Paha Mulus Cawali Tangsel

Namun sikap saya jelas. Tidak ada toleransi atas pelecehan seksual verbal sekalipun. Terlalu banyak perempuan mengalami dan memaklumi walaupun hal tersebut melukai kaum hawa. Saya sebagai aktivis perempuan dan anak, menyayangkan adanya kejadian ini dan para pelaku harus tahu kalau hal tersebut tidak meninggikan derajat perempuan tapi melukai martabat perempuan terutama contohnya para atlet olahraga perempuan.

Silahkan masyarakat yang menilai tetapi saya berpihak kepada para korban pelecehan seksual dan menyatakan bahwa hal ini tidak perlu mereka hadapi sendiri dan memang harus ada perbaikan sikap lewat pendidikan tentang akhlak dan karakter dan budi pekerti.”

“Pelecehan tidak ada hubungannya dengan afiliasi politik, beda pilihan politik bukan berarti bisa dilecehkan, atau karena saya perempuan bukan berarti bisa dilecehkan, pelecehan hanya dilakukan oleh mereka yang berjiwa kerdil dan pengecut,” tulis Sara.

Keponakan Prabowo Subianto Saraswati saat ini mendampingi Muhammad menjadi calon wali kota Tangsel.

Panca, angkat bicara soal cuitan ‘Paha calon wakil walikota Tangsel itu mulus banget’, yang diprotes oleh Rahayu Saraswati. Menurut Panca, cuitannya itu tidak ditujukan untuk siapa-siapa.

“Tidak ditujukan ke siapa-siapa. Toh saya tidak menyebut nama siapa-siapa,” kata Panca melalui pesan singkat, Minggu (6/9/2020).

Panca pun menjawab perihal asumsi netizen yang mengaitkan cuitan tentang paha ini ke Rahayu, keponakan Menhan Prabowo Subianto, yang terjun ke kontestasi Pilwalkot Tangsel. Menurutnya, publik bebas berasumsi apapun terkait hal itu. “Biar saja orang berasumsi. Bebas kok,” tutur Panca.

Panca tak mau berkomentar banyak soal maksud dari cuitan paha mulus tersebut. Ia tak ingin polemik ini berkepanjangan dan merembet ke segala hal.

Menurut Panca, Rahayu Saraswati atau yang akrab disapa Sara itu berhak mengungkapkan rasa kekecewaannya. Namun sekali lagi, kata Panca, ia tidak menyebut satu nama pun dalam cuitannya di akun @panca66 itu.

“Hak dia kecewa. Toh saya tidak nyebut nama dia,” imbuh Deputi Isu dan Narasi Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat itu.

Dia menganggap bahwa cuitannya itu bukan merupakan pelecehan seksual. “Tidak,” singkat Panca menjawab pertanyaan apakah menurut dia cuitannya itu mengandung pelecehan atau tidak.

Cipta Panca Laksana, atau yang akrab disapa Panca, memikirkan langkah selanjutnya akibat cuitan soal paha. Dia pun belum terpikirkan untuk meminta maaf kepada khalayak.

Leave a Reply