Pesawat Latih TNI-AL Jatuh, Pilot dan Co-Pilot Ditemukan Telah Meninggal

Pilot pesawat latih TNI AL yakni Lettu Laut (P) Judistira Eka Permady NRP 22366/P. Sementara kopilot adalah Letda Laut (P) Dendy Kresna Bakti Sabila NRP 22613/P. Keduanya ditemukan sudah dalam keadaan meninggal.

Jakarta, EDITOR.ID,- Setelah kehilangan kapal selam KRI, musibah kecelakaan kembali terjadi di tubuh TNI-AL. Pesawat latih TNI AL jenis G-36 Bonanza T-2503 jatuh di perairan Selat Madura. Pilot dan kopilot pesawat latih tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

“(Pilot dan kopilot) sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” kata Kadispenal Laksma Julius Widjojono, Kamis (8/9/2022).

Pilot pesawat latih TNI AL yakni Lettu Laut (P) Judistira Eka Permady NRP 22366/P. Sementara kopilot adalah Letda Laut (P) Dendy Kresna Bakti Sabila NRP 22613/P. Keduanya ditemukan sudah dalam keadaan meninggal.

“Jenazah saat ini disemayamkan di Wisma Perwira Juanda dan akan dimakamkan besok di Taman Makam Bahagia TNI AL, Gisik Gebang, Gisik Cemandi, Sedati, Sidoarjo,” ucap Julius.

Pesawat latih milik TNI AL Bonanza G-36 T-2503 jatuh di Perairan Selat Madura dan akhirnya ditemukan. “Kita sudah menemukan pesawat yang berada di bawah permukaan air, kurang lebih 15 meter,” kata Panglima Koarmada II Laksada TNI Dr TSNB Hutabarat MMS dalam rekaman video, Kamis (8/9/2022).

Pesawat Bonanza G-36 dengan nomor registrasi T-2503 hilang kontak di Perairan Selat Madura. Tepatnya di perbatasan Bangkalan dan Gresik. Setelah dilakukan upaya pencarian, pesawat akhirnya ditemukan di perairan pada kedalaman 15 meter di bawah permukaan air.

Putut menambahkan, begitu menerima kabar dari kerabat yang ada di Surabaya bahwa pesawat yang dipiloti korban hilang kontak, ibu Judistira langsung bertolak ke Surabaya.

“Ibunya dan keluarga lainnya syok mendengar berita itu, pastilah. Akhirnya saya stand by di rumah ini untuk memonitor perkembangannya,” terangnya.

Putut menuturkan, lingkungan korban memang keluarga dari kalangan militer. Adik korban, Risky Romadhon, juga alumni AAL. Pun kakeknya, juga dari kalangan militer.

“Tapi untuk Judistira ini saya tak menyangka. Dia ini pendiam, tapi tegas. Yang jelas, apapun yang terjadi adalah memang sudah digariskan oleh Allah SWT. Kita harus ikhlas,” pungkasnya. (tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

%d bloggers like this: