Misteri Pemuda Polos Asal Desa Terpencil Ancam Akan Tembak Calon Presiden, Operasi Underground?

Pemuda Polos asal Desa Jauh dari Episentrum Politik di Jakarta Ancam Calon Presiden, Sulit Dinalar. Apakah Arjun melakukan ancaman kepada seorang Calon Presiden atas dasar ide, inisiatif dan pemikirannya dia sendiri. Atau Ada Mastermind Lain?

Arjun Wijaya Kusumo, Pemuda Polos Asal Desa Terpencil Ancam Akan Tembak Calon Presiden

“Izin bapak, nembak kepala Anis hukumannya berapa lama ya?,” bunyi salah satu tangkapan layar X.

Tak butuh waktu lama. Polisi langsung meringkus Arjun Wijaya Kusumo di sebuah tempat di Ambulu, Jember.

Keluarga Kaget Arjun Dibekuk Polisi

Kakak Arjun, Wulandari, mengungkap momen saat adiknya dibawa oleh petugas kepolisian.

“Ya kaget, bingung keluarga, kenapa adik saya ditangkap,” kata Wulandari, kakak kandung Arjun, saat ditemui di rumahnya di Desa Ngepoh, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (13/1/2024).

Wulandari mengatakan mengetahui Arjun ditangkap setelah dihubungi polisi. Dia juga baru tahu alasan Arjun ditangkap setelah mendapat telepon dari pihak kepolisian.

“Tahunya pas ditelepon polisi, katanya masalah pengancaman di media sosial ke salah satu capres,” terang Wulan.

Arjun Tak Ada Hubungannya dengan Parpol Manapun, Lantas Apa Motif Dia?

Arjun ditangkap di Dusun Kerajaan, Desa Ambulu, Kecamatan Ambulu, Jember, Sabtu (13/1/2024) sekitar pukul 09.30 WIB. Arjun ditangkap oleh tim gabungan Dittipidsiber Bareskrim Polri dan Polda Jawa Timur.

Polri saat ini masih mendalami terkait motif AWK mengancam akan menembak Anies Baswedan. Namun, dari hasil penyelidikan sementara, Polri memastikan AWK bukan pendukung salah satu paslon dan tak terafiliasi dengan parpol mana pun.

“Sampai saat ini alhamdulillah tidak ada terkait masalah itu, informasi awal. Makanya kami tekankan apakah benar itu akunnya, benar itu akunnya dan apakah benar dia yang mencuitkannya dan itu sudah diaku,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Sandi Nugroho.

Sebelumnya, sebuah akun menebar ancaman akan menembak capres nomor urut 1 Anies Baswedan. Ancaman ini sempat viral di media sosial. Polri melakukan pendalaman kepada akun media sosial yang memberikan ancaman tersebut.

Persoalan penembakan tersebut dilontarkan oleh salah satu akun @rifanariansyah melalui kolom komentar. Akun tersebut pun bertanya hukumnya untuk menembak Anies Baswedan.

“Untuk pemeriksaan akan dilaksanakan di Polda Jatim. Nah saat ini sedang otw (on the way) perjalanan dari TKP ke Polda Jatim,” kata Kadiv Humas Polri, Irjen Sandi Nugroho di Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (13/1/2024).

Sandi menjelaskan penangan kasus ini dilakukan secara bersama oleh tim gabungan Bareskrim Polri dan Polda Jatim. Dia menegaskan hingga saat ini pelaku belum ditetapkan sebagai tersangka.

“Sampai dengan saat ini ditangani tim gabungan, Bareskrim Polri dan Polda Jatim untuk mengungkap kasus tersebut dan proses pemeriksaan selanjutnya. (Statusnya) ditangkap, baru ditangkap,” ungkap Sandi.

Leave a Reply