Jakarta, EDITOR.ID,- Pesta pernikahan mendadak berubah mencekam, kacau dan penuh kepanikan. Saat Wedding Organizer nya tak jalankan order. Katering tidak hadir, membuat tamu kelaparan dan keluarga terpaksa memesan makanan dadakan via ojek online. Mempelai wanita sempat menangis melihat kejadian tersebut.
Situasi kacau itu terlihat dalam sebuah unggahan video dan viral di media sosial. Video ini memperlihatkan suasana pernikahan pengantin berubah mencekam dan menjadi kacau gara-gara katering tidak datang.
Peristiwa tersebut terjadi pengantin diduga tertipu wedding organizer (WO) bernama Ayu Puspita.
Akibat katering tidak datang tersebut, pengantin kecewa hingga menangis. Tak sampai di sana, keluarga pengantin juga merugi hingga terpaksa memesan makanan lewat GoFood secara dadakan.
Seorang korban WO Ayu Puspita bernama Nana menceritakan peristiwa itu dialami pada pernikahan sepupunya.
Pernikahan sepupunya berakhir dalam situasi kesedihan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.
Mulanya, pesta resepsi yang digelar di sebuah gedung di Jakarta sebenarnya telah dimulai. Musik mengalun, tamu berdatangan, dan semua orang bersiap merayakan hari spesial kedua mempelai.
Namun satu hal penting tidak tampak: katering makanan dan minuman benar-benar tidak ada.
“Acara sudah mulai, katering nggak ada sama sekali,” ujar Nana sebagaimana dilansir dari Tribun, Minggu (7/12/2025).
Pihak keluarga langsung berusaha menghubungi vendor katering, namun jawaban yang diterima justru kabur dan tak pasti.
“Saat dihubungi bilangnya sudah dekat tapi minta sherlok nggak dikasih,” kata Nana.
Tak ingin mengecewakan tamu yang sudah datang jauh-jauh, keluarga nekat melakukan segala cara. Mereka memesan makanan kilat lewat aplikasi ojek online, berharap setidaknya ada yang bisa dihidangkan.
“Keluarga akhirnya inisiatif GoFood dadakan apapun sebisanya. Jadi datang makanan kebab, pizza begitu. Tetapi nggak cukup, tamunya cukup banyak,” ucapnya.
Namun upaya itu tetap tak mampu menutupi rasa malu dan kepanikan. Pesta resepsi yang seharusnya berjalan lancar berubah mencekam dan penuh kepanikan keluarga dari mempelai.
Pengantin Menangis
Situasi di dalam gedung kian tak terkendali. Kedua mempelai menangis, dilanda rasa sedih bercampur malu.
“Pakdeku, orang tua mempelai pria, sudah lemas sesak dada. Orang tua mempelai wanita turun panggung duluan sebelum acara selesai,” kata Nana menggambarkan kepedihan keluarga.
Samuel Rugi Rp82 Juta, Sudah Bayar Katering Tak Datang Malu!
Kisah pernikahan berakhir memilukan gara-gara WO tersebut rupanya bukan satu-satunya.
Sejumlah pasangan yang menikah pada Sabtu (6/12/2025) juga mengaku mengalami pesta berantakan akibat layanan katering yang dijanjikan WO Ayu Puspita tak kunjung datang.
Sebuah video penangkapan owner WO Ayu Puspita viral di media sosial.
Dalam rekaman yang dibagikan akun Instagram @jabodetabek24, tampak para korban mengerubungi Ayu saat ia tiba di Polda Metro Jaya, Minggu (7/12/2025).
“Di sini ada delapan orang yang kena tipu!” teriak salah satu korban dalam video tersebut.
Kerugian korban sangat besar, seperti dialami Samuel yang kehilangan Rp82 juta, gagal menggelar pesta layak, dan bahkan batal berbulan madu.
Samuel mengungkapkan pengalaman pahitnya. Ia menggelar pesta resepsi di Gedung Pelindo, Jakarta Utara, pada 6 Desember 2025. Namun tamu-tamu pulang lebih awal karena tidak ada sajian makanan.
Padahal, Samuel mengaku sudah membayar penuh.
“Aku lunas, kak, sekitar Rp 82 juta plus-plus,” ujarnya.
Rencana bulan madu pun batal. Samuel sudah memesan villa di Bali karena percaya WO akan membelikan tiket pesawat sebagai bagian dari promo.
“Terima kasih ya kak, dimana aku sudah booking villa di Bali pun karena berpikir dia sudah beliin tiket pesawat,” ucapnya.
Ia pertama kali mengenal WO Ayu Puspita dari sebuah pameran pernikahan di Jakarta.
Awal Mula Terbongkar Kasus
Kronologi bermula pada Sabtu, 6 Desember 2025. Saat puluhan tamu undangan tiba di sebuah gedung resepsi di Jakarta, mereka disambut pemandangan yang tak lazim: ruangan berdekorasi indah, pelaminan megah, namun meja prasmanan kosong melompong tanpa sepiringpun makanan.
Satu-satunya minuman yang tersedia hanyalah jus jambu, yang diduga disediakan pihak gedung. Suasana haru dan bahagia langsung berubah menjadi kekecewaan dan kemarahan.
Keesokan harinya, 7 Desember 2025, pengguna Threads @cindyangelina mengunggah video kejadian tersebut. Ia mengungkap, kejadian serupa menimpa delapan pasangan pengantin dalam hari yang sama. Postingan itu langsung viral dan menjadi pemicu solidaritas antar korban.
Kerugian Capai Rp16 Miliar, Korban Geruduk Kediaman Pelaku
Merespons viralnya video, para korban segera bergerak cepat. Mereka membentuk grup komunikasi untuk mendata kerugian. Hasilnya mencengangkan: sedikitnya 230 pasangan menjadi korban dengan total kerugian diperkirakan antara Rp15 hingga 16miliar.
Merasa ditipu dan dana mereka menguap, ratusan korban yang emosi beramai-ramai mendatangi rumah Ayu Puspita di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, pada Minggu, 7 Desember 2025 siang. Mereka menuntut pertanggungjawaban atas hancurnya hari bahagia mereka.
Suasana tegang sempat terjadi di lokasi. Aksi ini memaksa aparat kepolisian turun tangan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Pelaku Akui Pakai Dana untuk Gaya Hidup Mewah
Tidak lama setelah aksi massa, beredar video Ayu Puspita digelandang menuju kantor polisi. Dalam rekaman yang diunggah akun X/@menggunakannya, ia terlihat mengenakan kerudung hitam dan kemeja bergaris, dikerubungi korban yang berteriak menuntut keadilan.
Di hadapan penyidik, Ayu mengaku terbukti lalai. Ia menyatakan manajemen keuangan WO miliknya “sangat berantakan”. Pengakuannya semakin mengejutkan: dana dari klien baru dan hasil pameran digunakan untuk menutupi biaya acara klien lama yang belum terlaksana.
Lebih parah lagi, uang para calon pengantin itu juga dialihkan untuk kepentingan pribadi. Ayu berjanji akan mengembalikan dana dengan cara menjual aset dan peralatan bisnisnya, meski proses mediasi dilaporkan berjalan alot karena pihak pelaku dinilai terus berkelit. ****










