Petugas Damkar Semprotkan Air Bubarkan Pasar Sandang

Img 20201215 095158

EDITOR.ID, Indramayu – Petugas pemadam kebakaran (damkar) terpaksa menyemprotkan air untuk membubarkan kerumunan pedagang dan pembeli di pasar sandang Kecamatan Jatibarang Kabupaten Indramayu. Tak mau dagangannya basah, para pedagang pun menutup lapaknya. Sikap tegas itu dilakukan setelah Kecamatan Jatibarang kembali ditetapkan sebagai zona berisiko tinggi (zona merah) terhadap penyebaran covid-19.

Plt Kepala Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Indramayu, Hamami Abdul Ghani mengatakan, langkah tegas itu dilakukan setelah disetujui Satgas Penanganan Covid-19 tingkat Kecamatan Jatibarang. Hal itu dilakukan setelah beberapa kali imbauan satgas tak digubris pedagang dan pembeli. “Sudah kami ingatkan agar tidak berjualan, setidaknya sampai akhir Desember ini. Dan setelah berkoodinasi dengan camat, polsek, dan koramil kami lakukan tindakan itu (semprot air) karena pedagang masih membandel,” ujar dia, Selasa (15/12).

Dari lapangan diperoleh iformasi, kedatangan satgas gabungan membuat pembeli dan pedagang perlahan membubarkan diri. Meski begitu, beberapa diantaranya terlihat membandel dengan tetap menggelar lapak dagangannya. Melihat hal itu, petugas damkar lalu menyemprotkan air ke lapak-lapak yang telah ditinggalkan pedagang dengan harapan memberi efek jera bagi pedagang lain yang masih membandel. Usaha itu berhasil, tak mau barang daganggannya basah, pedagang dan pembeli yang masih ada pun bubar. “Lapak yang sudah kosong sengaja kami semprot agar tidak untuk jualan lagi. Sebab biasanya, begitu kami (satgas) pergi, mereka balik jualan lagi,” tukas Hamami.

Namun tindakan satgas mendapat tudingan miring sejumlah pedagang. Seorang pedagang, Lilis, menuding satgas tidak adil dan terkesan tebang pilih. Pasalnya jika pasar sandang dibubarkan paksa, perlakuan berbeda justru diperlihatkan satgas terhadap dua super market besar yang ada di kota Jatibarang. “Mereka (super market) juga seharusnya ditutup sementara karena berisiko menyebarkan virus corona. Tapi itu tidak dilakukan petugas,” sergah dia. (Hendra Sumiarsa)

Leave a Reply