Hukum  

Otak Bom Makassar Telah Ditangkap

anggota polisi mengumpulkan sisa serpihan ledakan bom bunuh diri di depan gereja katedral makassar, sulawesi selatan, senin

EDITOR.ID, Makassar,- Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri kembali menangkap 3 terduga teroris di Makassar Kamis (01/04) pagi tadi. Salah satu dari 3 teroris ini diduga otak dari aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar.

Tim Densus 88 Mabes Polri kembali menangkap 3 orang terduga teroris di Makassar Kamis pagi tadi (01/04). Penangkapan tidak jauh dari lokasi penangkapan pertama.

Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan Kombes Pol E. Zulfan membenarkan penangkapan tiga terduga teroris oleh Densus 88. Dan ketiganya masih mejalani pemeriksaan secara intensif di Mapolda Sulawesi Selatan terkait perannya masing-masing.

“Polda Sulsel hanya membantu pengamanan sekitar saat Densus menggrebek dan menangkap tiga terduga teroris, untuk detailnya nanti akan dijelaskan Mabes Polri,” ujarnya.

Ke tiga terduga teroris ini diduga sebagai otak dari aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar minggu lalu.

Tiga orang terduga teroris ini menambah jumlah teroris yang ditangkap di Makassar.

Sehari sebelumnya Kepala Kepolisian RI Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan Densus juga telah menangkap tersangka terorisme yang diduga merupakan otak dari bom bunuh diri oleh pasangan suami istri di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan.

“Satu orang atas inisial W adalah pelaku otak perakit bom sudah kami amankan,” kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (31/3) malam.

Terduga teroris yang ditangkap ini punya peran sebagai perakit bom bunuh diri.

Sigit mengatakan, W adalah satu dari 13 orang di Makassar yang sudah ditangkap oleh Densus 88. Mereka disebut-sebut memiliki keterkaitan atas peristiwa bom bunuh diri. Namun, ia tak membeberkan secara rinci mengenai waktu dan lokasi penangkapan.

“Kejadian bom di Makassar, sampai dengan hari ini, 31 Maret, sudah kami amankan 13 orang,” kata Sigit.

Pasangan suami istri, L dan YSF alias D, melakukan aksi bom bunuh diri di pintu gerbang Gereja Katedral di Jalan Kajaolalido, MH Thamrin, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, Ahad pagi 28 Maret 2021. Akibat ledakan tersebut, 20 orang keamanan dan jemaah gereja luka-luka. Mereka kini sedang menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.

L dan YSF alias D diketahui anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang diduga terlibat dalam pengeboman di Jolo, Filipina Selatan pada 2019. (tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

%d bloggers like this: