Pemimpin yang demikian amat bernilai karena berpikiran luas, serta mengutamakan rasa keadilan, kesamaan, kebijaksanaan, dan keseimbangan diri. Kepekaan ini hanya muncul kalau seorang pemimpin senantiasa peka terhadap dinamika sekelilingnya.
Tanpa kepekaan ini, ia akan mudah jatuh dan bias dalam menangkap hal-hal yang terjadi di sekitarnya. Kepekaan sosial ini yang harus dibangun dan ditingkatkan dari semua unsur pimpinan Polri di semua lini penugasan.
Kepekaan sosial melalui peningkatan kepekaan, kepeduliaan terhadap lingkungan di sekelilingnya, akan mempertajam feeling dan intuisi, kapan dan di mana harus mengambil suatu keputusan atau kebijakan.
Dengan kepekaan seperti kepedulian sosial ini, kepemimpinan Polri akan mendapatkan dukungan sosial yang sangat berguna dalam meraih kepercayaan masyarakat, dan menjalankan tugasnya dengan baik.
Oleh karena itu, kepekaan sosial merupakan unsur terpenting yang harus dimiliki dalam kepemimpinan Polri.
Menuntut Kepekaan
Perubahan masyarakat dengan perkembangannya yang pesat disertai kompleksitas permasalahan yang dihadapi, menuntut kepekaan dari Polri, terutama pimpinan pada semua jenjang kesatuan.
Dengan kepekaan, Polri akan mampu melakukan penangkalan dan pencegahan
segala bentuk gangguan yang dapat terjadi di masyarakat.
Menyuruh orang lain bekerja dalam suatw sistem manajemen tidak lagi cukup, tapi seorang pemimpin harus memiliki daya kepemimpinan yang dapat membina personelnya terlibat langsung dalam setiap proses manajemen.
Suasana budaya kerjasama dan bekerja bersama akan terwujud manakala pimpinannya memiliki kepekaan terhadap sekelilingnya serta moral yang patut diteladani.
Keberadaan Polri dalam masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat semakin diharapkan, seiring dengan tingkat kebutuhan dan rasa aman dalam masyarakat.
Sosok Polri yang ideal adalah polisi yang mengerti keinginan masyarakatnya. Menghadapi berbagai perubahan lingkungan, tuntutan dan hara pan masyarakat, maka sebaiknya kepemimpinan Polri masa depan menitikberatkan’ pada kepemimpinan yang berorientasi kepada pelayanan (servant leadership), yang sekaligus mampu menetapkan tolak ukur dalam memberikan penilaian terhadap kinerja anak buahnya secara objektif, dapat dipertanggungjawabkan, dan akuntabel.
Tuntutan masyarakat dan perkembangan nasional maupun internasional dengan kondisi riil kelembagaan Polri, sebagai salah satu organisasi yang besar dengan tanggung jawab yang besar pula, memerlukan strategi kebijakan Polri yang simultan dalam mengimplementasikan Renstra Polri tahap II, yaitu strategi partnership building (2010-2014)












