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa

Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa lahir di Ternate, Maluku Utara, pada 14 Maret 1969. Sejak muda, Saleh dikenal sebagai pribadi yang disiplin dan berprestasi dalam menjalani karier militernya.

Perwira tinggi ini merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1991 dan satu angkatan dengan Jenderal Agus Subiyanto. Ia berasal dari kecabangan Infanteri dengan spesialisasi di Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa menempuh berbagai pendidikan militer bergengsi. Seperti Sesarcabif, Dik PARA, dan Dik PARA Utama yang memperkuat kemampuannya di bidang operasi khusus.

Ia juga menyelesaikan Dik Komando pada tahun 1992, Diklapa I dan II, serta Dikreg Seskoad. Pendidikan strategis lainnya termasuk Sesko TNI pada tahun 2015 dan Lemhannas RI yang membekalinya dengan wawasan kepemimpinan tingkat nasional.

Sederet Jabatan Strategis di Kopassus

Karier Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa dimulai dari jabatan-jabatan strategis di Kopassus. Ia pernah menjabat sebagai Komandan Batalyon 23 Grup 2/Kopassus, Komandan Grup 1 Kopassus hingga Wakil Asisten Operasi (Waasops) Danjen Kopassus.

Pengalaman di pasukan elite ini memperkuat kemampuan operasionalnya dalam menangani misi-misi khusus dan memberikan bekal kepemimpinan yang sangat berharga dalam menjalankan berbagai tugas strategis TNI AD.

Saleh Mustafa Sosok Perwira Berpengalaman

Saleh Mustafa dikenal sebagai sosok perwira yang berpengalaman dengan latar belakang operasi dan strategi. Ia menikah dengan Ny. Ziska Bayu Prabasari dan dikaruniai dua anak, Moza Permatasari Mustafa serta Muhammad Mozis Rayyan Mustafa.

Jejak karier Muhammad Mustafa terus menanjak dengan penugasan sebagai Asisten Operasi (Asops) Kasdam Iskandar Muda dari 2013-2015, yang memberikan pengalaman dalam pengelolaan wilayah strategis.

Perjalanan kariernya berlanjut dengan berbagai jabatan penting. Pasis Sesko TNI (2015), Danrem 132/Tadulako (2016-2017), Wadanpussenif Kodiklatad (2017), Kasdam Jaya (2019-2021), Pada tahun yang sama, ia juga dipercaya menjadi Kaskogabwilhan II. Kemudian Pangdam XVII/Cenderawasih pada 2022.

Puncak kariernya sebelum menjadi Wakasad adalah sebagai Pangkostrad dari Desember 2023 hingga Juli 2024.

Sebelum diangkat menjadi Wakasad, ia sempat menjabat sebagai Inspektur Jenderal TNI dari Juli 2024 hingga Agustus 2025. Pengalaman di berbagai jabatan strategis ini membuatnya memiliki pemahaman komprehensif tentang struktur dan operasional TNI AD.

Sosok Peduli Pengembangan Budaya dan Perdamaian

Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa tidak hanya dikenal sebagai perwira militer yang kompeten, tetapi juga sosok yang peduli terhadap pengembangan budaya dan perdamaian. Pada 8 Oktober 2016, ia merilis buku berjudul ‘Menuai Damai di Tanah Poso’ yang menceritakan potensi adat istiadat dan kearifan budaya lokal.

Buku tersebut menggambarkan visinya tentang bagaimana kearifan budaya lokal dapat digali menjadi potensi wisata yang menjanjikan. Karya ini mencerminkan pemahaman mendalam tentang pentingnya pendekatan budaya dalam menjaga stabilitas dan perdamaian di daerah-daerah rawan konflik.

Sepanjang kariernya, Saleh Mustafa telah menerima berbagai penghargaan atas dedikasi dan kontribusinya dalam menjaga kedaulatan serta keamanan negara. Pengalaman dan kompetensinya diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam tugasnya sebagai Wakasad yang baru. (*)

Leave a Reply