Pelantikan PA GMNI Jatim di Ponpes, Gus Hans Sebut Ide Cemerlang

  • Bagikan
Gus Hans (TIMES Indonesia)
Gus Hans (TIMES Indonesia)

Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Queen Al Azhar Darul Ulum Jombang KH Zahrul Azhar As’ad alias Gus Hans menyebut pelantikan Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Jatim di pesantren sebagai ide yang cemerlang.

“Saya kira itu ide cemerlang dari teman-teman GMNI yang ditunjukkan pada publik, bahwa pesantren bukan hanya didominasi oleh ormas atau partai tertentu, tapi bahwa GMNI juga berhak berinteraksi aktif dengan pihak pesantren,” katanya pada Selasa (30/11).

Sebagai informasi, Gus Hans turut hadir untuk membacakan doa dalam pelantikan PA GMNI Jatim yang digelar di Ponpes Babussalam, Malang, yang diasuh KH. Thoriq bin Ziyad alias Gus Thoriq, pada Minggu (28/11).

Selebihnya, Gus Hans yang juga wakil sekretaris Dewan Penasihat (Wanhat) PW GP Ansor Jatim, menyambut hangat pelantikan PA GMNI Jatim di pesantren karena ini merupakan sesuatu yang baru.

“Ketika GMNI, ‘orang-orang merah’ yang dianggap menjadi kiri banget, ternyata alhamdulillah masuk pesantren. Saya support bahwa pesantren itu bisa ke mana-mana dan bisa menerima siapa saja,” katanya.

Gus Hans juga turut mengapresiasi langkah GMNI yang menurutnya bisa memperkuat persatuan nasionalis dan religius.

Wong dengan Israel, dengan apa saja kita bisa menerima, masak dengan saudara sendiri tidak bisa terima. Merah sudah sobo pondok dan saya kira kita harus welcome terhadap itu, karena bisa memperkuat bersatunya antara nasionalis dan religius,” ujarnya

Diminta tanggapan soal bersatunya nasionalis-religius yang sebeneranya sudah lama terjalin di level nasional saat Megawati Soekarnoputri-KH Hasyim Muzadi berpasangan di Pilpres 2004, Gus Hans menyebut hal itu masih terjadi di elite.

“Kalau itu di tataran elite, kalau ini kan tataran teknis, sama misalnya dengan toleransi di tataran elite, tapi apakah sudah sampai ke akar rumput? Nah, saya kira ini kemajuan,” tandasnya

Settia
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan